Saham Nvidia Anjlok Hampir 3 Persen, Reli Pascakinerja Kuat Langsung Menguap

1 week ago 16

Liputan6.com, Jakarta - Saham Nvidia kembali mendapat sorotan setelah mencatat pergerakan volatil pada perdagangan Kamis. Padahal, raksasa chip kecerdasan buatan (AI) asal Amerika Serikat itu sebelumnya sempat melonjak hingga 5 persen berkat laporan kinerja kuartal III yang jauh melampaui ekspektasi.

Namun, reli tersebut tak bertahan lama. Menjelang penutupan, saham Nvidia justru berbalik arah dan ditutup melemah hampir 3 persen.

Dikutip dari CNBC, Jumat (21/11/2025), pada laporan yang dirilis Rabu malam, Nvidia mencatat pendapatan melonjak 62 persen secara tahunan menjadi USD 57,01 miliar. Perusahaan juga memberikan proyeksi penjualan kuartal IV yang lebih tinggi dari perkiraan pasar.

CEO Nvidia Jensen Huang menegaskan bahwa prospek industri AI masih sangat kuat meski banyak pihak menyebut adanya potensi gelembung.

“Dari sudut pandang kami, kami melihat sesuatu yang sangat berbeda,” ujarnya.

Meski banyak analis menilai laporan tersebut positif, sejumlah analis seperti Ross Seymore dari Deutsche Bank menilai harga saham Nvidia saat ini sudah “fairly valued” sehingga ruang kenaikan terbatas. Aksi ambil untung dan tekanan pasar yang lebih luas diduga menjadi pemicu pelemahan saham.

Saham Sektor AI Ikut Terseret Turun

Laporan kuartal Nvidia yang kuat sempat mengerek sentimen pasar, terutama pada saham-saham yang masuk dalam ekosistem AI. Sejumlah emiten seperti Advanced Micro Devices (AMD), Broadcom, hingga perusahaan penyedia infrastruktur listrik seperti Eaton ikut terdongkrak sesaat setelah laporan Nvidia dirilis.

Namun, tren tersebut tak bertahan lama. Seiring pasar berbalik melemah, saham-saham di sektor AI ikut terseret turun. Tekanan pasar belakangan ini dipicu kekhawatiran valuasi yang dinilai terlalu tinggi, pembiayaan utang, hingga potensi depresiasi chip AI.

Analis dari Quilter Cheviot, Ben Barringer, mengatakan Nvidia memberikan dua sinyal positif: margin kotor yang kuat dan pernyataan manajemen yang menangkis hampir semua kekhawatiran investor. Nvidia juga menyinggung faktor-faktor penting seperti permintaan dari hyperscaler, kebutuhan model AI baru, permintaan dari OpenAI dan Anthropic, hingga tren enterprise dan sovereign AI.

Keterbatasan Pasokan Chip

Dalam paparan kinerja, Nvidia turut membahas sejumlah isu yang selama ini membayang-bayangi industri chip, termasuk keterbatasan pasokan, pembiayaan vendor, hingga dinamika pasar China. Barringer menilai Nvidia telah “memanggil satu per satu semua ‘gajah di ruangan’ dan memberikan perspektif yang sangat jelas.”

Dampak optimisme Nvidia sempat dirasakan di pasar Asia. Pada perdagangan Kamis, saham-saham chip Asia turut menguat, dipimpin Samsung Electronics dan Hon Hai Precision Industry (Foxconn). Penguatan ini mencerminkan besarnya peran Nvidia sebagai barometer penting bagi industri AI global.

Meski begitu, volatilitas yang terjadi menunjukkan bahwa pasar masih sensitif terhadap sentimen jangka pendek. Kinerja kuat saja tidak cukup menahan tekanan jika pasar sedang berada dalam fase risk-off. Investor kini menunggu perkembangan lebih lanjut, termasuk arah kebijakan suku bunga dan prospek permintaan chip AI menjelang akhir tahun.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |