Rekomendasi Saham Berpotensi Cuan pada 2026

5 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, mengatakan sejumlah saham unggulan dinilai masih layak dipantau investor sepanjang tahun ini, seiring peluang pemulihan ekonomi dan stabilitas kinerja emiten besar. Lalu apa saja rekomendasi saham pilihannya?

Menurut Fanny, saham-saham yang direkomendasikan tidak hanya berasal dari sektor perbankan, tetapi juga telekomunikasi, konsumsi, kesehatan, hingga komoditas.

Ia menegaskan, daftar saham ini bukan sekadar rekomendasi sektoral, melainkan juga mencerminkan case by case stock yang memiliki cerita dan potensi masing-masing. Investor disarankan tetap menyesuaikan pilihan dengan profil risiko dan horizon investasi.

"Ini teman-teman boleh perhatiin ini adalah sebenarnya sektor recommendation dan juga masing-masing case stocks kita. Tapi kalau teman-teman tanya apa picks kita gitu ya untuk sekarang," kata Fanny dalam Morning Investview, Senin (12/1/2025).

Dari sektor perbankan, saham Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi salah satu yang direkomendasikan untuk dipantau. Emiten ini dinilai konsisten menjaga kualitas aset dan pertumbuhan laba, sehingga kerap menjadi pilihan defensif di tengah dinamika pasar.

Sementara itu, dari sektor telekomunikasi dan otomotif, Fanny menyebut Telkom Indonesia Tbk serta Astra International Tbk sebagai saham yang menarik. Untuk sektor konsumsi, saham Unilever Indonesia Tbk juga masuk radar pemantauan.

"Ini teman-teman boleh watch kayak misalkan BBCA, terus ada Telkom, Astra begitu ya, Unilever," ujarnya.

Konsumsi, Rokok, dan Kesehatan Ikut Masuk Radar

Selain emiten konsumsi primer, Fanny juga menyoroti saham Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA). Di sisi lain, saham rokok seperti HM Sampoerna Tbk (HMSP) tetap menarik untuk dicermati dari sisi valuasi dan dividen.

Dari sektor kesehatan, saham rumah sakit seperti Siloam International Hospitals Tbk dan Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) dinilai memiliki prospek jangka panjang.

"JPFA, HMSP, Silo, Mika," imbuhnya.

Tambang dan Alat Berat Lengkapi Pilihan Investasi

Dari sektor bahan bangunan dan komoditas, saham Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) serta Aneka Tambang Tbk (ANTAM) masuk dalam daftar pantauan.

Sementara itu, saham United Tractors Tbk (UNTR) dinilai masih menarik berkat eksposurnya ke sektor alat berat dan pertambangan. Terakhir, Fanny juga menyebut AADI sebagai salah satu saham yang bisa dipantau. "INTP, Antam, UNTR, dan juga AADI," pungkasnya.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Target IHSG Sentuh 10.000 pada Akhir 2026, Realistis?

Sebelumnya, Analis sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana, menilai proyeksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menembus level 10.000 pada akhir 2026 meski terkesan ambisius, masih berada dalam koridor yang realistis apabila dikaitkan dengan kondisi fundamental pasar modal Indonesia saat ini.

Ia menyoroti kinerja IHSG sepanjang 2025 yang mampu mencetak rekor tertinggi baru, seiring kapitalisasi pasar yang telah menembus kisaran Rp16.000 triliun. Menurutnya, pertumbuhan investor domestik yang konsisten, likuiditas pasar yang terjaga, serta ketahanan IHSG di tengah tekanan global mencerminkan semakin matangnya struktur pasar modal nasional.

“Proyeksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menembus level 10.000 pada akhir 2026 memang terkesan ambisius, namun masih berada dalam koridor realistis jika dikaitkan dengan fondasi pasar modal nasional saat ini,” ujar Hendra dalam keterangannya, dikutip Senin (5/1/2026).

Memasuki awal 2026, sentimen pasar kembali menguat yang tercermin dari kenaikan IHSG lebih dari 1 persen pada hari perdagangan pertama tahun ini dengan nilai transaksi yang besar. Meski demikian, ia menekankan bahwa pencapaian level psikologis tersebut tetap membutuhkan dukungan fundamental yang berkelanjutan.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |