Sampoerna Agro (SGRO) Dijual kepada Anak Usaha Posco International

1 week ago 22

Liputan6.com, Jakarta - Pemegang saham pengendali PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) yakni Twinwood  Family Holdings Limited telah melepas keseluruhan kepemilikan saham SGRO kepada anak usaha Posco International pada Rabu, 19 November 2025.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (20/11/2025), PT Sampoerna Agro Tbk telah menerima pemberitahuan dari Twinwood Family Holdings Limited seiring terjadi pengambilalihan seluruh saham SGRO milik Twinwood sebesar 1.195.217.500 atau setara 65,72% dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh pada perseroan pada 19 November 2025 oleh AGPA Pte Ltd.

Adapun AGPA Pte Ltd merupakan anak perusahaan dari Posco International Corporation. AGPA adalah perusahaan induk untuk investasi kelapa sawit yang berencana untuk akuisisi lebih banyak perkebunan kelapa sawit dan berinvestasi di pabrik-pabrik yang menyuling minyak sawit dan memproduksi biofuel.

 AGPA Pte Ltd didirikan di Singapura pada November 2021 oleh Posco International dan sepenuhnya dimiliki oleh Posco International.

Perseroan menyebutkan, berdasarkan pemberitahuan, pengambilalihan tunduk pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 9/POJK.04/2018 tentang pengambilalihan perusahaan terbuka (POJK Nomor 9/2018), setelah pengambilalihan, pembeli dalam hal ini AGPA Pte Ltd akan melaksanakan penawaran tender wajib sebagaimana diwajibkan oleh POJK Nomor 9/2018.

Seiring pengambilalihan saham SGRO milik Twinwood Family Holdings Limited tersebut, AGPA Pte Ltd menjadi pemegang saham pengendali baru Sampoerna Agro.

Adapun pemegang saham Sampoerna Agro sebelumnya berdasarkan data BEI antara lain Twinwood Family Holdings Limited sebesar 65,72% dan masyarakat sebesar 34,27%.

Transaksi Saham SGRO Sentuh Rp 9,4 Triliun di Pasar Negosiasi

Sebelumnya, transaksi harian saham PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) tembus Rp 9,4 triliun di pasar negosiasi pada perdagangan saham Rabu, (9/11/2025).

Mengutip data RTI, di pasar negosiasi, harga saham SGRO melonjak 108,25% ke posisi Rp 7.903 per saham.Saham SGRO ditransaksikan sebanyak dua kali dengan volume perdagangan 11.952.175 saham. Harga saham SGRO ditransaksikan di level tertinggi dan terendah Rp 7.903 per saham.

Sementara itu, di pasar regular, saham SGRO ditransaksikan melonjak 19,92% ke posisi Rp 7.225 per saham. Harga saham SGRO dibuka naik 175 poin ke posisi Rp 6.200 per saham. Saham SGRO berada di level tertinggi Rp 7.225 dan level terendah Rp 6.200 per saham. Total frekuensi perdagangan 5.876 kali dengan volume perdagangan 12.211.990 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 9,6 triliun.

Berdasarkan data google finance, harga saham SGRO melompat 24,03% ke posisi Rp 7.225 per saham dalam lima hari terakhir. Secara year to date (ytd), harga saham SGRO terbang 242,42%.

Sementara itu, pada sesi kedua, IHSG naik 0,37% ke posisi 8.392. Indeks saham LQ45 melompat 0,56% ke posisi 847,06. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.

Pada sesi kedua, IHSG berada di level tertinggi 8.426,63 dan level terendah 8.375,57. Sebanyak 344 saham menguat dan 287 saham melemah. 180 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 1.685.133 kali dengan volume perdagangan 33,8 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 23,3 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.701.

Emiten SGRO Akan Lepas Kepemilikan Saham di National Sago Prima

Sebelumnya, PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) melalui anak usahanya PT Sampoerna Bio Fuels dan PT Sungai Menang melepas saham di PT National Sago Prima (NSP).

Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Senin (22/9/2025), PT Sampoerna Bio Fuels (SBF) dan PT Sungai Menang (SM) akan mengalihkan seluruh kepemilikan sahamnya pada NSP yang mewakiliki 100% dari modal ditempatkan dan disetor pada NSP.

Kepemilikan saham SBF pada NSP adalah 2.829.700 saham yang mewakili 99,65% dari modal ditempatkan dan disetor pada NSP. Sedangkan kepemilikan saham SM pada NSP adalah 9.800 saham yang mewakili 0,35% dari modal ditempatkan dan disetor penuh pada NSP.

Adapun SBF dan SM merupakan entitas anak dari SGRO dengan kepemilikan SGRO di kedua entitas anak sebesar 99,99%.

“Rencana pengalihan saham SBF dan SM pada National Sago Prima tidak menimbulkan dampak terhadap kinerja operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha Perseroan,” tulis Corporate Secretary PT Sampoerna Agro Tbk, Eris Ariaman dalam keterbukaan informasi BEI.

Adapun rencana pengalihan saham SBF dan SM pada NSP akan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |