IHSG Hari Ini 28 November 2025 Memerah, Sektor Saham Teknologi Pimpin Koreksi

12 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah pada perdagangan saham Jumat, (28/11/2025). IHSG hari ini melemah di tengah sektor saham teknologi pimpin koreksi.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup merosot 0,43% ke posisi 8.508,70. Indeks saham LQ45 terpangkas 0,74% ke posisi 845,76. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.

Pada perdagangan saham Jumat pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 8.572,35 dan level terendah 8.495,20. Sebanyak 370 saham memerah sehingga bebani IHSG. 282 saham menguat dan 159 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 2.341.049 kali dengan volume perdagangan saham 41,1 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 20,4 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.672.

Sektor saham bervariasi menjelang akhir pekan ini. Sektor saham teknologi terpangaks 2,6%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham kesehatan melemah 0,90%, sektor saham keuangan susut 0,56%.

Sementara itu, sektor saham energi bertambah 1,25%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham properti menanjak 1,02%, sektor saham industri menguat 0,29%, sektor saham consumer nonsiklikal bertambah  0,13%, sektor saham infrastruktur menanjak 0,62%, dan sektor saham transportasi mendaki 0,25%.

Menjelang akhir pekan ini, harga saham BBCA turun 0,60% ke posisi Rp 8.275 per saham. Harga saham BBCA dibuka stagnan di posisi Rp 8.325 per saham. Saham BBCA berada di level tertinggi Rp 8.350 dan level terendah Rp 8.275 per saham. Total frekuensi perdagangan 24.068 kali dengan volume perdagangan 715.659 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 593,9 miliar.

Gerak Saham

Harga saham IMJS melompat 10,66% ke posisi Rp 270 per saham. Harga saham IMJS dibuka stagnan di posisi Rp 244 per saham. Saham IMJS berada di level tertinggi Rp 274 dan terendah Rp 244 per saham. Total frekuensi perdagangan 4.919 kali dengan volume perdagangan 719.397 saham. Nilai transaksi Rp 18,8 miliar.

Harga saham TAPG menguat 1,81% ke posisi Rp 1.690 per saham. Harga saham TAPG dibuka stagnan di posisi Rp 1.660 per saham. Saham TAPG berada di level tertinggi Rp 1.695 dan level terendah Rp 1.660 per saham. Total frekuensi perdagangan 2.662 kali dengan volume perdagangan 77.483 saham. Nilai transaksi Rp 13 miliar.

Saham ASLI melompat 24,68% ke posisi Rp 394 per saham. Harga saham ASLI dibuka menguat empat poin ke posisi Rp 320 per saham. Saham ASLI berada di level tertinggi Rp 394 dan terendah Rp 316 per saham. Total frekuensi perdagangan 10.707 kali dengan volume perdagangan saham 1.736.062 saham. Nilai transaksi Rp 64,5 miliar.

Top Gainers-Losers

Saham-saham yang masuk top gainers antara lain:

  • Saham NASI naik 34,95%
  • Saham STAR naik 34,78%
  • Saham PSKT naik 34,34%
  • Saham PADI naik 34,07%
  • Saham ROCK naik 24,77%

Saham-saham yang masuk top losers antara lain:

  • Saham BHAT merosot 14,89%
  • Saham ESTI merosot 14,86%
  • Saham BOGA merosot 14,62%
  • Saham ESIP merosot 14,39%
  • Saham CBUT merosot 13,92%

Saham-saham teraktif berdasarkan frekuensi antara lain:

  • Saham MINA tercatat 116.661 kali
  • Saham BBYB tercatat 70.411 kali
  • Saham BKSL tercatat 69.751 kali
  • Saham BUMI tercatat 68.708 kali
  • Saham CUAN tercatat 62.807 kali

Saham-saham teraktif berdasarkan nilai antara lain:

  • Saham BBRI senilai Rp 1,3 triliun
  • Saham BUMI senilai Rp 876,7 miliar
  • Saham CBDK senilai Rp 841,4 miliar
  • Saham MINA senilai Rp 806,6 miliar
  • Saham CUAN senilai Rp 793,9 miliar

Sentimen IHSG

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim menuturkan, koreksi IHSG antara lain dipicu oleh aksi ambil untung setelah sempat mencapai rekor tertinggi baru pada pekan ini.

"Dari dalam negeri, pelaku pasar mencermati data-data ekonomi domestik yang akan dirilis pada pekan depan, yaitu indeks Manajer Pembelian (PMI) sektor manufaktur, neraca perdagangan, serta data inflasi pada Senin, 1 Desember 2025. Selain itu, juga data cadangan devisa pada Jumat, 5 Desember 2025,” demikian seperti dikutip dari Antara.

Neraca perdagangan Oktober 2025 diperkirakan surplus sebesar 3,8 miliar dolar Amerika Serikat (AS) dari 4,34 miliar dolar AS pada September 2025. Sedangkan inflasi diperkirakan mencapai 0,3 persen month to month (mtm) dan 2,8 persen year on year (yoy) pada November 2025.

"Dari kawasan Asia, pelaku pasar mencermati perkembangan data ekonomi terbaru, di antaranya inflasi Jepang turun menjadi 2,7 persen pada Oktober 2025, melambat dari 2,8 persen pada September 2025, sementara inflasi inti menjadi 2,8 persen dari 2,7 persen pada September 2025,” demikian seperti dikutip.

Data inflasi tersebut, lebih tinggi dari target bank sentral Jepang yang sebesar 2 persen, sehingga memperkuat potensi akan kenaikan suku bunga acuan dalam waktu dekat.

Bursa Saham Asia Pasifik

Bursa saham regional Asia pada Jumat sore ini antara lain Indeks Nikkei turun 35,10 poin atau 0,07 persen ke 50.132,00.Demikian mengutip Antara.

Selanjutnya indeks Shanghai bertambah 13,14 atau 0,34 persen ke 3.888,60, indeks Hang Seng mendaki 87,04 poin atau 0,34 persen ke posisi 25,858,89, dan indeks Straits Times menguat 14,62 poin atau 0,32 persen ke posisi 4,523,96.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |