Ashmore AM Buyback Saham Tahap II Mulai 21 November 2025

1 week ago 25

Liputan6.com, Jakarta - PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk atau Ashmore AM (AMOR) akan melanjutkan pembelian kembali atau buyback saham dan merupakan perpanjangan kedua dari rencana buyback saham yang dilakukan pada 23 Mei-22 Agustus 2025.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (19/11/2025), Ashmore Asset Management Indonesia akan buyback saham mulai 21 November 2025-19 Februari 2026. Akan tetapi, dapat berakhir sebelum batas waktu apabila pembelian kembali saham telah selesai.

“Perkiraan jumlah maksimal biaya pembelian kembali saham adalah sebesar Rp 4,5 miliar termasuk biaya-biaya perantara pedagang efek dan biaya lainnya sehubungan dengan pembelian kembali saham,” demikian seperti dikutip.

Untuk buyback saham, perseroan akan tetap berpedoman pada batas maksimum yang diperkenankan dalam pelaksanaan pembelian kembali saham sebagaimana diatur dalam Pasal 8 POJK 13/2023 dan Pasal 14 POJK 29/2023 serta jumlah saham beredar yang harus dipenuhi oleh perseroan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Perseroan menyatakan, dengan valuasi saat ini di bawah rata-rata historisnya, penerapan program pembelian kembali sejalan dengan pandangan jangka panjang manajemen terhadap industri dan perusahaan. Hal ini karena mengoptimalkan manajemen modal dan menciptakan nilai bagi pemegang saham.

“Saham yang dibeli dalam program itu dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan program kepemilikan saham tahunan perseroan,” demikian seperti dikutip.

Adapun setiap saham yang dibeli berdasarkan buyback saham dan tidak digunakan untuk program kepemilikan saham tahunan akan diperlakukan oleh Perseroan sesuai dengan pasal 21 POJK 29/2023.

Adapun perseroan akan memakai kas internal perseroan dan telah memenuhi ketentuan POJK 29/2023.

Tebar Dividen

Sebelumnya, PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk (AMOR) atau Ashmore AM akan membagikan dividen final untuk tahun buku 2025 sebesar Rp 40,86 miliar.

Pembagian dividen itu setara Rp 18,5 per saham. Adapun pembagian dividen tunai untuk periode tahun buku 2025 sesuai dengan hasil RUPS Tahunan pada 5 November 2025.

Adapun data keuangan per 30 Juni 2025 yang menjadi pertimbangan untuk pembagian dividen, yakni:

  • Laba bersih yang didapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 72,39 miliar
  • Saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar Rp 51,05 miliar
  • Total ekuitas sebesar Rp 281,46 miliar.

Jadwal Pembagian Dividen

Berikut jadwal pembagian dividen:

  • Tanggal efektif pada 5 November 2025
  • Tanggal cum dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 13 November 2025
  • Tanggal ex dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 14 November 2025
  • Tanggal cum dividen di pasar tunai pada 17 November 2025
  • Tanggal ex dividen di pasar tunai pada 18 November 2025
  • Tanggal daftar pemegang saham yang berhak atas dividen tunai pada 17 November 2025 waktu 16.00
  • Tanggal pembayaran dividen pada 24 November 2025

Sebelumnya, perseroan telah membagikan dividen interim sebesar Rp 14 per saham pada 24 Februari 2025. Dengan demikian, total dividen untuk tahun buku yang berakhir pada 30 Juni 2025 sebesar Rp 32,5 per saham.

Ashmore AM Kantongi Laba Rp 36,47 Miliar per Desember 2024

Sebelumnya, PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk (AMOR) atau Ashmore AM mengumumkan kinerja perusahaan untuk periode enam bulan yang berakhir pada 31 Desember 2024. Pada periode tersebut, perseroan perseroan berhasil mengantongi laba Rp 36,47 miliar.

Hingga akhir Desember 2024, perseroan membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 145,47 miliar, turun 11,29 persen dibandingkan raihan pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 163,98 miliar. Bersamaan dengan itu, beban usaha turun menjadi Rp 103,62 miliar dibanding enam bulan pertama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 111,83 miliar.

Selama periode enam bulan yang berakhir pada 31 Desember 2024, perseroan membukukan pendapatan lain-lain sebesar Rp 3,8 miliar. Raihan ini selisih jauh dibandingkan raihan pada periode yang sama tahun sebelumnya, di mana perseroan membukukan pendapatan lain-lain hingga Rp 13,18 miliar.

Setelah memperhitungkan beban pajak, perseroan membukukan laba Rp 36,47 miliar pada periode enam bulan yang berakhir pada 31 Desember 2024. Laba itu turun 29,49 persen dibandingkan laba periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 51,72 miliar. Alhasil, laba per saham susut menjadi Rp 16 dari sebelumnya Rp 23 per lembar.

Aset sampai dengan akhir Desember 2024 turun menjadi Rp 347,79 miliar dari Rp 377,23 miliar pada Juni 2024. Liabilitas hingga akhir Desember 2024 turun menjadi Rp 71,59 miliar dari Rp 77,95 miliar per Juni 2024. Sementara itu, ekuitas turun menjadi Rp 276,2 miliar dari posisi Juni 2024 yang tercatat sebesar Rp 299,28 miliar.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |