Siswa di Lumajang Terkena Peluru Nyasar di Sekolah, Proyektor Bersarang di Paha

3 days ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Seorang siswa MTsN 1 Lumajang, Jawa Timur (Jatim) berinisial NS (14) menjadi korban peluru nyasar saat sedang bersantai bersama rekan-rekannya di koridor lantai dua gedung asrama sekolah.

Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 10.000 WIB. Berdasarkan keterangan kepolisian, korban saat itu sedang berbincang dengan tiga temannya. Tiba- tiba, suara letusan yang diduga berasal dari senapan terdengar di udara, disusul jeritan kesakitan dari NS.

"Korban tiba-tiba mendengar suara letusan dan seketika merasakan nyeri hebat di paha kirinya yang mulai mengeluarkan darah," ujar Kapolsek Lumajang Kota Iptu Edy Kuswanto, Kamis (5/2/2026).

Pihak sekolah segera melarikan remaja asal Desa Lempeni tersebut ke RSUD dr. Haryoto Lumajang. Hasil pemeriksaan medis di ruang IGD mengonfirmasi temuan yang mengkhawatirkan, sebutir Proyektor peluru tertanam di paha bagian kiri korban.

"Korban harus menjalani operasi pengkatan proyektil peluru di paha kirinya di RSUD dr. Haryoto," terang Edy.

Hingga saat ini, Tim Satreskrim Polres Lumajang tengah bekerja ekstra untuk memecahkan misteri asal-usul peluru tersebut. Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) telah dilakukan untuk menentukan sudut tembakan dan jenis senjata yang digunakan.

"Kami masih mendalami kasus ini secara intensif. Fokus kami adalah mengumpulkan keterangan saksi dan bukti fisik di lapangan untuk mengungkap dari mana arah peluru itu berasal dan jenis senjata apa yang digunakan," tegas Iptu Edy Kuswanto.

Kasus ini memicu kekhawatiran terkait keamanan di lingkungan pendidikan dan penggunaan senjata api maupun senapan angin di area pemukiman padat penduduk.

Kronologi Siswa SMP di Kalbar Lempar Molotov di Dekat Sekolah, Pelaku Balas Dendam karena Dibully

Sebelumnya, pelajar SMP Negeri 3 Sungai Raya, Kalimantan Barat, diketahui melemparkan molotov di lingkungan sekolah. Peristiwa itu terjadi pada Selasa 3 Februari 2026.

Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror (AT) Polri menemukan enam bom molotov pascakejadian itu.

"Enam buah botol berisi bahan bakar minyak dan sumbu kain (bom molotov)," kata Juru Bicara Densus 88, AKBP Mayndra Eka Wardhana, dikutip dari Antara, Rabu 4 Februari 2026.

Polisi juga menemukan lima buah gas portable yang bagian sampingnya direkatkan petasan, paku, dan pisau. Ditemukan pula satu buah pisau.

Mayndra mengungkapkan bahwa pada saat kejadian, terdapat empat petasan yang meledak. Peledak itu ditujukan untuk memicu bom molotov agar meledak juga. Beruntung, bom tidak terpicu untuk meledak. Ledakan petasan itu menyebabkan satu siswa terluka.

Polisi menambahkan, pelaku pelemparan molotov tersebut bergabung dalam grup True Crime Community yang menyebarkan ideologi kekerasan.

"Yang bersangkutan tertarik dengan konten-konten kekerasan," ujarnya.

Lemparan Molotov Picu Api, Motif Balas Dendam karena Dibully

Sebelumnya, Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade menjelaskan, pelaku datang ke lingkungan sekolah dan melemparkan botol berisi bahan bakar yang memicu percikan api dan kepulan asap.

Beruntung, pihak sekolah bersama warga sekitar sigap melakukan penanganan awal sehingga api cepat dipadamkan dan tidak merambat ke bangunan utama maupun ruang kelas.

Personel Polsek Sungai Raya langsung mengamankan lokasi, sementara Tim Inafis Satreskrim Polres Kubu Raya mengumpulkan barang bukti untuk kepentingan penyelidikan.

Polisi memastikan situasi keamanan di sekolah sudah terkendali dan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan dengan pengawasan aparat.

Mayndra menambahkan, anak tersebut merupakan korban perundungan dan memiliki keinginan untuk balas dendam terhadap teman-temannya yang kerap kali melakukan perundungan terhadapnya. Selain itu, sang anak juga diduga kuat menghadapi masalah keluarga.

Balas dendam itu kemudian dilampiaskan dengan melakukan aksi kekerasan di sekolah.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |