Kinerja LPKR Moncer di 2025, Pra Penjualan Tembus Rp 4,02 Triliun

3 days ago 14

Liputan6.com, Jakarta - PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), membukukan pra penjualan Rp 4,02 triliun hingga Kuartal III 2025. Hasil kinerja ini ditorahkan di tengah pasar properti Indonesia yang berada dihadapkan pada tekanan ekonomi dan dinamika sosial.

Untuk diketahui, laporan Pinhome melalui Pinhome Home Sell Index (PHSI) dan Pinhome Home Rental Index (PHRI) mencatat sebagian besar kota besar masih membukukan pertumbuhan positif. Meski beberapa wilayah mengalami stagnasi akibat daya beli yang melemah, pasar secara umum tetap berada dalam fase pemulihan.

CEO & Founder Pinhome, Dayu Dara Permata, menjelaskan stabilitas ini didukung kebijakan pemerintah seperti penurunan suku bunga dan insentif PPN.

“Kebijakan seperti penurunan suku bunga dan insentif PPN menjadi penopang utama stabilitas pasar,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (25/11/2025).

Ia menambahkan bahwa menjelang akhir tahun, tren konsolidasi diperkirakan bergerak lebih positif, ditopang injeksi likuiditas Rp200 triliun ke bank-bank BUMN.

Di tengah momentum tersebut, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) mencatatkan kinerja kuat dengan pra penjualan Rp 4,02 triliun hingga Kuartal III 2025. Angka ini setara 64% dari target tahunan.

Lonjakan ini didorong permintaan tinggi pada segmen hunian tapak terjangkau dan premium yang menyumbang 70% total penjualan, terutama dari Park Serpong tahap 4 & 5 serta Metropolis Marq Estate.

Pendapatan Konsolidasi LPKR

Secara finansial, LPKR juga membukukan pertumbuhan signifikan. Pendapatan segmen real estat meningkat 74% secara tahunan menjadi Rp 5,5 triliun, didorong serah terima unit yang berjalan tepat waktu. EBITDA mencapai Rp 843 miliar, mencerminkan efisiensi operasional dan eksekusi proyek yang lebih optimal.

Pada sembilan bulan pertama 2025, LPKR mencatat pendapatan konsolidasi Rp 6,51 triliun dan EBITDA Rp 997 miliar. Laba bersih setelah pajak (NPAT) yang dikantongi mencapai Rp368 miliar. Di sisi likuiditas, perusahaan menjaga posisi kas yang solid sebesar Rp 2,2 triliun, menegaskan pengelolaan keuangan yang disiplin dan terkendali.

CEO Grup Lippo Indonesia, John Riady, menyampaikan kebanggaannya atas capaian tersebut. “Kami bangga atas kinerja sembilan bulan pertama yang solid, didukung oleh serah terima produk tepat waktu dan strategi bisnis yang disiplin,” ujarnya.

Proyek Premium Tapi Terjangkau

John Riady juga menegaskan bahwa strategi kombinasi antara hunian terjangkau dan proyek premium terbukti menjadi penggerak utama pertumbuhan perusahaan. Permintaan dari first-time buyers hingga end-user terus meningkat, sejalan dengan tren pergeseran pasar properti yang lebih selektif tetapi tetap kuat di segmen hunian berkualitas.

“Strategi perumahan terjangkau yang dipadukan dengan proyek premium terbukti efektif mendorong pertumbuhan penjualan, sekaligus memperkuat struktur permodalan kami melalui pengurangan utang yang berkelanjutan,” tegasnya.

Kinerja kuat LPKR di 2025 sekaligus mencerminkan meningkatnya kepercayaan konsumen terhadap pasar properti, terutama pada hunian tapak yang masih menjadi primadona.

Dengan kondisi ekonomi yang mulai stabil serta dukungan kebijakan pemerintah, LPKR diperkirakan dapat melanjutkan momentum positif menuju akhir tahun.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |