Saham Berkshire Hathaway Merosot Usai Warren Buffett Tak Lagi Jabat CEO

4 days ago 12

Liputan6.com, Jakarta - Saham Berkshire Hathaway merosot pada perdagangan Jumat, 2 Januari 2025. Koreksi harga saham Berkshire Hathaway terjadi seiring investor mencerna setelah berakhirnya masa jabatan Warren Buffett setelah enam dekade menjabat sebagai Chief Executive Organization (CEO) dan dimulainya era baru di bawah penerusnya Greg Abel.

Mengutip CNBC, Sabtu (3/1/2025), saham kelas A Berkshire Hathaway turun 1,4% pada hari pertama Greg Abel sebagai CEO. Hal ini seiring penyerahan resmi peran Buffett dan berakhirnya salah satu masa kepemimpinan paling bersejarah dalam sejarah perusahaan.

Konglomerat yang berbasis di Omaha ini mengakhiri tahun 2025 dengan kenaikan  saham 10,9%, tertinggal dari kenaikan S&P 500 sebesar 16,4% tetapi menandai tahun ke-10 berturut-turut dengan pengembalian positif. Buffett, 95 tahun, tetap menjabat sebagai chairman dan telah berupaya meyakinkan pemegang saham bahwa masa depan Berkshire meluas jauh melampaui masa jabatannya.

"Saya pikir, perusahaan ini memiliki peluang lebih besar untuk tetap ada 100 tahun dari sekarang daripada perusahaan mana pun yang dapat saya pikirkan,” kata Buffett dalam wawancara khusus dengan CNBC.

Abel mengambil alih kepemimpinan Berkshire saat perusahaan tersebut memiliki kas sebesar $381,6 miliar pada akhir September, setelah periode penjualan ekuitas bersih yang panjang. Buffett mengatakan Abel akan memiliki wewenang akhir atas keputusan alokasi modal.

"Greg akan menjadi penentu keputusan,” kata Buffett.

"Saya tidak bisa membayangkan seberapa banyak yang dapat ia capai dalam seminggu dibandingkan dengan yang dapat saya lakukan dalam sebulan.... Saya lebih suka Greg mengelola uang saya daripada penasihat investasi top atau CEO top mana pun di Amerika Serikat.”

Kinerja Saham Berkshire Hathaway

Saham Berkshire tertinggal dari pasar yang lebih luas setelah Buffett mengumumkan pengunduran dirinya pada Mei, karena beberapa investor mempertimbangkan apakah Abel dapat mengawasi bisnis operasional dan portofolio ekuitas konglomerat yang luas dengan sentuhan yang sama, sambil tetap membenarkan valuasi premium.

Buffett pergi dengan rekor yang tak tertandingi. Setelah mengambil alih kendali Berkshire pada pertengahan 1960-an, ia mengubah perusahaan tekstil yang sedang kesulitan menjadi perusahaan raksasa yang terus berkembang.

Dari 1964 hingga 2024, Berkshire membukukan keuntungan tahunan gabungan sebesar 19,9%, hampir dua kali lipat dari S&P 500 yang sebesar 10,4%, menghasilkan pengembalian keseluruhan lebih dari 5,5 juta persen.

Warren Buffett Fokus Filantropi Setelah Mundur sebagai CEO Berkshire Hathaway

Sebelumnya, investor legendaris Warren Buffett, yang dijuluki 'Oracle of Omaha' akan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai CEO Berkshire Hathaway pada akhir tahun 2025. Keputusan ini menandai babak baru bagi konglomerat investasi tersebut.

Meskipun akan 'berdiam diri' dari hiruk pikuk surat tahunan kepada pemegang saham yang telah menjadi tradisinya sejak 1965, Buffett tidak akan sepenuhnya meninggalkan panggung bisnis. Ia berencana untuk tetap mengirimkan pesan Thanksgiving tahunan dan, yang terpenting, meningkatkan kegiatan filantropinya secara signifikan. Demikian mengutip CNN, Jumat (14/11/2025).

Pengunduran diri ini telah lama dinanti, mengingat usianya yang akan menginjak 95 tahun pada November 2025. Rencana suksesi di Berkshire Hathaway sendiri sudah jelas, Greg Abel ditunjuk sebagai penerusnya. Langkah ini menegaskan komitmen Buffett terhadap keberlanjutan perusahaan yang telah ia pimpin selama enam dekade.

Janji Warren Buffett

Saat ini, Warren Buffett masih aktif menjabat sebagai CEO Berkshire Hathaway. Meski usia di atas 90 tahun, ia tetap bekerja di kantor lima hari seminggu, menunjukkan vitalitas dan komitmennya yang tak tergoyahkan.

Setelah pengunduran dirinya, Warren Buffett berjanji untuk meningkatkan kegiatan filantropinya. Ia akan menyumbangkan hampir seluruh saham Berkshire Hathaway yang masih dimilikinya, senilai USD 149 miliar atau sekitar Rp 2.491 triliun, kepada empat yayasan keluarganya.

Langkah ini merupakan kelanjutan dari misi filantropinya yang sudah lama berjalan. Buffett dikenal sebagai seorang dermawan yang telah berjanji untuk menyumbangkan sebagian besar kekayaannya untuk amal. Konversi 1.800 lembar saham Berkshire Hathaway menjadi saham kelas B senilai USD 1,35 miliar (sekitar Rp 22,5 triliun) baru-baru ini menjadi simbol percepatan dalam misi tersebut.

Meskipun akan 'berdiam diri' dari penulisan surat tahunan, Buffett akan tetap mengirimkan pesan Thanksgiving. Selain itu, kecintaannya pada membaca dan belajar, yang telah menjadi rahasia suksesnya selama ini, kemungkinan besar akan terus menjadi bagian dari rutinitas hariannya, memungkinkan ia untuk terus mengasah pemikirannya.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |