Akhir Kasus Anggota TNI Tampar Pedagang Sayur Gara-Gara Bendera One Piece

3 weeks ago 22

Liputan6.com, Jakarta- Pihak TNI akhirnya angkat bicara terkait insiden viral penamparan terhadap seorang pedagang sayur bernama Pandi yang memasang bendera anime One Piece pada mobilnya di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan pada Kamis (8/8/2025) kemarin. Insiden itu pun kini berujung perdamaian.

Komandan Sub Denpom XIV/1-2 Bantaeng, Letda Cpm Agus Subiantoro membenarkan bahwa pria yang berada dalam video viral itu adalah anggota TNI. Dia diketahui bertugas di Kodim 1410 Bantaeng.

"Iya memang betul yang bersangkutan adalah anggota Kodim Bantaeng," kata Agus saat dikonfirmasi Liputan6.com, Jumat (8/8/2025).

Agus pun memastikan bahwa insiden itu kini telah tuntas. Pihak Kodim 1410 Bantaeng telah mendatangi korban, dan kedua belah pihak bersepakat untuk melakukan perdamaian.

"Sudah damai itu. Pasintel Kodim Bantaeng sudah ketemu juga dengan korban dan keluarganya. Semisal belum damai pun kami dari Denpom siap untuk memproses," terang Agus.

Kedua Pihak Sepakat Damai

Hal senada disampaikan oleh Pasintel Kodim 1410 Bantaeng, Lettu Inf Harfil saat dikonfirmasi terpisah. Dia memastikan bahwa insiden yang terjadi itu telah dimediasi dan kedua belah pihak sepakat untuk berdamai.

"Sudah damai. Ada surat perjanjian damai antara anggota kami dan korban," ujar Harfil.

Harfil menjelaskan bahwa insiden itu adalah murni kesalahpahaman belaka. Menurut dia anggota TNI yang mengadang pedagang sayur itu tidak paham secara detail apa itu bendera One Piece.

"Ada salah paham itu. Kami juga sudah mengimbau kepada anggota agar tidak melakukan tindakan yang tidak diinginkan kepada masyarakat," tambahnya.

Duduk Perkara Anggota TNI Tampar Pedagang Sayur

Sebelumnya diberitakan, sebuah video berdurasi 2 menit 56 detik viral di berbagai platform media sosial. Video singkat itu memperlihatkan aksi seorang pria mengaku anggota TNI menampar dan mengintimidasi seorang pedagang sayur di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan lantaran memasang bendera One Piece di mobil miliknya.

Korban dalam insiden ini diketahui bernama Pandi, warga Rumbia, yang sehari-hari berjualan sayur. Kakak kandung korban, Dandi Thoriq, membenarkan kejadian tersebut.

"Iya, itu adik saya. Kejadiannya tadi pagi, waktu adik saya pergi menjual sayur," kata Dandi saat dikonfirmasi Liputan6.com, Kamis (7/8).

Menurut Dandi, insiden bermula saat adiknya hendak masuk ke area terminal untuk berjualan seperti biasa. Namun secara tiba-tiba, mobilnya diadang oleh seorang pria yang tidak dikenal.

"Awalnya adik saya kira dia pembeli. Tapi ternyata, langsung memfoto mobil adik saya, istrinya, anaknya, bendera One Piece yang terpasang di mobil," ujarnya.

Pria tersebut kemudian mencopot bendera One Piece yang terpasang di mobil lalu menginterogasi Pandi soal asal usul dan makna dari bendera One Piece.

“Dia tanya, 'Kau tahu bendera apa itu?" Dijawab, 'Tahu, Pak. Itu bendera anime One Piece. Saya memang penggemar dari dulu'. Tapi dia makin tinggi nadanya, dan bertanya lagi, ‘Kau tahu maksudnya?’” lanjut Dandi.

Korban Alami Trauma

Ketegangan meningkat ketika pria tersebut meminta KTP dan memfoto dokumen-dokumen lainnya. Dia kemudian bertanya, “Kau warga negara apa?”.

Meski Pandi telah menjawab bahwa dirinya adalah warga negara Indonesia, pria itu langsung menampar wajah Pandi. Hal itu kemudian kemudian menarik perhatian warga sekitar.

"Itu oknum menantang, dia bilang mau melapor? Silakan! Siapa di sini yang berani melapor? Saya ini anggota!” Dandi menceritakan.

Keluarga korban menyebut Pandi kini mengalami trauma dan tidak berani lagi memasang stiker bendera One Piece. Mereka sempat mendatangi kantor aparat untuk mencari kejelasan, namun hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang.

“Sempat ada yang bilang akan mengimbau masyarakat soal bendera itu. Tapi setahu kami, bendera One Piece itu aman-aman saja dan tidak dilarang,” ujar Dandi.

Foto Pilihan

Presiden Indonesia Prabowo Subianto (kiri) menyematkan tanda pangkat perwira penerima Adhi Makayasa kepada delapan perwira remaja dari Akademi TNI dan Akademi Kepolisian di Istana Kepresidenan, Jakarta pada Rabu 23 Juli 2025. (YASUYOSHI CHIBA/AFP)
Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |