Liputan6.com, Jakarta Kasus penganiayaan senior kepada junior berujung maut di internal TNI masih terjadi. Terbaru adalah meninggalnya Prada Lucky Chepril Saputra Namo (23).
Korban meninggal setelah diduga dianiaya oleh sejumlah seniornya di barak Batalyon Teritorial Pembangunan 834 Waka Nga Mere, Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Prada Lucky baru dua bulan berdinas setelah dilantik. Dia meninggal dunia pada Rabu, 6 Agustus 2025, setelah menjalani perawatan intensif di RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo.
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad), Brigjen Wahyu Yudhayana menegaskan empat prajurit ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kematian Prada Lucky.
Keempat tersangka tersebut adalah Pratu AA, Pratu EDA, Pratu PNBS, dan Pratu ARR. Mereka sebelumnya telah ditahan di Ruang Sel Tahanan Subdenpom IX/1-1 Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur, untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
"20 orang terperiksa, sudah ditentukan penetapan 4 tersangka,” kata Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad), Brigjen Wahyu Yudhayana.
Kematian korban meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sekaligus menambah daftar panjang kasus kekerasan maut senior kepada junior.
Berdasarkan informasi yang dirangkum Liputan6.com, berikut empat kasus serupa penganiayan maut senior kepada junior di lingkungan TNI:
Prada Mar Sandi
Prajurit Kompi Senapan C Yonif 11 Brigif 3 Pasmar 3, Sorong, Papua Barat, Prada Mar Sandi Darmawan meninggal karena dianiaya oleh beberapa seniornya.
Awal peristiwa penganiayaan terjadi pada Kamis (7/7/2022) di Barak Kompi C Yonif 11 Mar.
Saat itu, korban diduga mencuri ATM milik teman satu angkatan di Barak Kompi C Yonif 11 Mar, sehingga dianiaya oleh senior yang berjumlah enam orang.
Sejak pengeroyokan dan pemukulan terjadi hingga Jumat (15/7/2022), korban dirawat secara intensif di Barak Kompi C oleh para seniornya. Namun, karena kondisi semakin memburuk, korban dibawa ke Barak Kompi Koarmada III dan dirujuk ke Rumah Sakit TNI Angkatan Laut (RSAL) dr. Oetojo Kota Sorong.
Jumat petang, sekitar pukul 20.00 WIT, Prada Mar Sandi Darmawan dievakuasi ke Ruang UGD RSAL dr. Oetojo Kota Sorong dengan menggunakan mobil ambulans Pasmar 3.
Korban sempat mendapatkan perawatan medis oleh dokter jaga, Ravensca, hingga dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu (16/7) pukul 19.57 WIT.
Jenazah Prada Mar Sandi Darmawan diberangkatkan dengan menggunakan pesawat Lion Air dan diserahkan kepada orang tuanya di Dusun Bilia'an, Desa Montok, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur.
Prada Map
Prajurit Yonif 614/Raja Pandita (Rjp) Malinau, Prada MAP meninggal usai dianiaya oleh dua seniornya. Kejadian ini berlangsung pada Bulan November 2022.
Saat itu, Kapendam VI/Mulawarman Kolonel Inf Taufik Hanif menjelaskan kedua pelaku adalah Pratu AH dan Pratu MF, anggota Kipan E Yonif 614/Rjp.
Kasus penganiayaan bermula dari tindakan Prada MAP yang keluar kesatrian Yonif 614/Rjp tidak melaksanakan prosedur perizinan kepada siapapun.
"Akibat tindakannya tersebut Prada MAP mendapat tindakan dari 2 orang seniornya yaitu Pratu AH dan Pratu MF, dengan tindakan berendam di kolam, guling dan pemukulan," jelas Taufik.
Akibat dari pukulan tersebut, Prada MAP tidak sadarkan diri. Selanjutnya Prada MAP dibawa ke Poliklinik Yonif 614/Rjp.
Dikarenakan yang bersangkutan tidak kunjung sadar, Dokter Yonif 614/Rjp menyarankan untuk dievakuasi menuju RSUD Malinau.
Tiba di UGD RSUD Malinau Prada MAP langsung ditangani oleh dr Indy, Dokter yang bertugas di UGD RSUD Malinau. Prada MAP dinyatakan meninggal dunia dengan analisa gagal pada pernapasan pada Sabtu, 5 November 2022, sekitar pukul 12.25 Wita.
Prada Muhammad Indra Wijaya
Anggota TNI Angkatan Udara (AU) berpangkat Prajurit Dua (Prada), Muhammad Indra Wijaya tewas dianiaya seniornya saat bertugas di Markas Komando Operasi Udara III (Makoopsud III) Biak, Papua, pada 19 November 2022 lalu.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (Kadispen AU) saat itu, Marsma TNI Indan Gilang Buldansyah mengungkap, motif penganiayaan terhadap Indra karena pembinaan dari senior. Empat prajurit ditetapkan sebagai tersangka.
Prada Muhammad Indra Wijaya dilaporkan meninggal di rumah Sakit Lanud Manua Biak, setelah sebelumnya pingsan di mess tamtama Tiger Makoopsud III Biak.
Prada MZR
Prajurit TNI Batalyon Zeni Tempur 4/TK, Prada MZR meninggal dunia usai dianiaya dua seniornya di markas Yonzipur 4/TK di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah (Jateng).
Kejadian berlangsung pada Kamis 30 November 2023. Korban dianiaya oleh dua prajurit TNI senior, yakni Pratu W dan Pratu D.
Kejadian tersebut bermula ketika para senior di satuan tersebut mengumpulkan para junior dalam kegiatan pendisiplinan fisik. Di situ, terjadi penganiayaan.
Korban Prada MZR sempat dibawa ke RSUD dr Gunawan Mangunkusumo, tetapi sesampainya di rumah sakit, korban asal Kabupaten Demak itu meninggal dunia.
Dalam perakara ini, enam prajurit ditetapkan sebagai tersangka. Mereka adalah Pratu N, Pratu W , Pratu D, Pratu YB, Pratu M, Pratu B dan Prada M.