Sektor Saham Ini Bakal jadi Penopang IHSG pada 2026

15 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Kinerja pasar saham Indonesia diprediksi tetap positif pada 2026. Hal itu akan didukung tren pasar yang positif, prospek pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan potensi keselarasan kebijakan moneter dan fiskal. Seiring hal itu, PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia memprediksi IHSG dapat tembus posisi 10.500.

Chief Economist & Head of Research Mirae Asset menuturkan, IHSG menunjukkan tren positif sejak awal 2026, melanjutkan momentum dari tahun sebelumnya.

"Menariknya penguatan IHSG pada awal 2026 terjadi di tengah data ekonomi yang relatif kurang menggembirakan, mulai dari inflasi Desember yang tinggi, surplus neraca perdagangan yang lebih rendah, hingga defisit fiskal yang melebar akibat penerimaan pemerintah yang masih lemah,” kata Rully seperti dikutip dari keterangan resmi, ditulis Sabtu (17/1/2026).

Tekanan eksternal juga masih membayangi pasar keuangan domestik. Sentimen risk-off global mendorong penguatan indeks dolar Amerika Serikat (DXY) yang berdampak pada depresiasi nilai tukar rupiah. “Rupiah bahkan pertama kalinya ditutup di atas level 16.800 per dolar AS sejak April 2025,” kata dia.

 Kondisi itu membuat ruang pelonggaran kebijakan moneter menjadi semakin terbatas. Kombinasi inflasi yang tinggi dan depresiasi Rupiah menyebabkan Bank Indonesia memiliki ruang yang sangat sempit untuk menurunkan suku bunga pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) 20–21 Januari 2026.

"Dalam jangka pendek, arah kebijakan moneter akan sangat berhati-hati. Namun, pasar saham tetap bergerak positif karena pelaku pasar melihat prospek ekonomi yang lebih baik ke depan, terutama jika kebijakan moneter dan fiskal dapat diselaraskan,” ujar Rully.

Sentimen Jangka Panjang

Dia menuturkan, dalam jangka menengah, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan meningkat menjadi 5,3% pada 2026, dibandingkan sekitar 5,1% pada 2025. Momentum ini akan sangat bergantung pada efektivitas kebijakan fiskal dalam mendorong belanja produktif dan menjaga keberlanjutan pertumbuhan.

"Keselarasan kebijakan moneter dan fiskal akan menjadi salah satu faktor kunci yang mendukung target IHSG 10.500. Jika likuiditas terjaga dan stimulus fiskal berjalan efektif, pasar akan memiliki fondasi yang lebih kuat,” ia menambahkan.

Untuk jangka panjang, konsistensi kebijakan dan kepastian arah ekonomi akan memperkuat kepercayaan investor. Dari sisi sektoral, penguatan IHSG sejak awal tahun didorong saham-saham komoditas dan pertambangan antara lain AMMN, BUMI, BYAN, dan BRMS, dengan potensi berlanjut seiring penguatan harga komoditas, khususnya emas, di tengah ketidakpastian geopolitik.

"Selain komoditas, sektor telekomunikasi dan infrastruktur telekomunikasi juga berpotensi menjadi pendorong IHSG, didukung oleh pertumbuhan ekonomi digital dan kebutuhan investasi jaringan yang berkelanjutan,” ujar Rully.

Dengan kombinasi tren pasar yang positif, prospek pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, serta potensi keselarasan kebijakan moneter dan fiskal, Mirae Asset tetap bullish dan optimistis terhadap kinerja pasar saham Indonesia pada 2026

IHSG Sentuh Rekor Tertinggi Baru, Sektor Saham Ini jadi Penopang

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa pada perdagangan saham Kamis, (15/1/2026). Jelang libur panjang, IHSG hari ini menguat di tengah sektor saham industri pimpin koreksi dan sektor saham keuangan melesat.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup melonjak 0,47% ke posisi 9.075,40. IHSG hari ini kembali mencetak rekor tertinggi baru dari perdagangan kemarin yang ditutup 9.032,58.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, pergerakan IHSG masih berada di fase uptrendnya dan secara teknikal dalam jangka pendek sudah mencapai target di 9.100.

"Penguatan IHSG ini juga terjadi di tengah pelemahan market global dan nilai tukar Rupiah terhadap USD,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.

Sektor Saham

Ia menambahkan, dari sektoral dapat dicermati sektor perbankan, khususnya kapitalisasi pasar besar, mendorong pergerakan IHSG disusul oleh sektor consumer cyclical.

“Secara teknikal, pergerakan IDX Finance masih berada di fase uptrendnya dan mampu menembus area MA20, pergerakannya pun masih didominasi oleh volume pembelian. Dari sisi sentimen kami perkirakan terdapat adanya katalis dari dividen, kemudian adanya ekpektasi valuasi emiten-emiten perbankan yang dianggap murah dengan kinerja yang masih terjaga dan bertumbuh,” ujar dia.

Pada Kamis pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 9.100,82 dan level terendah 9.0040,99. Sebanyak 339 saham menguat sehingga angkat IHSG. Namun, 331 saham melemah sehingga bebani IHSG. 133 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 3.373.647 kali dengan volume perdagangan saham 50,6 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 28,1 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.880. Kapitalisasi pasar menyentuh Rp 16.511 triliun.

Sektor Saham

Sektor saham bervariasi pada perdagangan Kamis pekan ini. Sektor saham industri terpangkas 2,31% dan catat penurunan terbesar. Sektor saham transportasi melemah 0,97%, dan sektor saham basic melemah 0,76%.

Selain itu, sektor saham energi merosot 0,21%, sektor saham kesehatan terpangkas 0,18%, sektor saham properti turun 0,43%.

Di sisi lain, sektor saham consumer nonsiklikal naik 0,20%, sektor saham consumer siklikal bertambah 1,15%, sektor saham keuangan menanjak 1,14%. Lalu sektor saham teknologi mendaki 0,58% dan sektor saham infrastruktur naik 0,13%.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |