Liputan6.com, Jakarta Ibunda Prada Lucky, Septiana Paulina Mirpey mengungkap fakta baru dari sang anak dalam mengejar mimpi menjadi TNI. Paulina mengatakan, Prada Lucky sudah lama mendambakan menjadi tentara. Dia bercerita, sang anak sudah 8 kali ikut tes masuk TNI.
"Saya sakit hati, saya hancur hati saya. Kalian bikin seperti ini," kata Paulina kepada wartawan, Jumat (8/8/2025).
Namun, hati Paulina hancur karena mimpi yang idam-idamkan Prada Lucky menjadi TNI justru membuatnya merenggang nyawa akibat disiksa seniornya di barak.
"Ini yang terakhir, di umur terakhir. Dia untuk tes, dia lolos. Saya perasaan tidak enak," ujar Paulina.
Paulina berderai tangis saat menceritakan detik-detik anaknya kesakitan usai disiksa para seniornya di barak militer.
Dia datang saat kondisi Prada Lucky sudah tak sadarkan diri. Dia hanya bisa mengerang kesakitan.
"Bisik di telinga, saya bilang, Lucky, mama sudah datang. Mama sudah datang. Lucky kan minta mama datang lagi. Mama sudah datang. Dia dengar, langsung dia berontak," tutur dia.
Prada Lucky Chepril Saputra Namo (23), prajurit TNI AD meninggal dunia setelah 3 hari dirawat intensif di ruang ICU RSUD Aeramo, Kecamatan Aesesa, Rabu (6/8/2025). Dia diduga mengalami penganiayaan oleh seniornya.
Badan Prada Lucky Penuh Luka
Paulina menyaksikan langsung kondisi anaknya hanya bisa terbaring di atas kasur rumah sakit. Badannya penuh luka.
"Di tangan, di kaki, di badan, di belakang. Semua ada (luka)," kata sang bunda.
Sepriana juga cerita bahwa Prada Lucky sempat cerita ke mama angkatnya saat pertama kali disiksa oleh para seniornya di markas tentara.
"Dia bilang, mama saya dicambuk. Dia lari ke bawah, ke mama angkatnya, ke badannya telah hancur semua. Dari tangan dua-dua, kaki, belakang," jelas Sepriana.
Saat itu, Prada Lucky mengaku tengah disiksa oleh para seniornya. Dia tak terima, sang anak kebanggaannya tersebut disiksa hingga tewas. Apalagi, tak mudah bagi Lucky untuk menjadi seorang prajurit TNI.
Prada Lucky Baru 3 Bulan jadi TNI
Keluarga kaget mendengar kabar Prada Lucky tewas usai dianiaya seniornya. Prajurit TNI AD itu bertugas di Batalyon TP 834 Wakanga Mere, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Penuturan paman korban, Rafael Davids, keponakannya itu baru hitungan bulan menjadi prajurit TNI. "Prajurit baru dan pelantikannya bulan Juni," kata Davids kepada wartawan, Kamis (7/8/2025).
Menurutnya, Lucky beberapa waktu lalu sempat pulang ke Kupang untuk mengadakan syukuran dengan keluarga dan teman-temannya. Kemudian tanggal 5 Juni, kembali ke kompi.
Rafael menambahkan, Prada Lucky dikenal sosok baik. Meski pendiam, tetapi tidak angkuh. "Tidak sombong apa segala, tidak anak ini," kenangnya.
Menurutnya, Rafael anak kedua dari empat bersaudara. Dia memiliki kakak perempuan dan dua adik laki-laki yang masih kecil.