Prediksi IHSG Jelang Akhir Tahun, Window Dressing Masih Terbuka

1 week ago 20

Liputan6.com, Jakarta Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dinilai masih berpotensi menguat menjelang akhir tahun, meski momentum window dressing diperkirakan tidak akan sekuat periode sebelumnya. 

Pengamat Pasar Modal Indonesia, Reydi Octa, menilai posisi IHSG yang saat ini berada di level tinggi membuat pelaku pasar lebih berhati-hati dalam melakukan akumulasi.

“Potensi window dressing tetap terbuka, tetapi mungkin momentumnya tidak sekuat sebelumnya dikarenakan IHSG sedang berada pada zona level tinggi yang memungkinkan investor akan lebih selektif,” ujar Reydi kepada Liputan6.com, Jumat, (21/11/2025).

Dari sisi aliran dana, ia menjelaskan investor asing masih cenderung melakukan aksi jual sepanjang tahun karena menunggu kejelasan arah kebijakan suku bunga, fiskal, dan stabilitas rupiah. 

Namun, kuatnya peran investor domestik dipandang mampu menahan tekanan jual tersebut. 

“Dari sisi supply, asing masih net sell secara YTD karena cenderung wait and see menunggu arah suku bunga, kebijakan fiskal dan stabilitas rupiah. Namun investor domestik akan mampu menopang IHSG dari sisi demand karena saat ini komposisi IHSG didominasi oleh domestik,” katanya.

Potensi Menguat

Reydi juga melihat peluang penguatan indeks jelang periode Natal dan Tahun Baru (Nataru), ditopang data ekonomi yang solid serta aliran dana domestik yang kuat. Menurutnya, valuasi saham berkapitalisasi besar (big caps) juga semakin menarik bagi investor.

“IHSG tetep berpeluang menguat menjelang Nataru didukung oleh sentimen positif seperti data PDB terakhir yang masih solid, ditopang arus dana domestik yang kuat dan valuasi saham big caps yang semakin menarik,” jelasnya.

Sektor ritel disebut menjadi salah satu penopang positif pada akhir tahun seiring peningkatan daya beli masyarakat. Emiten seperti MAPI, LPPF, ERAA, dan ACES dinilai berpotensi mencatat kinerja lebih baik karena permintaan yang meningkat menuju momentum liburan.

IHSG Hari Ini

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di dua arah pada awal perdagangan saham Jumat, (21/11/2025). Di awal, IHSG sempat mengalami tekanan namun tak lama kemudian menuju jalur hijau meskipun tidak terlalu besar.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini dibuka turun ke posisi 8.403,90 dari penutupan sebelumnya di angka 8.419.91.

Pada pukul 09.20 WIB, IHSG menguat tipis 0,05% atau 4,17 poin ke posisi 8.424,65. Indeks saham LQ45 juga bertambah tipis 0,10% ke posisi 849. Sebagian besar indeks saham acuan terbakar.

Pada perdagangan Jumat pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 8.432,60 dan level terendah 8.381,66.

sebanyak 233saham menguat dan 239 saham melemah. Selain itu 202 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 379.681 kali dengan volume perdagangan 4,9 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 2,7 triliun.

Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.709.

Dari 11 sektor saham, empat sektor menguat dan sisanya melemah. Sektor yang menguat adalah cyclical, pesehatan, properti dan teknologi. Sedangkan sektor yang memimpin pelemahan adalah transportasi.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |