Rekomendasi Saham Hari Ini 26 November 2025: AGII, ICBP, MBMA hingga SSIA

3 days ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguat pada perdagangan saham Rabu (26/11/2025). IHSG hari ini berpeluang naik ke posisi 8.6005-8.662. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?

IHSG melemah 0,56% ke 8.521 dan disertai munculnya tekanan jual, koreksinya pun sempat menguji area supportnya.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana mengatakan, IHSG masih akan berada pada bagian dari wave (iii) dari wave [iii], sehingga IHSG masih berpeluang menguat ke rentang area 8.600-8.662.

Ia mengatakan, IHSG akan berada di level support 8.491,8.341 dan level resistance 8.578,8.616 pada perdagangan saham Rabu pekan ini.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, Herditya memilih saham PT Samator Indo Gas Tbk (AGII), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), dan PT Surya Internusa Semesta Tbk (SSIA).

Rekomendasi Teknikal

Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:

1.PT Samator Indo Gas Tbk (AGII) - Spec Buy

Saham AGII menguat 1,46% ke 1.390 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. “Saat ini, kami perkirakan AGII berada pada bagian dari wave [iii] dari wave C,” ujar Herditya.

Spec Buy: 1.350-1.375

Target Price: 1.470, 1.600

Stoploss: below 1.330

2.PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) - Buy on Weakness

Saham ICBP menguat 2,69% ke 8.575 dan masih didominasi oleh volume pembelian, penguatannya pun mampu menembus moving average (MA) 20harian. “Kami memperkirakan, posisi ICBP sedang berada di awal wave A dari wave (B),” kata dia.

Buy on Weakness: 8.350-8.500

Target Price: 8.875, 9.300

Stoploss: below 8.325

Rekomendasi Teknikal Lainnya

3.PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) - Buy on Weakness

Saham MBMA menguat 6,36% ke 585 dan disertai dengan munculnya volume pembelian, tetapi penguatannya masih tertahan oleh MA60. “Saat ini, posisi MBMA diperkirakan berada di awal wave (b) dari wave [b],” ujar Herditya.

Buy on Weakness: 550-565

Target Price: 620, 645

Stoploss: below 540

4.PT Surya Internusa Semesta Tbk (SSIA) - Buy on Weakness

Saham SSIA menguat 4,09% ke 1.780 dan disertai dengan adanya peningkatan volume pembelian, tetapi penguatannya belum mampu break MA60. “Kami memperkirakan, posisi SSIA sedang berada di awal wave (C) dari wave [B],” tutur dia.

Buy on Weakness: 1.720-1.775

Target Price: 1.910, 2.170

Stoploss: below 1.700

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Penutupan IHSG pada 25 November 2025

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah memerah pada perdagangan saham Selasa (25/11/2025) usai alami kenaikan signifikan. IHSG hari ini melemah di tengah transaksi harian saham mencapai Rp 31,3 triliun dan rupiah menguat.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup merosot 0,56% ke posisi 8.521,88. Indeks saham LQ45 merosot 0,72% ke posisi 857,16. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.

Pada perdagangan saham Selasa pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 8.574,38 dan level terendah 8.487,22. Sebanyak 364 saham melemah sehingga bebani IHSG. 277 saham menguat dan 170 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 2.562.413 kali dengan volume perdagangan saham 57,6 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 31,3 triliun. Transaksi harian saham yang signifikan itu di tengah sejumlah emiten catat transaksi signifikan di pasar negosiasi. 

Transaksi Saham di Pasar Negosiasi

Pertama, transaksi saham BRMS mencapai Rp 3,1 triliun. Saham BRMS melemah 2,44% ke posisi Rp 1.000 per saham dengan frekuensi perdagangan sebanyak dua kali. Harga saham BRMS berada di level tertinggi dan terendah di Rp 1.000 per saham. Total volume perdagangan saham mencapai 31.080.000 saham.

Kedua, transaksi saham BUMI mencapai Rp 1,7 triliun di pasar negosiasi. Saham BUMI naik 17,65% di pasar negosiasi dengan frekuensi perdagangan sebanyak tiga kali. Saham BUMI berada di level tertinggi Rp 220 dan level terendah Rp 200 per saham. Total volume perdagangan 75.477.545 saham.

Ketiga, transaksi saham IMPC mencapai Rp 1,6 triliun di pasar negosiasi. Saham IMPC merosot 16,99% ke posisi Rp 2.150 per saham dengan frekuensi perdagangan dua kali. Total volume perdagangan saham 7.050.000 saham. Harga saham IMPC berada di level tertinggi Rp 2.300 dan level terendah Rp 2.150 per saham.

Sementara itu, posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.646.

Sektor Saham

Sektor saham bervariasi pada perdagangan Selasa pekan ini. Sektor saham industri naik 3,10%, dan catat kenaikan terbesar.

Sektor saham kesehatan menguat 1,5%, sektor saham consumer siklikal menanjak 0,76% , sektor saham keuangan bertambah 0,64%. Selanjutnya sektor saham energi naik 0,32%, sektor saham infrastruktur mendaki 0,13%.

Sementara itu, sektor saham properti melemah 0,94%, sektor saham consumer nonsiklikal dan teknologi masing-masing turun 0,46%. Sektor saham basic naik 0,28% dan sektor saham transporasi menanjak 0,19%.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |