Harga Saham BUMI Hari Ini 28 November 2025 Memerah

17 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta Harga saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) ditutup melemah hingga penutupan perdagangan sesi pertama, Jumat (28/11/2025). Koreksi harga saham BUMI hari ini terjadi di tengah laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang memerah.

Berdasarkan data RTI, harga saham BUMI hari ini ditutup melemah 0,83% ke posisi Rp 240 per saham. Harga saham BUMI dibuka naik dua poin ke posisi Rp 244 per saham. Saham BUMI berada di level tertinggi Rp 246 dan terendah Rp 236 per saham. Total frekuensi perdagangan 45.252 kali dengan volume perdagangan saham 24.734.050 saham. Nilai transaksi Rp 595,2 miliar.

Berdasarkan data Google Finance, harga saham BUMI naik 7,14% dalam lima hari terakhir. Secara year to date (ytd), harga saham BUMI melompat 95,1% ke posisi Rp 240 per saham.

Sementara itu, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah melemah hingga penutupan perdagangan sesi pertama. IHSG merosot 0,33% ke posisi 8.517,98. Indeks saham LQ45 terpangkas 0,43% ke posisi 848,32. Sebagian besar indeks saham acuan memerah.

Pada penutupan perdagangan sesi pertama, IHSG berada di level tertinggi 8.572,35 dan level terendah 8.513,41. Sebanyak 346 saham melemah sehingga bebani IHSG. 254 saham menguat dan 207 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 1.408.452 kali dengan volume perdagangan saham 25,1 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 10,8 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.660.

Pergerakan Volatil Harga Saham BUMI

Pada 11 November 2025, harga saham BUMI melonjak 28% di sesi pertama perdagangan, mencapai Rp 192 per saham dengan nilai transaksi fantastis mencapai Rp 3,3 triliun. Saham dibuka pada Rp 151 dan sempat menyentuh level tertinggi Rp 199. Kenaikan signifikan ini terjadi meskipun IHSG bergerak melemah tipis pada hari yang sama, menunjukkan kekuatan sentimen positif terhadap BUMI.

Dalam periode lima hari hingga 11 November 2025, saham BUMI telah menguat 39,13%, dan secara year to date (ytd) telah bertambah 56,10%. Sentimen pendorong utama di balik lonjakan ini adalah akuisisi 100% saham Wolfram Limited (WFL) oleh BUMI senilai Rp 698,98 miliar. Akuisisi ini diharapkan dapat memperkuat posisi bisnis BUMI di sektor pertambangan.

Volatilitas terus berlanjut, dengan saham BUMI kembali melompat 10,17% ke Rp 260 per saham pada 26 November 2025, bertepatan dengan rekor IHSG di 8.602,13. Namun, keesokan harinya, 27 November 2025, harga saham BUMI melemah 6,92% menjadi Rp 242 per saham seiring dengan penurunan IHSG, menunjukkan sensitivitas BUMI terhadap pergerakan pasar secara keseluruhan.

Kepemilikan Saham BUMI oleh UBS Group AG

UBS Group AG menunjukkan aktivitas yang dinamis dalam kepemilikan saham BUMI pada November 2025.

UBS Group AG mengumumkan keterbukaan informasi pemegang saham tertentu dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis, 27 November 2025.

Mengutip keterbukaan informasi BEI, Jumat, (28/11/2025), UBS Group AG melepas 769.454.100 saham BUMI dengan harga Rp 228,994 pada 20 November 2025. Nilai penjualan saham BUMI tersebut sekitar Rp 175,43 miliar.

“Tujuan transaksi UBS menjual saham untuk kegiatan lindung nilai derivatif klien, dengan status kepemilikan saham langsung,” demikian seperti dikutip.

Setelah transaksi penjualan saham BUMI, UBS Group AG mengenggam 6,9% saham BUMI atau setara 25.614.966.583 saham BUMI. Sebelumnya, UBS genggam 7,11% saham BUMI atau setara 26.384.420.663 saham BUMI.

Pada 14 November 2025, UBS melakukan pembelian maksimal 2.921.668.200 saham BUMI dengan harga Rp 197,72 per saham, senilai sekitar Rp 577,67 miliar. Transaksi ini meningkatkan kepemilikan UBS menjadi 30.091.179.063 saham BUMI atau setara 8,1%, dari sebelumnya 7,32%.

Pembelian saham ini dijelaskan sebagai bagian dari kegiatan lindung nilai derivatif klien, yang merupakan strategi umum di kalangan institusi keuangan besar. Namun, dinamika kepemilikan tidak berhenti di situ. Beberapa hari kemudian, pada 20 November 2025, UBS justru melepas 769.454.100 saham BUMI.

Penjualan saham oleh UBS ini dilakukan dengan harga Rp 228,994 per saham, menyebabkan kepemilikan mereka di BUMI turun menjadi 25,61 miliar saham atau 6,90%. Aktivitas jual beli yang dilakukan oleh institusi sekelas UBS ini seringkali menjadi perhatian pasar dan dapat memengaruhi sentimen investor terhadap harga saham BUMI.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |