Banyak Investor Baru Masuk Pasar Modal Hanya Terbawa Euforia

1 week ago 13

Liputan6.com, Jakarta Stockwise terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat. Melalui acara The Art of Multibagger Investing by Stockwise Masterclass, Stockwise berhasil mengumpulkan lebih dari 1.000 peserta dalam sebuah seminar edukasi investasi.

CEO Stockwise Douglas Goh, menegaskan bahwa edukasi merupakan faktor paling penting bagi investor di tengah dinamika pasar yang semakin cepat dan penuh informasi.

“Banyak investor baru masuk pasar tanpa bekal yang cukup. Mereka melihat tren, ikut euforia, lalu kecewa ketika pasar bergerak tidak sesuai harapan. Di Stockwise, kami ingin memastikan bahwa setiap investor memiliki fondasi pengetahuan yang kuat sebelum membuat keputusan,” ujarnya, Senin (17/11/2025).

Douglas menambahkan bahwa meningkatnya jumlah investor ritel perlu diimbangi dengan edukasi yang kredibel agar mereka tidak terjebak spekulasi. “Kami percaya bahwa investor yang paham strategi akan mampu bertahan di pasar saham dalam kondisi apa pun,” katanya.

Sementara itu, Chief Investment Officer (CIO) Stockwise Andry Hakim menjelaskan bagaimana strategi multibagger dapat diterapkan oleh investor ritel Indonesia. Menurutnya, multibagger bukan sekadar mencari saham murah, tetapi memahami kualitas fundamental perusahaan, kestabilan manajemen, serta prospek bisnis jangka panjang.

“Strategi multibagger menuntut disiplin, riset, dan kesabaran. Dengan memahami proses ini, investor dapat membangun portofolio yang lebih kokoh dan tidak mudah goyah oleh volatilitas jangka pendek,” jelas Andry.

BEI Bidik Rata-Rata Nilai Transaksi Harian Rp 14,5 Triliun pada 2026

Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan target konservatif untuk rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) pada 2026 sebesar Rp 14,5 triliun per hari, lebih rendah dibandingkan realisasi sementara 2025 yang telah menyentuh Rp 16,6 triliun per 7 November 2025. 

Penetapan target yang lebih rendah ini dilakukan dengan mempertimbangkan hasil pemodelan internal, yang menunjukkan lonjakan likuiditas pada beberapa bulan terakhir 2025 belum sepenuhnya mencerminkan tren struktural jangka panjang.

Direktur Utama BEI, Iman Rachman, menyampaikan tingginya aktivitas pasar pada 2025 menciptakan optimisme, namun kehati-hatian tetap dibutuhkan. Ia menyoroti bahwa peningkatan partisipasi investor telah terlihat jelas, termasuk pada transaksi harian.

Menurut data BEI, jumlah investor yang bertransaksi harian mencapai 228 ribu, tertinggi sepanjang sejarah, sementara rata-rata nilai transaksi harian telah berada di level Rp 16,64 triliun. 

“Ini asumsi kami di 2026. Asumsi kami di 2026 adalah transaksi kami rata-ratanya 14,5. Walaupun hari ini sudah 16,6 ya. Kenapa? Kita harus tetap waspada,” ujar Iman dalam acara Media Workshop, di Ubud Bali, Sabtu (15/11/2025).

Investor Baru

Untuk tahun depan, BEI juga mematok target pencatatan 555 efek baru, termasuk 50 saham baru. Hingga 7 November 2025, BEI telah merealisasikan 699 efek baru, atau 151% dari target 2025, serta mencatatkan 24 saham baru dengan pipeline 13 saham.

Di sisi pengembangan investor, BEI menetapkan target 2 juta investor baru pada 2026, termasuk 50 ribu rekening efek syariah, serta 700 ribu investor aktif bulanan. Target tersebut penting untuk menjaga keseimbangan permintaan di tengah bertambahnya jumlah efek yang beredar.

Iman menekankan berbagai penyempurnaan kebijakan, perluasan akses data, hingga pergeseran pola transaksi turut memperkuat landasan pasar jelang tahun depan. 

Dengan kombinasi target RNTH yang realistis, percepatan penambahan efek baru, dan perluasan basis investor, BEI menilai 2026 sebagai fase konsolidasi untuk memperkuat fondasi pasar sebelum memasuki tahap ekspansi besar menuju visi BEI menjadi bursa top-10 dunia pada 2030.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |