WEGE Bukukan Kontrak Baru Rp 1,44 Triliun hingga November 2025

16 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) mencatat realisasi kontrak baru sebesar Rp 1,44 triliun hingga November 2025. Angka tersebut merupakan akumulasi dari proyek yang sudah berstatus terkontrak maupun yang dimenangkan perseroan dalam proses tender.

Direktur QHSE dan Pemasaran WEGE, Tomo Dwi Hasputro, menjelaskan capaian ini mencerminkan penguatan kinerja perusahaan menjelang akhir tahun. 

“Raihan kontrak baru per hari ini. Jadi dengan status kita berkontrak dan sebagai pemenang, per hari ini kita sudah membuku sekitar Rp 1,44 triliun. Dengan status terkontrak dan sebagai pemenang,” ujarnya dalam Konferensi Pers, Jumat (28/11/2025).

Tomo juga menyebutkan nilai tender terendah yang tengah diikuti WEGE berada di angka Rp 57 miliar. Meski begitu, fokus perusahaan tetap pada optimalisasi pencapaian kontrak baru hingga akhir tahun 2025 sebelum beralih ke proyeksi tahun selanjutnya.

Dalam melanjutkan ekspansi pada 2026, WEGE menargetkan perolehan kontrak baru sebesar Rp 3 triliun, terutama dari bisnis konstruksi. Perusahaan juga berencana memperluas porsi proyek serta menjaga kontribusi proyek dari kluster BUMN termasuk peluang sektor swasta.

Tomo menegaskan perusahaan tidak hanya mengandalkan tender konvensional. WEGE menyiapkan strategi transformasi melalui diversifikasi model bisnis. 

“Jadi salah satu strateginya memang kita harus diversifikasi artinya. Bagian dari transformasi WEGE tersebut kita akan melakukan sebagai integrator,” jelasnya.

Sebagai bagian dari strategi tersebut, WEGE akan menciptakan proyek baru dengan melibatkan mitra dan investor terpilih.  

WIKA Amankan Dua Proyek Baru Bidang Sumber Daya Air Senilai Rp 678 Miliar

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) kembali menunjukkan perannya sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan infrastruktur strategis nasional dengan menandatangani dua kontrak baru di sektor Sumber Daya Air (SDA).

Proyek pertama adalah Pembangunan Infrastruktur Pengendalian Banjir pada KSPP Kabupaten Merauke (Paket 2) di Kabupaten Merauke, Papua Selatan dengan nilai Rp 511 miliar. Proyek kedua mencakup Pembangunan Reservoir DC Semanan Sistem Hilir SPAM Regional Karian–Serpong Paket 1 di Jakarta Barat senilai Rp 167 miliar.

Proyek Pengendalian Banjir Wanam menjadi langkah penting dalam mengatasi banjir musiman yang kerap mengganggu aktivitas masyarakat dan produktivitas lahan di Distrik Ilwayab, Kabupaten Merauke.

Dengan kondisi wilayah berupa dataran rendah serta kawasan rawa yang rawan tergenang, diperlukan sistem tata air yang lebih memadai untuk menjaga area pemukiman dan jalur irigasi rawa yang mendukung Program Intensifikasi Pertanian di sentra pangan Merauke.

Pekerjaan yang ditangani WIKA meliputi pembangunan tanggul, saluran pengendali banjir, serta sejumlah bangunan air seperti bendung, pintu air, dan infrastruktur pengatur muka air. Seluruhnya dibangun dengan pendekatan konstruksi irigasi modern, termasuk pemasangan pompa dan pintu air yang dilengkapi sensor hidrologi untuk memastikan pengaturan debit air secara presisi.

Perluas Akses Air Minum Layak bagi Warga Jakarta Barat

Selain itu, WIKA juga kembali dipercaya mengerjakan Proyek Reservoir DC Semanan dengan cakupan pembangunan reservoir berkapasitas 8.500 m³, jaringan pipa, rumah pompa, fasilitas pendukung, hingga sistem mekanikal–elektrikal dan SCADA.

Waktu pengerjaan ditetapkan selama 600 hari kalender. Infrastruktur ini akan menjadi bagian penting distribusi air minum dari IPA Semanan (ditargetkan beroperasi 2026–2027) untuk dua wilayah pelayanan PAM JAYA, yakni DMA Semanan 3 dan DMA Meruya Utara 1.

Proyek ini sejalan dengan target RPJMN 2025–2029 yang mendorong peningkatan akses air minum aman hingga 43% pada 2029. Saat ini, capaian nasional baru berada di angka 20,49% (SKAM-RT 2023), sehingga fasilitas seperti DC Semanan menjadi kunci dalam memperkecil ketimpangan sebesar 22,51%.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |