Kadispenad Sebut 16 Saksi Kasus Penganiayaan Prada Lucky Berpotensi Jadi Tersangka

2 weeks ago 19

Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak 16 saksi terperiksa atas kasus penganiayaan hingga tewas Prada Lucky Saputra Namo, berpotensi menjadi tersangka. Hal itu diutarakan Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana, Senin (11/8/2025).

"Untuk 16 orang lainnya saat ini masih terus dilakukan pemeriksaan lanjutan dan tidak menutup kemungkinan ada tersangka baru dari hasil pemeriksaan tersebut," kata Wahyu.

Menurut Wahyu, mereka berpotensi jadi tersangka karena dianggap mengetahui proses penganiayaan tersebut.

Sejauh ini, lanjut Wahyu, penyidik Pomdam IX/Udayana sudah menetapkan empat tersangka penganiayaan Lucky.

"Empat orang tersangka dilakukan penahanan di Subdenpom IX/1-1 Ende sebagai berikut, Pratu A, Pratu E D A, Pratu P N B S dan Pratu A R R," kata Wahyu.

Wahyu pun menyerahkan seluruh proses penyelidikan dan penyidikan kepada pihak POM AD. Dirinya juga memastikan proses hukum yang berjalan di POM AD akan sesuai dengan undang-undang militer yang berlaku.

Sebelumnya, Gubernur NTT Melki Laka Lena meminta TNI mengusut tuntas kasus kematian Prada Lucky dan dirinya siap mengawall kasus tersebut hingga tuntas. Melki juga memastikan keluarga Prada Lucky untuk mendapatkan keadilan.

"Saya mendukung langkah dan sikap orang tua dari Prada Lucky yang mendorong upaya hukum," ujarnya.

Melki berjanji bersama pimpinan TNI AD di NTT, Bali, dan Jakarta mengawal dan mendukung penuh proses hukum terhadap para pelaku.

Dia mengungkapkan sangat menghargai niat orang tua Prada Lucky agar kejadian serupa tidak lagi terjadi di kemudian hari.

"Kami menghargai niat orang tua Prada Lucky sehingga tidak ada kejadian lagi seperti yang dialami Prada Lucky," kata Melki.

Melki berharap agar tidak ada lagi kekerasan yang berakibat fatal dalam pola pembinaan baik saat di pendidikan maupun saat bekerja.

Pihak Keluarga Buka Suara

Prada Lucky Saputra Namo dinyatakan meninggal dunia pada Rabu (6/8) setelah dirawat secara intensif di ICU RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo.

Kematian Prada Lucky diduga akibat dianiaya oleh sejumlah seniornya yang kini dari 20 orang yang diperiksa, empat orang sudah dinyatakan sebagai tersangka dalam kasus itu.

Keluarga Prada Lucky menuntut agar para pelaku dihukum sesuai dengan perbuatan yang dilakukan atas Prada Lucky.

"Kami ingin agar para pelakunya dipecat dari TNI dan dihukum mati," kata Lusi Namo Kakak Kandung Prada Lucky.

Fakta Baru Kematian Prada Lucky 

Sedangkan ibunda Prada Lucky, Sepriana Paulina Mirpey mengungkapkan sebuah fakta baru. Menurutnya, sejak Lucky dilarikan ke rumah sakit, tak ada kabar dari batalyon soal kondisi putranya itu.

Nomor handphone Lucky yang dihubungi di luar jangkauan. Disebut, handphone itu disita Dasintel.

Ia akhirnya menghubungi Dasintel dan berharap bisa berkomunikasi dengan anaknya. Kepadanya, ia dikabari jiwa Lucky dalam keadaan baik-baik saja.

"Dasintel membohongi saya. Dia bilang lucky sehat. Saat saya minta bicara dengan Lucky, dia selalu alasan kalau Lucky sedang istrahat. Padahal saat itu, Lucky sudah sekarat," cerita Sepriana.

Ia baru mengetahui kondisi Lucky saat anaknya itu berhasil kabur dari barak dan meminta bantuan ibu angkatnya mengobati lukanya.

"Lucky pinjam handphone mama angkatnya untuk video call. Saya kaget karena badannya penuh luka. Lucky bilang, kalau dia dianiaya seniornya," ungkap Sepriana.

Di rumah itu, mama angkatnya sempat mengobati luka Lucky seadanya.

"Kata Lucky, dia dipukul oleh Bamak (Badan Pembinaan Hukum Militer) dan Dasintel (Komando Daerah Intelijen). Namun, Lucky tak sempat menyebut nama pelaku secara spesifik," katanya.

Sesaat kemudian, ibu Lucky mendapat telepon dari batalyon dan meminta bantuan sang ibu untuk membujuk Lucky kembali ke barak.

"Karena saya kira pembinaan biasa, sehingga saya telpon lewat mama angkatnya suruh Lucky kembali ke barak," katanya.

Sesaat kemudian Lucky dijemput di rumah mama angkatnya oleh sekitar 15 orang seniornya dan dibawa ke barak. Di sana, Lucky diduga kembali disiksa hingga tak sadarkan diri dan dilarikan ke rumah sakit.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |