Jelang Demo Besar-besaran, Spanduk 'Pecat Sudewo' Terpampang Depan Kantor Bupati Pati

2 weeks ago 19

Liputan6.com, Jakarta- Aliansi Masyarakat Pati Bersatu berencana menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di depan Kantor Bupati Pati pada Rabu (13/8/2025). Aksi ini merupakan luapan kekecewaan warga terhadap kenaikan drastis Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) yang mencapai 250 persen.

Meski Bupati Pati, Sudewo, telah mencabut kebijakan tersebut, kemarahan masyarakat belum mereda. Suasana jelang aksi pun semakin memanas. Sejumlah spanduk bertuliskan desakan agar Bupati Sudewo lengser mulai bermunculan, bahkan salah satunya terbentang tepat di depan kantor bupati.

Dari pantauan Liputan6.com pada Senin (11/8/2025), di lokasi posko donasi yang didirikan di sisi barat Kantor Bupati Pati atau di kawasan Alun-alun Kota Pati, sudah dipenuhi tumpukan ribuan dos air mineral.

Tak hanya air mineral, juga tampak bertundun tundun buah pisang sumbangan dari warga. Barang–barang donasi itu dijajar rapi menutup pagar tembok Kantor Bupati Pati.

Di posko tersebut juga terpasang spanduk yang ditujukan kepada Presiden Prabowo Subianto. Spanduk berukuran besar itu dipasang di bawah videotron. Sejumlah tulisan tuntutan massa, di antaranya ‘Pak Presiden Prabowo Pecat Bupati Sudewo atau Jateng Boikot Partai Gerindra’, Pantang Pulang Sebelum Sudewo Tumbang’.

Sejumlah baliho sebagai bentuk kekecewaan warga Pati agar Bupati Pati Sudewo lengser dari jabatannya, juga menghiasi titik-titik strategis di Kota Pati.

“Aliansi Masyarakat Pati Bersatu tetap menggelar demo, meskipun Bupati Pati Sudewo sudah membatalkan kebijakan lima hari sekolah dan kenaikan PBB,” ujar Supriyono penggagas aksi demo 13 Agustus.

Supriyono mengaku bahwa persiapan untuk unjuk rasa besar-besaran sebagai balasan atas tantangan Bupati Sudewo juga sudah selesai dan tinggal eksekusi saja.

Tuntutan Utama Massa

Supriyono menegaskan, tuntutan utama unjuk rasa 13 Agustus 2025 adalah melengserkan Bupati Pati Sudewo. Isu ini berubah, usai Bupati Sudewo menyatakan pembatalan kenaikan PBB sebesar 250 Persen, yang semula menjadi isu besar dalam unjuk rasa itu.

”Tuntutannya Bapak Bupati Pati Sudewo harus mengundurkan diri secara ksatria atau dilengserkan secara paksa oleh masyarakat Kabupaten Pati,” cetus warga Kecamatan Pucakwangi Pati ini.

Supriyono memaparkan jumlah peserta unjuk rasa yang sudah terkonfirmasi sebanyak 50 ribu lebih. Massa siap datang memenuhi kawasan Alun-alun Pati pada Rabu 13 Agustus 2025. Dia mengklaim bahwa jumlah massa tersebut melebihi tantangan Bupati Pati, Sudewo.

Sementara itu, Nimerodi Gulo, selaku kuasa hukum Aliansi Masyarakat Pati Bersatu menegaskan, aksi unjuk rasa tidak akan dibatalkan pada Rabu besok.

“Kami minta agar kebijakan-kebijakan semacam ini (kontroversial) dikaji ulang. Aksi 13 Agustus 2025 adalah respons atas pernyataan terbuka Bupati Pati yang dianggap menganggap dirinya sebagai raja,” tegas Nimerodi.

Karena itu, Nimerodi mendesak Bupati Sudewo agar menghentikan sikap arogan serta lebih mengutamakan kepentingan rakyat.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |