PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) Catat Kinerja Gemilang, Siapkan Rights Issue Rp 3,2 Triliun

4 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) berhasil mencatatkan kinerja keuangan yang sangat impresif sepanjang periode Januari hingga September 2025. Perusahaan penyedia infrastruktur telekomunikasi business to business (B2B) ini mengalami lonjakan pendapatan dan laba bersih yang signifikan, menandai pertumbuhan pesat di sektornya.

Kinerja gemilang ini ditopang oleh strategi perusahaan dalam melayani mitra, terutama para internet service provider (ISP) di seluruh Indonesia. Dengan fokus pada layanan B2B, PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk terus memperluas jangkauan dan portofolio layanannya.

Untuk mendukung ekspansi lebih lanjut, INET juga tengah mempersiapkan aksi korporasi besar berupa rights issue. Aksi ini bertujuan untuk menghimpun dana sebesar Rp 3,2 triliun yang akan dialokasikan untuk perluasan jaringan dan modal kerja, memperkuat posisinya di pasar infrastruktur telekomunikasi nasional.

Profil dan Layanan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk

PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk adalah perusahaan yang bergerak di bidang penyediaan infrastruktur telekomunikasi dengan model layanan B2B. Perusahaan ini didirikan pada tahun 2016 dan kini telah memiliki lebih dari 100 mitra ISP dari total sekitar 800 ISP di Indonesia, melayani mulai dari ISP berskala nasional hingga ISP kecil di daerah.

Fokus utama INET adalah mendukung penyedia jasa internet melalui berbagai layanan esensial. Ini termasuk layanan pusat data interkoneksi, layanan kolokasi, dan layanan local loop atau local access. Selain itu, INET juga menyediakan layanan IP Transit (NAP) melalui kerja sama dengan mitranya.

Perseroan juga memiliki entitas anak yang memperluas jangkauan layanannya. PT Data Prima Solusindo melayani korporasi, sektor enterprise, dan pemerintahan, sementara PT Prima Fiber Optic Indonesia mengelola jaringan fiber optic untuk konektivitas. INET juga mengembangkan layanan penyediaan bandwidth dengan merek Data Prime yang menjangkau pengguna akhir.

Saat ini, PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk telah memiliki 13 Point of Presence (POP) yang tersebar di 8 kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Balikpapan, Medan, dan Lampung, serta 1 POP di Singapura. POP ini berfungsi sebagai titik layanan utama bagi pelanggan, bukan sebagai kantor perwakilan.

Kinerja Keuangan dan Pergerakan Saham INET

PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) menunjukkan pertumbuhan kinerja yang sangat signifikan pada periode Januari-September 2025. Pendapatan Perseroan mencapai Rp 68,60 miliar, melonjak 195% dari Rp 23,88 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan dari layanan internet menjadi kontributor utama dengan Rp 67,15 miliar.

Laba usaha INET juga melesat 900% secara tahunan, dari Rp 2,49 miliar menjadi Rp 25,27 miliar. Sementara itu, laba bersih perusahaan mencapai Rp 19,37 miliar, melonjak 819% dibandingkan Rp 2,10 miliar pada periode sebelumnya. EBITDA INET tercatat sebesar Rp 35,35 miliar, menunjukkan efisiensi operasional yang kuat.

Total aset perusahaan hampir berlipat ganda, mencapai Rp 454,59 miliar per 30 September 2025, dari Rp 229,85 miliar per 31 Desember 2024. Meskipun total liabilitas meningkat menjadi Rp 93,07 miliar, tingkat leverage INET masih tergolong rendah dengan Debt to Equity Ratio (DER) 0,26 kali, menunjukkan kesehatan finansial yang baik.

Saham INET sendiri dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 24 Juli 2023. Pergerakan sahamnya sempat menarik perhatian, salah satunya pada 24 November 2025 ketika saham INET melonjak 24% dan mencapai level tertinggi Rp 675. Akibat peningkatan harga kumulatif yang signifikan, BEI sempat melakukan suspensi perdagangan saham INET dan Waran Seri I (INET-W) pada 25 November 2025. Setelah suspensi dibuka, saham INET kembali menguat, ditutup naik 4,44% ke posisi Rp 705 per saham pada 26 November 2025.

Strategi Perluasan Jaringan dan Aksi Korporasi

Dalam upaya memperkuat dan memperluas jangkauan layanannya, PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk telah menyiapkan aksi korporasi berupa rights issue. Aksi ini menargetkan perolehan dana sebesar Rp 3,2 triliun, yang akan menjadi modal penting bagi pengembangan infrastruktur telekomunikasi perusahaan.

Dana hasil rights issue ini akan dimanfaatkan secara strategis untuk berbagai keperluan. Utamanya adalah sebagai modal kerja Perseroan, termasuk untuk biaya pembelian perlengkapan penunjang, pengembangan layanan, serta kegiatan pemasaran dan pelatihan. Ini menunjukkan komitmen INET untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas layanannya.

Bersamaan dengan rights issue, Perseroan juga akan menerbitkan 3,07 waran seri II yang menyertai saham baru, atau maksimal 13,71% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh. Seluruh dana yang diperoleh dari pelaksanaan Waran Seri II ini juga akan digunakan oleh Perseroan maupun perusahaan anak sebagai modal kerja, mendukung operasional dan ekspansi bisnis secara berkelanjutan.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |