Prediksi IHSG dan Rekomendasi Saham Hari Ini 5 Januari 2026

3 days ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan saham Senin, (5/1/2026). Lalu apa saja rekomendasi saham-nya?

Dalam riset PT Samuel Sekuritas menyebutkan, IHSG diprediksi menguat didorong sentimen positif pasar regional. Pada Senin pagi, indeks Kospi naik 1,74% dan indeks Nikkei menguat 1,67%.

Sementara itu, dalam catatan BNI Sekuritas menyebutkan, IHSG naik 1,17% pada Jumat, 2 Januari 2026 disertai dengan aksi beli saham oleh investor asing Rp 1,14 triliun. Saham-saham yang paling banyak dibeli oleh investor asing antara lain asham BUMI, BRMS, GOTO, MBMA, dan PNLF.

Head of Retail Research PT BNI Sekuritas, Fanny Suherman menuturkan, jika IHSG break resistance di 8.750, IHSG berpotensi melanjutkan kenaikan pada perdagangan saham Senin, 5 Januari 2026. “IHSG akan bergerak di level support 8.500-8.660 dan level resistance 8.820-8.850,” kata Fanny.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, Fanny memilih saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI), dan PT Harum Energy Tbk (HRUM).

Trading Idea hari ini: BUMI, EMTK, CUAN, CDIA, WIFI, dan HRUM

  • BUMI Spec Buy dengan area beli di 414-416, cutloss di bawah 406. Target dekat di 430-440.
  • EMTK Spec Buy dengan area beli di 1095-1100, cutloss di bawah 1085. Target dekat di 1115-1140.
  • CUAN Spec Buy dengan area beli di 2270-2290, cutloss di bawah 2220. Target dekat di 2340-2400.
  • CDIA Spec Buy dengan area beli di 1700-1715, cutloss di bawah 1690. Target dekat di 1740-1770.
  • WIFI Spec Buy dengan area beli di 3300-3330, cutloss di bawah 3290. Target dekat di 3370-3420.
  • HRUM Spec Buy dengan area beli di 1075-1095, cutloss di bawah 1065. Target dekat di 1110-1130.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Penutupan IHSG pada 2 Januari 2026

Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Jumat (2/1/2026) sore, seiring meningkatnya optimisme pelaku pasar di awal tahun 2026. IHSG mengakhiri perdagangan dengan kenaikan 101,19 poin atau 1,17 persen ke posisi 8.748,13.

Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan turut naik 5,42 poin atau 0,64 persen ke level 852,00.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menilai, penguatan IHSG didukung oleh sentimen positif dari sektor manufaktur domestik.

“Meskipun mengalami perlambatan, posisi indeks manufaktur masih di zona ekspansi yang mencerminkan pertumbuhan aktivitas manufaktur secara stabil,” ujar Nico dikutip dari Antara.

S&P Global melaporkan Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia periode Desember 2025 berada di level 51,2, meski turun dibandingkan November 2025 yang tercatat 53,3. Kendati melambat, capaian tersebut masih menunjukkan ekspansi.

Pada hari yang sama, BEI juga menggelar seremoni Pembukaan Perdagangan Tahun 2026 di Gedung BEI, Jakarta, yang turut memperkuat sentimen positif di pasar saham.

Yakin IHSG Tembus 10.000

Dalam acara tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan optimisme bahwa berbagai sentimen positif dapat mendorong IHSG menembus level 10.000 pada tahun ini.

Di sisi lain, pelaku pasar mulai mencermati sejumlah agenda ekonomi penting pada pekan depan, antara lain rilis data inflasi dan neraca perdagangan Indonesia periode Desember 2025 yang dinilai dapat memengaruhi pergerakan pasar.

Dari eksternal, perhatian investor tertuju pada risalah rapat bank sentral Amerika Serikat (The Fed). Risalah tersebut mengungkap adanya perbedaan pandangan di antara pembuat kebijakan terkait waktu pemangkasan suku bunga pada 2026.

Meski demikian, The Fed masih mempertahankan bias pelonggaran kebijakan. Sejumlah pelaku pasar menilai risalah tersebut menunjukkan keterbukaan yang lebih besar terhadap pemotongan suku bunga, terutama jika inflasi AS terus mereda, meski belum ada kesepakatan soal waktu dan besaran pemangkasan.

Kinerja Perdagangan Saham

Sepanjang perdagangan, IHSG dibuka menguat dan bertahan di zona hijau hingga penutupan sesi pertama. Pada sesi kedua, pergerakan positif masih berlanjut hingga akhir perdagangan.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sebanyak sembilan sektor mencatatkan penguatan. Sektor transportasi dan logistik memimpin kenaikan dengan lonjakan 6,37 persen, disusul sektor teknologi serta barang konsumen primer yang masing-masing naik 3,61 persen.

Adapun dua sektor mengalami pelemahan, yakni sektor keuangan dan kesehatan, yang masing-masing turun 1,14 persen.

Saham-saham dengan penguatan terbesar antara lain LEAD, PJHB, HUMI, TRUE, dan TMAS. Sementara saham yang mencatatkan pelemahan terdalam meliputi GMFI, LMAX, CINT, PUDP, dan AWAN.

Frekuensi perdagangan mencapai 3,12 juta transaksi dengan volume 51,14 miliar saham senilai Rp22,26 triliun. Sebanyak 479 saham menguat, 200 saham melemah, dan 131 saham stagnan. Di kawasan Asia, indeks Hang Seng melonjak 2,76 persen, sementara Straits Times naik 0,21 persen.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |