Buyback Saham, CMNP Siapkan Dana Rp 815,6 Miliar

18 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP), perusahaan jalan tol mengumumkan rencana pembelian kembali (buyback) saham senilai Rp 815,6 miliar. Langkah ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga saham di tengah volatilitas pasar.

Melansir keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Jumat (4/4/2025) manajemen CMNP menyatakan aksi buyback ini mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. 13/POJK.4/2023 yang mengatur kebijakan stabilisasi pasar modal.

CMNP berencana membeli kembali atau buyback hingga 543,7 juta lembar saham atau sekitar 10% dari modal disetor penuh. Pembelian saham ini akan berlangsung mulai 2 Mei hingga 26 Juni 2025, menggunakan dana kas internal perusahaan.

Meskipun jumlah dana yang dikeluarkan cukup besar, manajemen CMNP memastikan bahwa aksi korporasi ini tidak akan mengganggu kegiatan operasional maupun arus kas perusahaan.

Dampak Buyback: Saham Berkurang, EPS Meningkat Dengan dilakukannya buyback, jumlah saham yang beredar akan berkurang dari 5,43 miliar menjadi 4,89 miliar lembar. Dampak positifnya, laba per saham (Earnings Per Share/EPS) diprediksi naik dari Rp 166 menjadi Rp 184 per lembar saham.

Dari sisi keuangan, total aset CMNP akan berkurang dari Rp 22,6 triliun menjadi Rp 21,78 triliun, sedangkan ekuitas turun dari Rp 13,88 triliun menjadi Rp 13,06 triliun. Namun, perusahaan menegaskan dampak ini tidak akan berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan secara keseluruhan.

Strategi Jangka Panjang CMNP

Menurut manajemen CMNP, pembelian kembali saham ini dilakukan sebagai langkah strategis untuk menjaga harga saham di tengah fluktuasi pasar. Selain itu, buyback saham juga memberikan fleksibilitas bagi perusahaan dalam mengelola modal jangka panjang

Stabilkan Harga Saham

Alasan utama buyback ini adalah untuk menstabilkan harga saham dalam kondisi pasar yang fluktuatif serta memberikan perseroan opsi untuk menjual kembali saham treasuri di masa depan dengan nilai yang optimal jika diperlukan tambahan modal.

Untuk melaksanakan aksi buyback ini, CMNP akan menunjuk anggota bursa sebagai perantara dalam proses pembelian kembali. Harga pembelian akan menyesuaikan dengan harga pasar, dengan ketentuan tidak lebih tinggi dari harga transaksi sebelumnya.

Dengan langkah ini, CMNP berharap dapat meningkatkan kepercayaan investor serta menciptakan nilai tambah bagi para pemegang saham.

Target 2025

Sebelumnya, PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) menyampaikan optimisme yang tinggi terkait proyeksi kenaikan pendapatan konsolidasi yang signifikan pada tahun 2025, yang diperkirakan mencapai Rp 4,87 triliun. Proyeksi pendapatan konsolidasi pada tahun 2025 menunjukkan peningkatan sebesar 35,87% dibandingkan dengan tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp 3,12 triliun.

Peningkatan ini dipicu oleh beberapa faktor, antara lain kenaikan volume lalu lintas di beberapa ruas Tol, serta penyesuaian tarif pada sejumlah ruas jalan Tol yang dikelola oleh CMNP Grup. Selain itu, pendapatan dari jasa konstruksi melalui anak usaha yaitu PT Girder Indonesia juga memberikan kontribusi positif terhadap kenaikan tersebut.

"Kami sangat optimis dengan prospek ke depan. Peningkatan pendapatan serta pengelolaan proyek-proyek infrastruktur Tol akan menjadi landasan kuat bagi pertumbuhan kami di tahun 2025," ujar Direktur Citra Marga Nusaphala Persada Tbk, Hasyim dalam paparan publik perseroan, dikutip Kamis (12/12/2024).

Sementara itu proyeksi laba usaha konsolidasi pada tahun 2025 adalah sebesar Rp 2 triliun, mengalami kenaikan sebesar 10,04% dibandingkan dengan tahun 2024. Serta proyeksi total aset konsolidasi pada 2025 adalah Rp 30,62 triliun naik sebesar 23,27% dari tahun 2024. Peningkatan aset ini didorong oleh progres pembangunan proyek-proyek, termasuk proyek Harbour Road 2 dan Desari seksi 3 dan 4.

Ekuitas Perseroan

Hal ini sejalan dengan kenaikan pada total labilitas konsolidasi Perseroan. Pada 2024 Perseroan mencatat liabilitas konsolidasi sebesar Rp 9.521 miliar atau meningkat sebesar 10,04% dibanding dengan tahun sebelumnya yang tercatat Rp 8.565 miliar. Serta proyeksi total liabilitas konsolidasi pada 2025 adalah Rp 14.693 miliar atau naik sebesar 36,37%.

"Peningkatan liabilitas konsolidasi ini disebabkan karena peningkatan jumlah pinjaman bank pada CMNP Grup, yang digunakan untuk pendanaan proyek Harbour Road 2, proyek Desari seksi 3 dan 4, serta pembayaran hutang kontraktor atas proyek jalan Tol Cisumdawu," jelas Hasyim.

Selain itu, Perseroan mencatat ekuitas konsolidasi sebesar Rp 13.971 miliar yang meningkat dari tahun sebelumnya yaitu Rp 13.011 miliar. Serta proyek ekuitas konsolidasi tahun 2025 adalah Rp 15.654 miliar atau meningkat sebesar 10,75%. Hal ini disebabkan karena dilaksanakannya exercise warrant pada tahun 2024 dan 2025.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |