Liputan6.com, Jakarta - PT Chandra Asri Pacific Tbk (Chandra Asri Group) dan Glencore resmi menyelesaikan proses akuisisi saham Shell Singapore Pte. Ltd. (SSPL) di Shell Energy and Chemicals Park (SECP), yang kini berganti nama menjadi Aster Energy and Chemicals Park di Singapura.
Akuisisi ini dilakukan melalui CAPGC Pte. Ltd., perusahaan patungan antara Chandra Asri Capital Pte. Ltd. (anak usaha Chandra Asri Group) dan Glencore Asian Holdings Pte. Ltd. (anak usaha Glencore). Kesepakatan ini diselesaikan melalui pembelian saham di Aster Chemicals and Energy Pte. Ltd., anak usaha Shell Singapore Pte. Ltd.
Dengan akuisisi ini, Chandra Asri Group semakin memperkuat posisinya di industri energi, petrokimia, dan infrastruktur di kawasan Asia Tenggara.
Fasilitas yang Diakuisisi
Aster Energy and Chemicals Park memiliki beberapa fasilitas utama yang sangat strategis. Salah satunya adalah kilang minyak dengan kapasitas pemrosesan 237.000 barel per hari yang berlokasi di Pulau Bukom, Singapura.
Selain itu, terdapat Ethylene Cracker dengan kapasitas produksi mencapai 1,1 juta metrik ton per tahun yang menjadi bagian penting dalam rantai pasok industri petrokimia.
Di Pulau Jurong, terdapat juga aset kimia hilir yang mendukung distribusi dan produksi berbagai bahan kimia turunan. Semua fasilitas ini akan tetap beroperasi di bawah kepemilikan baru, dengan seluruh karyawan yang bekerja di lokasi tersebut tetap menjalankan tugas mereka seperti sebelumnya.
Tujuan dan Manfaat Akuisisi
Menurut Presiden Direktur dan CEO Chandra Asri Group Erwin Ciputra, akuisisi ini merupakan langkah penting dalam memperkuat ketahanan energi Indonesia serta mendukung pertumbuhan industri kimia nasional.
“Dengan memperluas jejak strategis melalui Aster, kami memastikan ketersediaan sumber daya vital bagi negara serta berkontribusi pada stabilitas ekonomi jangka panjang dan daya saing global Indonesia,” kata Erwin dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (4/4/2025).
Dampak Positif Industri Energi dan Petrokimia di Indonesia
Erwin menjelaskan Akuisisi ini membawa dampak positif bagi industri energi dan petrokimia di Indonesia. Salah satu manfaat utama adalah peningkatan ketahanan energi nasional, di mana Aster akan menjadi pemasok utama produk kilang dan petrokimia yang sangat dibutuhkan di dalam negeri.
Dengan memiliki kilang sendiri, ketergantungan terhadap produk impor dapat dikurangi, sehingga membantu meningkatkan stabilitas ekonomi nasional. Selain itu, akuisisi ini juga akan memperkuat efisiensi rantai pasok antara Indonesia dan Singapura, terutama dalam distribusi bahan baku seperti naphta, serta produk-produk kilang seperti Pygas dan MTBE, dan bahan petrokimia seperti Ethylene, Propylene, dan Raff-1.
Dampak ekonomi dari akuisisi ini juga cukup signifikan. Keuntungan yang diperoleh dari Aster nantinya akan direpatriasi dan diinvestasikan kembali ke Indonesia untuk mendukung pengembangan bisnis Chandra Asri Group. Selain itu, akuisisi ini juga akan menciptakan lebih dari 200 lapangan kerja baru di Indonesia, terutama dalam operasional backend Aster.
Memperkuat Daya Saing Indonesia di ASEAN
Ekspansi ini menempatkan Chandra Asri Group sebagai pemain utama di industri energi dan petrokimia di kawasan ASEAN. Dengan bermitra bersama Glencore, perusahaan ini akan mampu meningkatkan efisiensi operasional, mempercepat inovasi, serta memperluas jaringan distribusi di pasar internasional.
Dengan strategi yang matang dan pengelolaan yang lebih baik, Chandra Asri siap mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin industri energi dan petrokimia di Asia Tenggara serta berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Indonesia secara berkelanjutan.