Komisaris Independen Telkom Indonesia Yohanes Surya Mengundurkan Diri

1 week ago 18

Liputan6.com, Jakarta - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) mengumumkan pengunduran diri Komisaris Independen, Yohanes Surya. Seiring hal itu, Telkom Indonesia akan menggelar RUPSLB pada Desember 2025.

"Pada tanggal 20 November 2025 Perseroan telah menerima surat pengunduran diri dari Bapak Yohanes Surya selaku Komisaris Independen PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk,” tulis perseroan, dilansir dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (21/11/2025).

Perseroan memastikan kejadian tersebut tidak memberikan dampak signifikan terhadap kegiatan usaha. Selanjutnya, Telkom menyatakan akan menindaklanjuti proses tersebut sesuai ketentuan regulator. 

Mengutip laman Telkom.co.id, Yohanes Surya menjabat sebagai Komisaris Independen Telkom Indonesia sejak 2025. Sebelum bergabung dengan Telkom, Yohanes memiliki pengalaman di dunia akademik dan penelitian. Yohanes pernah menjabat sebagai Rektor Surya University, STKIP Surya dan Nusantara Multimedia University.

Yohanes Surya juga pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Sains dan Matematika di Universitas Pelita Harapan serta CEO Mochtar Riady Center for Nanotechnology and Bioengineering.

Yohanes Surya juga aktif sebagai peneliti di dalam dan luar negeri serta pengajar di berbagai institusi pendidikan tinggi. Yohanes Surya meraih gelar Ph.D dan M.Sc di bidang Fisika dari College of William and Mary, Amerika Serikat dan gelar Sarjana Fisika dari Universitas Indonesia.

Perseroan sebelumnya mengumumkan, akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Jumat, 12 Desember 2025. Apa saja agenda RUPSLB Telkom Indonesia? 

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat, 21 November 2025, PT Telkom Indonesia Tbk akan menggelar RUPSLB dengan lima agenda yang akan diputuskan. Berikut sejumlah agenda tersebut:

1. Persetujuan atas rencana Perseroan untuk melakukan Pemisahan Sebagian Bisnis dan Aset Wholesale Fiber Connectivity (Tahap-1) yang merupakan bagian dari rencana Pengalihan Seluruh Bisnis dan Aset Wholesale Fiber Connectivity kepada PT Telkom Infrastruktur Indonesia, anak perusahaan yang sahamnya dimiliki secara langsung oleh Perseroan sebesar 99,99%.

Agenda RUPSLB Telkom Indonesia Lainnya

Hal ini sebagai pemenuhan atas ketentuan Pasal 89 ayat (1) dan Pasal 127 ayat (1) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 Tentang Cipta Kerja Menjadi Undang-Undang juncto Pasal 25 ayat (6) Anggaran Dasar Perseroan.

2. Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar Perseroan.

3. Pendelegasian Kewenangan Persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Tahun 2026 Termasuk dengan Perubahannya.

4. Persetujuan Atas Rencana Perseroan Untuk Menerima Penugasan Khusus dari Pemerintah Pusat untuk Melaksanakan Penyediaan Layanan Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) Selama Periode Peralihan.

5.Perubahan susunan pengurus perseroan

Adapun pemegang saham perseroan yang berhak menghadiri atau diwakilkan dan memberikan suara dalam rapat adalah pemegang saham perseroan yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada 19 November 2025.

Kinerja Telkom Indonesia Kuartal III 2025

Sebelumnya, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) membukukan penurunan pendapatan dan laba hingga September 2025.

Mengutip laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Jumat, (31/10/2025), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) meraup pendapatan Rp 109,61 triliun hingga September 2025, turun 2,31% ke posisi Rp 112,21 triliun.

PT Telkom Indonesia Tbk mencatat kenaikan beban operasi, pemeliharaan dan jasa telekomunikasi sebesar Rp 30,28 triliun hingga September 2025 dari September 2024 sebesar Rp 29,97 triliun.

Beban penyusutan dan amortisasi naik menjadi Rp 25,06 triliun dari periode sama tahun sebelumnya Rp 24,25 triliun. Perseroan mencatat beban karyawan turun menjadi Rp 11,90 triliun hingga September 2025 dari September 2024 sebesar Rp 13,15 triliun.

Beban interkoneksi naik menjadi Rp 5,66 triliun hingga September 2025 dari September 2024 sebesar Rp 5 triliun. Beban umum dan administrasi naik menjadi Rp 5 triliun hingga September 2025 dari September 2024 sebesar Rp 4,92 triliun. Beban pemasaran turun menjadi Rp 2,37 triliun dari September 2024 sebesar Rp 2,52 triliun.

Perseroan mencatat laba kurs sebesar Rp 137 miliar dari sebelumnya rugi Rp 25 miliar. Pendapatan lain-lain turun menjadi Rp 75 miliar hingga September 2025 dari September 2024 sebesar Rp 574 miliar.

Aset Telkom Indonesia

Dengan demikian, laba usaha perseroan terpangkas 10,09% dari Rp 32,45 triliun menjadi Rp 29,17 triliun. Perseroan membukukan laba sebelum pajak penghasilan turun 10,78% menjadi Rp 26,42 triliun hingga September 2025 dari September 2024 sebesar Rp 29,61 triliun.

Perseroan mencatat laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk merosot 10,69% menjadi Rp 15,75 triliun hingga September 2025 dari September 2024 sebesar Rp 17,67 triliun. Laba per saham dasar turun menjadi Rp 159,33 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 178,42.

Telkom Indonesia mencatat ekuitas Rp 155,01 triliun hingga September 2025 dari Desember 2024 sebesar Rp 162,49 triliun. Liabilitas perseroan turun menjadi Rp 136,88 triliun hingga September 2025 dari Desember 2024 sebesar Rp 137,18 triliun. 

Aset perseroan merosot menjadi Rp 291,89 triliun hingga September 2025 dari Desember 2024 sebesar Rp 299,67 triliun. Perseroan kantongi kas dan setara kas Rp 31,55 triliun hingga September 2025 dari Desember 2024 sebesar Rp 33,90 triliun.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |