IHSG Dibuka Terbakar 25 November 2025 Usai Cetak All Time High

3 days ago 12

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tak mampu melanjutkan penguatan pada perdagangan Selasa ini setelah menembus level all time high di 8.570 pada penutupan perdagangan Senin kemarin.

Mengutip data RTI, Selasa (25/11/2025), IHSG hari ini dibuka naik ke posisi 8.570,84 dari penutupan sebelumnya 8.570,25 yang merupakan level tertinggi sepanjang masa. Namun tak lama kemudian IHSG langsung tertekan. 

Pada pukul 09.15 WIB, IHSG turun 0,50% atau 37,31 poin ke posisi 8.524,08. Indeks LQ45 juga melemah 43% ke posisi 860,48. Sebagian besar indeks saham acuan terbakar.

Pada perdagangan awal sesi, IHSG berada di level tertinggi 8.574,38 dan level terendah 8.520,16. Sebanyak 207 saham menguat sehingga menopang IHSG. Selain itu, 287 saham melemah dan 180 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 368.953 kali dengan volume perdagangan saham 6,7 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 3,5 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.660.

Sebagian sektor saham terbakar. Sektor yang mengalami penurunan paling dalam adalah sektor properti dengan turun 1,51 persen dan disusul sektor industri yang melemah 0,78 persen.

Sedangkan sektor yang mengalami penguatan pada perdagangan hari ini salah satunya teknologi dengan naik 0,66 persen.

HSG Hari Ini 25 November 2025 Diprediksi Menguat

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melanjutkan kenaikan pada perdagangan saham Selasa (25/11/2025). IHSG hari ini akan bergerak di kisaran 8.450-8.650. Apa saja rekomendasi saham-nya?

Berdasarkan catatan BNI Sekuritas, IHSG naik 1,85% disertai dengan aksi beli saham oleh investor asing senilai Rp 3,04 triliun pada perdagangan Senin, 24 November 2025. Saham-saham yang paling banyak dibeli oleh investor asing antara lain BRMS, BREN, BMRI, PTRO dan FILM.

"IHSG berpotensi melanjutkan kenaikan pada hari ini,” ujar Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman dalam catatannya.

Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 8.450-8.500 dan level resistance 8.600-8.650.

Saham Pilihan

Sementara itu, Analis PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Tasrul Tanar menuturkan, momentum kenaikan IHSG mulai terbatas tetapi channel uptren tetap dominan. Ia menuturkan, level teknikal penting berada di level resistance pertama 8.575 dan level resistance kedua 8.625 dan level support pertama 8.450 dan level support kedua di 8.400. Ia mengatakan, critical level di 8.398.

“Selama IHSG bertahan di atas 8.398, bias jangka pendek tetap bullish dengan peluang menuju 8.625,” ujar Tasrul.

Ia mengatakan, penurunan di bawah 8.450 membuka ruang koreksi ke 8.400 sebelum pasar menentukan arah berikutnya.

Untuk rekomendasi saham hari ini, Fanny memilih saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL), PT Surya Internusa Semesta Tbk (SSIA), PT Ultrajaya Milk Industry Tbk (ULTJ), PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), dan PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC).

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |