IHSG Hari Ini 12 November 2025 Menguat Terbatas, Investor Asing Beli Saham Rp 1,2 Triliun

2 weeks ago 16

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat terbatas pada perdagangan Rabu, (12/11/2025). Kenaikan IHSG hari ini terjadi di tengah sektor saham consumer nonsiklikal dan infrastruktur pimpin penguatan. Selain itu, IHSG naik saat rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup naik 0,26% ke posisi 8.388,56. Indeks LQ45 menguat 0,50% ke posisi 846,91. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau. Investor asing beli saham Rp 1,23 triliun. Dengan demikian, sepanjang 2025, investor masih melepas saham Rp 37,32 triliun.

Dalam kakian Senior Market Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji menuturkan, redenominasi dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat dan investor terhadap mata uang bisa dilakukan dalam kondisi ekonomi yang stabil.

“Dari dalam negeri, Rancangan Undang- Undang (RUU) Redenominasi Rupiah telah memasuki Prolegnas Jangka Menengah 2025-2029 sebagai inisiatif pemerintah,” demikian seperti dikutip dari Antara.

Di sisi lain, Bank Indonesia (BI) menekankan akan tetap fokus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mendukung pertumbuhan ekonomi selama proses redenominasi berlangsung.

Dari mancanegara, meredanya perang tarif antara Amerika Serikat (AS) dengan China dan sinyal berakhirnya government shutdown (penutupan pemerintahan) AS direspon positif oleh pelaku pasar.

Senat AS meloloskan RUU untuk mendanai pemerintah federal hingga Januari 2025, dan mengakhiri penutupan terpanjang dalam sejarah AS. RUU tersebut, yang disahkan dengan suara 60-40 persen dan didukung sebagian senator Partai Demokrat dan hampir semua senator Republik, akan dikirim ke DPR. Apabila lolos di DPR, RUU akan diserahkan kepada Presiden AS Donald Trump untuk ditandatangani menjadi UU.

Sektor Saham

Pada perdagangan Rabu pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 8.428,94 dan level terendah 8.377,49. Sebanyak 343 saham menguat dan 323 saham melemah. 147 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 2.682.643 kali dengan volume perdagangan 51,3 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 22,3 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.701.

Sektor saham bervariasi pada perdagangan Rabu pekan ini. Sektor saham consumer nonsiklikal naik 1,63%, dan catat kenaikan terbesar. Disusul sektor saham infrastruktur menanjak 1,56% dan sektor saham transportasi bertambah 1,47%. Kemudian sektor saham properti mendaki 1,03%, sektor saham industri melesat 0,57% dan sektor saham consumer siklikal naik 0,15%.

Sementara itu, sektor saham kesehatan merosot 1,06%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham energi melemah 0,52%, sektor saham basic turun 0,34%, sektor saham teknologi susut 0,14%, dan sektor saham keuangan terpangkas 0,02%.

Gerak Saham

Harga saham HMSP ditutup naik 2,41% ke posisi Rp 850 per saham. Harga saham HMSP dibuka bertambah lima poin ke posisi Rp 835 per saham. Saham HMSP berada di level tertinggi Rp 890 dan level terendah Rp 830 per saham. Total frekuensi perdagangan  13.449 kali dengan volume perdagangan 1.660.718 saham. Nilai transaksi Rp 143,6 miliar.

Harga saham ITMG merosot 0,43% ke posisi Rp 23.100 per saham. Saham ITMG dibuka stagnan di posisi Rp 23.200 per saham. Harga saham ITMG berada di level tertinggi Rp 23.250 dan level terendah Rp 23.100 per saham. Total frekuensi perdagangan 3.259 kali dengan volume perdagangan 22.950 saham. Nilai transaksi Rp 53,1 miliar.

Harga saham LAPD ditutup naik 9,68% ke posisi Rp 204 per saham. Saham LAPD dibuka menguat 8 poin ke posisi Rp 204 per saham. Harga saham LAPD berada di level tertinggi Rp 204 dan terendah Rp 204 per saham. Total frekuensi perdagangan 852 kali dengan volume perdagangan 204.460 saham. Nilai transaksi Rp 4,2 miliar.

Harga saham KRAS ditutup susut 1,05% ke posisi Rp 378 per saham. Harga saham KRAS dibuka bertambah enam poin ke posisi Rp 386 per saham. Saham KRAS berada di level tertinggi Rp 404 dan terendah Rp 376 per saham. Total frekuensi perdagangan 14.548 kali dengan volume perdagangan 1.700.804 saham. Nilai transaksi Rp 66,3 miliar.

Top Gainers-Losers

Saham-saham yang masuk top gainers antara lain:

  • Saham TRON naik 34,62%
  • Saham BELL naik 34,38%
  • Saham KBLV naik 25,79%
  • Saham PJHB naik 25%
  • Saham MORA naik 24,92%

Saham-saham yang masuk top losers antara lain:

  • Saham KOBX merosot 14,88%
  • Saham DART merosot 14,09%
  • Saham NAYZ merosot 10%
  • Saham TAMA merosot 10%
  • Saham CASH merosot 9,92%

Saham-saham teraktif berdasarkan nilai antara lain:

  • Saham BUMI senilai Rp 3,6 triliun
  • Saham BRPT senilai Rp 1,1 triliun
  • Saham INET senilai Rp 836,1 miliar
  • Saham DEWA senilai Rp 786,4 miliar
  • Saham BBCA senilai Rp 724,8 miliar

Saham-saham teraktif berdasarkan frekuensi antara lain:

  • Saham BUMI tercatat 261.429 kali
  • Saham INET tercatat 127.699 kali
  • Saham PJHB tercatat 111.027 kali
  • Saham DEWA tercatat 86.969 kali
  • Saham BRPT tercatat 65.608 kali

Bursa Saham Asia Pasifik

Bursa saham Asia Pasifik sebagian besar menguat pada perdagangan Rabu, 12 November 2025. Pergerakan bursa saham Asia Pasifik ini setelah wall street diperdagangkan beragam di tengah harapan penutupan pemerintah Amerika Serikat (AS) atau shutdown pemerintah AS yang memecahkan rekor akan segera berakhir.

Mengutip CNBC, indeks Nikkei 225 di Jepang naik 0,43% dan ditutup ke posisi 51.063,31. Indeks Topix bertambah 1,14% dan ditutup ke posisi 3.359,33. Indeks Kospi di Korea Selatan menanjak 1,07% ke posisi 4.150,39. Indeks Kosdaq menanjak 2,52% ke posisi 906,51.

Indeks ASX 200 di Australia melemah 0,22% ke posisi 8.799,5. Indeks Hang Seng naik 0,81%, dan inedks CSI 300 merosot 0,13% ke posisi 4.645,91. Indeks Nifty 50 di India menguat 0,83%. Selain itu, indeks Taiwan menguat tipis 0,58% ke posisi 27.947,09.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |