Usai Semarang, BIRD Ekspansi Bisnis ke Solo

7 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta PT Blue Bird Tbk (BIRD) menghadirkan layanan taksinya di Kota Solo, memperluas akses mobilitas ke salah satu kota dengan pertumbuhan ekonomi yang positif di Jawa Tengah.

Solo menjadi kota kedua Bluebird di provinsi ini setelah Semarang, memperkuat komitmen perusahaan untuk menyediakan transportasi yang terstandarisasi dan mudah diakses bagi masyarakat yang ingin menjelajah kota dengan lebih nyaman.

Kehadiran Bluebird di Solo sejalan dengan karakter mobilitas kota yang dinamis. Sebagai kota budaya, destinasi bisnis dan wisata yang terus berkembang, arus perjalanan di Solo meningkat signifkan terutama pada akhir pekan, musim liburan, serta periode event budaya.

Tahun 2025, Pemerintah Kota Surakarta menargetkan 3,675 juta kunjungan wisatawan, tumbuh sekitar 5 persen dari estimasi tahun sebelumnya, mencerminkan tingginya kebutuhan moda transportasi jarak pendek–menengah yang dapat diandalkan.

Bluebird menggandeng Kosti sebagai mitra lokal untuk memastikan perusahaan dapat membangun layanan yang relevan dengan karakteristik perjalanan masyarakat Solo. Kolaborasi ini memadukan standarisasi operasional Bluebird dengan peran kuat Kosti dalam ekosistem transportasi lokal, sehingga pengemudi lokal tetap berdaya dan mampu tumbuh seiring meningkatnya kebutuhan mobilitas kota.

“Ekspansi ke Solo adalah langkah penting dalam strategi pertumbuhan regional kami dan kolaborasi menjadi kunci. Kerjasama dengan Kosti merupakan bagian dari inisiatif Kawan Bluebird, sebuah program kemitraan yang memungkinkan operator taksi lokal tetap bertahan, bahkan berkembang bersama melalui pelatihan layanan, pendampingan operasional, dan penerapan standar kualitas Bluebird," kata Direktur Utama PT Blue Bird Tbk Adrianto Djokosoetono, Minggu (30/11/2025).

Jangkau Wisatawasan

Untuk memastikan layanan mudah dijangkau masyarakat dan wisatawan dalam perjalanan harian, bisnis, maupun wisata, Bluebird menyediakan pangkalan di sejumlah titik- titik mobilitas utama seperti stasiun, kawasan hotel, pusat perbelanjaan, hingga rumah sakit.

“Kemitraan ini dapat membawa dampak positif bagi stabilitas operasional kami, terutama melalui peningkatan akses penumpang dan pemanfaatan teknologi pemesanan. Pengemudi kami juga merasakan manfaat nyata dari pelatihan yang membantu mereka lebih siap bersaing dan memberikan pengalaman perjalanan yang lebih baik bagi pelanggan," Ketua Pengurus Kosti Solo Bernadus Sigit Sugiarto, 

Seluruh layanan dapat diakses melalui aplikasi MyBluebird, call center, street-hailing, termasuk di pangkalan resmi. Sebelum layanan taksi reguler masuk, perusahaan juga sudah menghadirkan Goldenbird, layanan rental mobil dengan feksibilitas per jam maupun harian. Tidak hanya itu, layanan Cititrans juga tersedia untuk mendukung perjalanan antarkota dengan pemesanan yang dapat dilakukan melalui aplikasi Cititrans atau kanal resmi lainnya.

Kehadiran Bluebird di Solo menandai langkah baru bagi perusahaan yang kini beroperasi di 21 kota di Indonesia, memperluas akses layanan mobilitas yang aman, nyaman, dan memberdayakan komunitas.

BIRD Kantongi Pendapatan Rp 4,12 Triliun, dari Sini Sumbernya

Sebelumnya, PT Blue Bird Tbk (BIRD) membukukan pendapatan sebesar Rp 4,12 triliun hingga kuartal III 2025. Angka ini tumbuh 12,4% persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Laba bersih naik 10,5% persen menjadi Rp 488 miliar, sementara EBITDA meningkat 13,6% persen menjadi Rp 996,6 miliar.

Pertumbuhan ini mencerminkan efektivitas strategi Bluebird dalam memperluas kanal layanan, meremajakan armada, serta memperkuat efisiensi dan pengalaman pelanggan.

Pada periode kuartal III 2025, Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp1,45 triliun, naik 8,5% dibandingkan kuartal yang sama tahun sebelumnya, menunjukkan permintaan yang tetap sehat meskipun sempat terdampak oleh demonstrasi besar di beberapa kota pada awal September.

Kontribusi pendapatan Bluebird hingga kuartal III 2025 terdiri dari sekitar 70% segmen taksi dan 30% segmen non-taksi, dengan pertumbuhan yang solid dan merata di seluruh lini bisnis.

Segmen taksi mencatat kinerja positif, didorong oleh peningkatan permintaan di luar Jadetabek yang menunjukkan pemulihan kuat serta optimalisasi armada yang efektif. Sementara itu, segmen non-taksi juga terus menguat, terutama melalui layanan bus, shuttle, dan BRT yang berkembang dengan perluasan jangkauan dan okupansi yang meningkat.

Direktur Utama PT Blue Bird Tbk, Andre Djokosoetono, menyampaikan bahwa kinerja hingga kuartal III mencerminkan efektivitas eksekusi strategi perusahaan untuk menjaga pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan.

“Pencapaian ini menunjukkan bahwa strategi diversifikasi dan transformasi digital kami berjalan di jalur yang tepat. Kami terus memperkuat fondasi bisnis melalui efisiensi operasional, ekspansi layanan non-taksi, serta meningkatkan pengalaman pelanggan di seluruh kanal,” ujar Andre.

Sisi Operasional

Transformasi digital juga terus mendorong peningkatan kinerja Bluebird Group, khususnya melalui optimalisasi kanal pemesanan daring yang bertumbuh terutama dari aplikasi MyBluebird dan integrasi dengan mitra ride-hailing.

Fitur Fixed Price pada aplikasi MyBluebird menunjukkan peningkatan penggunaan yang signifikan dibandingkan fitur lain, mencerminkan keberhasilan inovasi digital Perseroan dalam meningkatkan efisiensi dan pengalaman pelanggan.

Dari sisi operasional, Bluebird terus melakukan pembaruan dan optimalisasi armada guna memastikan keandalan dan efisiensi layanan. Jumlah armada operasional Perseroan kini telah melampaui 25.000 unit, mendukung peningkatan kapasitas di berbagai wilayah, terutama di luar Jadetabek.

Program peremajaan armada ini juga berkontribusi terhadap efisiensi bahan bakar dan umur ekonomis kendaraan yang lebih baik, sekaligus memperkuat kenyamanan dan keselamatan yang menjadi standar layanan Bluebird.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |