Liputan6.com, Jakarta - Di tengah harga saham empat bank jumbo (big four) melandai sepanjang 2025, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) justru menjadi satu-satunya yang masih mencatatkan penguatan secara year-to-date (YTD).
Konsensus analis menilai kombinasi fundamental yang kokoh, valuasi yang relatif rendah, serta prospek perbaikan margin menjadi alasan utama performa positif saham BBNI tahun ini.
Dalam riset terbarunya, Analis Bahana Sekuritas, Razqi M. Kurniawan, menilai BNI tengah memasuki fase transformasi profitabilitas jangka panjang yang lebih berkelanjutan setelah melewati proses de-risking portofolio selama beberapa tahun terakhir.
"BBNI kini siap mentransformasi model profitabilitasnya menjadi lebih berkelanjutan, ditopang profil risiko yang lebih kuat dan posisi yang baik untuk menangkap peluang pembiayaan korporasi,” tulis Razqi dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (20/11/2025).
Ia menilai tingkat credit cost yang saat ini stabil di sekitar 1% merupakan hasil konsistensi mitigasi risiko selama lima tahun terakhir, dan berpotensi turun hingga 0,9% pada 2027.
Bahana memproyeksikan penyaluran kredit BNI akan tumbuh sekitar 9% per tahun dalam tiga tahun mendatang, dengan pembiayaan korporasi tetap menjadi motor utama.
Secara YTD, saham BBNI naik 2,53% ke Rp 4.460 pada penutupan perdagangan 18 November 2025, dari posisi akhir tahun lalu Rp 4.350.
Sebaliknya, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) terkoreksi 15,96% ke Rp 4.790, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) turun 2,7% ke Rp3.970.
Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) juga melemah 13,17% menjadi Rp8.400 per saham.
Dengan capaian tersebut, BBNI menjadi satu-satunya saham bank besar yang berhasil membukukan capital gain pada 2025, dan kembali memperlihatkan kekuatan fundamental perseroan serta potensi revaluasi positif.
Valuasi Saham Masih Paling Rendah
Dari sisi valuasi, BBNI masih mencatatkan rasio harga terhadap nilai buku (price to book value/PBV) yang paling rendah di kelompok bank besar. Data konsensus menyebut PBV BBNI sekitar 0,9 kali, di bawah BMRI (1,4 kali), BBRI (2,2 kali), dan BBCA (3,6 kali).
Valuasi rendah tersebut menunjukkan saham BBNI masih diperdagangkan dengan diskon dan memiliki ruang kenaikan harga lebih besar dibanding para kompetitornya.
Seiring performa operasional yang solid, potensi kenaikan harga saham (upside) masih terbuka jika pasar kembali menilai fundamental perbankan secara positif pada akhir 2025 hingga awal 2026.
Pada sembilan bulan pertama 2025, BNI membukukan laba bersih Rp15,11 triliun dengan pertumbuhan kredit 10,5% YoY. Rasio kredit terhadap DPK (LDR) berada di 86,9% yang menandakan ruang penyaluran kredit masih lebar.
Cost of fund turun menjadi 2,8%, lebih rendah dibanding sebagian besar bank besar lain, sementara pendapatan berbasis biaya (fee based income) tumbuh 11,5% YoY. Namun margin bunga bersih (NIM) turun menjadi 3,8%.
Konsensus analis menyebut valuasi diskon, pendanaan efisien, serta peningkatan kualitas aset sebagai faktor utama pendorong kinerja BNI ke depan.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
Kinerja Kuartal III 2025
Sebelumnya, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menutup kuartal III 2025 dengan capaian keuangan yang tetap solid di tengah tantangan ekonomi global. Penguatan fundamental, efisiensi pendanaan, serta kematangan transformasi digital menjadi faktor utama yang menjaga ketahanan dan pertumbuhan berkelanjutan perseroan.
BNI mencatat laba bersih konsolidasi sebesar Rp 15,12 triliun hingga akhir September 2025. Pencapaian ini mencerminkan keberhasilan transformasi serta kemampuan menjaga profitabilitas jangka panjang dengan tata kelola yang prudent.
BNI mempertahankan rasio permodalan yang kuat dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 21,1% dan Tier-1 Capital yang solid. Tingkat likuiditas juga terjaga aman, tercermin dari Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 86,9%, Liquidity Coverage Ratio (LCR) 167,4%, dan Net Stable Funding Ratio (NSFR) 142,1%.
Kualitas aset tetap terkelola dengan baik, di mana rasio kredit bermasalah (NPL gross) berada di level 2,0%, dan Loan at Risk (LAR) turun menjadi 10,4%. Capaian ini mencerminkan keberhasilan penerapan manajemen risiko dan strategi ekspansi bisnis yang selektif serta berorientasi pada prinsip kehati-hatian.
Portofolio Kredit Sehat dan Berimbang
Direktur Finance & Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena menjelaskan bahwa hingga akhir September 2025, penyaluran kredit tumbuh 10,5% secara tahunan (YoY) menjadi Rp 812,2 triliun. Pertumbuhan ini merata di seluruh segmen, menandakan portofolio kredit yang semakin sehat dan seimbang.
"Pertumbuhan kredit BNI kini lebih seimbang di seluruh segmen, baik korporasi, menengah, maupun UMKM. Hal ini menunjukkan efektivitas strategi pembiayaan kami dalam menjaga kualitas aset sekaligus mendorong pertumbuhan sektor produktif," ujar Paolo.
Peningkatan Pembiayaan
Kredit korporasi naik 12,4% YoY menjadi Rp 450,7 triliun, didukung peningkatan pembiayaan untuk korporasi swasta, BUMN, dan institusi. Kredit segmen menengah tumbuh 14,3% YoY, sedangkan kredit UMKM non-KUR meningkat 13,9% YoY menjadi Rp 46,3 triliun. Segmen konsumer juga mencatatkan kenaikan 9,6% YoY menjadi Rp 150,2 triliun, ditopang pembiayaan KPR, pinjaman personal, dan kartu kredit.
Kolaborasi dengan anak perusahaan turut memperkuat ekosistem bisnis BNI. Kredit usaha di level grup tumbuh 15,3% YoY menjadi Rp 17,4 triliun.
Untuk menjaga ketahanan keuangan, BNI memperkuat cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) yang mencapai Rp 34,7 triliun dengan rasio cakupan terhadap kredit bermasalah (NPL coverage ratio) sebesar 222,7%.
"Kami terus memperkuat kualitas portofolio kredit dan menerapkan risk-based provisioning untuk memastikan ketahanan jangka panjang," tambah Paolo.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4890640/original/051238200_1720850056-Tol_Cimangis-Cibitung_seksi_2B_bebas_Tarif_akhir_Juli-IMAM_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2408415/original/054935400_1542192174-Pasar-saham-Indonesia5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2789642/original/008140900_1556275305-FOTO_0001.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3893147/original/054077900_1641196874-20220103-Pembukaan_Awal_Tahun_2022_IHSG_Menguat-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4928004/original/097048300_1724653799-IMG-20240821-WA0438.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4220931/original/010439400_1668038510-Laba_Rugi_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2216036/original/093247000_1526473912-20180516-IHSG-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4883221/original/070679200_1720093647-20240704-IHSG-ANG_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2935917/original/056992200_1570705752-20191010-IHSG-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3020530/original/079906900_1578913890-20200113-Rupiah-Perkasa_-IHSG-Ditutup-Cerah--ANGGA-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5353942/original/046951500_1758186075-WhatsApp_Image_2025-09-18_at_11.48.23_AM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/757459/original/033309500_1414494914-l4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425676/original/079927200_1764234590-WhatsApp_Image_2025-11-27_at_15.54.43.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4803089/original/006746500_1713254942-20240416-Pembukaan_Bursa_Saham-ANG_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5182874/original/009156400_1744109077-20250408-Penutupan_IHSG-HER_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1817917/original/058473800_1514865745-20180102-IHSG-FF3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5316947/original/054787800_1755257531-WhatsApp_Image_2025-08-10_at_18.05.34__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4533604/original/083843100_1691671002-PTPP_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5204856/original/022054200_1746019299-30_april_2025-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407382/original/030331700_1762705057-Dirut_Sariguna_Primatirta__CLEO__Melisa_Patricia.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1503744/original/055901900_1486724745-20170210--IHSG-Ditutup-Stagnan--Bursa-Efek-Indonesia-Jakarta--Angga-Yuniar-01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3893145/original/056566800_1641196873-20220103-Pembukaan_Awal_Tahun_2022_IHSG_Menguat-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5308006/original/092016000_1754532950-Hyundai-Ioniq-6-facelift-Korea-6-e1754452327720.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5302333/original/037237800_1754020466-IMG-20250731-WA0140.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363858/original/020456500_1758978429-00004XTR_01383_BURST20250927170746.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3550569/original/020379800_1629871407-prison-553836_1280.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5307123/original/042222500_1754459147-IMG-20250806-WA0000.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3566688/original/041753800_1631185684-20210909-PPKM-IHSG-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5308152/original/095852800_1754537270-arenaev_001.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5299451/original/092313200_1753834571-1000012259.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362984/original/084412600_1758878600-IMG_20250926_133459.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5302665/original/076900400_1754031692-20250731_171857.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5303234/original/002591400_1754051852-WhatsApp_Image_2025-08-01_at_19.24.07.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5308100/original/050054800_1754535536-audi-brings-controller-free-in-car-airconsole-gaming-to-the-us_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5219870/original/030732300_1747234550-6b3509c8-8c66-4f8b-a4e0-2410f0c14a90.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5314624/original/007345000_1755106542-unnamed_-_2025-08-14T000834.478.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5302204/original/046165100_1754017107-IMG-20250731-WA0199.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4410634/original/016949900_1682850414-isaac-smith-6EnTPvPPL6I-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311006/original/028343100_1754811126-IMG-20250810-WA0001.jpg)