Liputan6.com, Jakarta Hati Septiana Paulina Mirpey, ibunda Prada Lucky Namo hancur ketika mendengar anak kesayangannya tewas di tangan seniornya. Sambil terisak, Paulina mengaku menerima bila sang anak gugur dalam tugas di medan perang.
Tetapi, Paulina sakit hati Prada Lucky tewas sia-sia disiksa secara tragis di barak militer. Paulina menuntut keadilan atas kematian Prada Lucky.
"Saya anak sudah mati sia-sia. Mati di medan perang, saya terima. Itu tugas dia, bela negara, bela bangsa. Ini mati sia-sia di tangan senior," kata Paulina
Tangis Paulina makin pecah saat menceritakan luka-luka yang ada di tubuh Prada Lucky. Menurut dia, sekujur tubuh Prada Lucky terdapat luka seperti di badan depan, tangan, kaki hingga punggung.
"Di tangan, di kaki, di badan, di belakang. Semua ada. Yang mama tahu, Luki, adalah apa? Saya tahu, dia waktu minta tolong ke mama angkatnya, waktu dia kena pukul pertama, dicambuk, dia bilang, mama saya dicambuk," ujar Paulina.
Paulina juga bercerita momen-momen penuh kenangan sebelum Prada Lucky tewas. Prada Lucky pernah mengajak sang ibu tinggal bersama di Nagekeo tempatnya bertugas. Paulina menyesal ajakan sang anak tidak dipenuhi lantaran masih harus mengurus sekolah.
"Dia bilang, mama datang tinggal sini. Saya sudah dengan saya, kok," tutur dia.
Prada Lucky Chepril Saputra Namo (23), prajurit TNI AD meninggal dunia setelah 3 hari dirawat intensif di ruang ICU RSUD Aeramo, Kecamatan Aesesa, Rabu (6/8/2025). Dia diduga mengalami penganiayaan oleh seniornya.
Mimpi Belikan Ibu Rumah
Tidak hanya itu, Paulina juga bercerita mimpi Prada Lucky membelikannya sebuah rumah. Bahkan, tujuan itu sudah disampaikan saat baru menjadi TNI.
"Saya bisa topang mama punya hidup. Saya kalau SK keluar, saya biarkan mama rumah, ya. Biar kalau dia tidak selamat, kita punya rumah. Sekarang anak mama yang kasih rumah baru di Kampanjala, nak. Nak, aku sakit. Sakit. Ampuni mama, sayang. Ampuni mama, nak. Ampuni mama," kata Paulina.
Sebagai seorang ibu yang menuntut keadilan, Paulina mendesak para pelaku penganiayaan Prada Lucky dipecat dari TNI dan dihukum berat. "Proses mereka, pecat. Bila perlu hukuman mati," tutup Paulina.
Kondisi Prada Lucky Sebelum Tewas
Sersan Mayor Christian Namo mengungkapkan kondisi sang putra sebelum meninggal dunia. Tubuh Prada Lucky dipenuhi luka lebam dan sayatan. Selain luka sayatan, ada juga luka seperti sulutan api rokok.
Bahkan, pada bagian punggung korban penuh bekas hantaman benda keras, sementara lengan dan kakinya terdapat luka bakar mirip sundutan rokok. Sersan Mayor Christian Namo menduga, putranya tewas akibat ginjal pecah dan paru-paru bocor.
"Dianiaya senior," kata dia.
Prada Lucky meninggal dunia setelah tiga hari dirawat intensif di ruang ICU RSUD Aeramo, Kecamatan Aesesa, pada Rabu (6/8/2025). Dia diduga tewas karena dianiaya senior.