GoTo Berhasil Kantongi Pendapatan Bersih Rp 18,32 Triliun Tahun 2025

8 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) berhasil mencatatkan pertumbuhan pendapatan bersih sebesar Rp 18,32 triliun di tahun 2025, atau mengalami peningkatan 24% dibandingkan dengan pendapatan bersih tahun 2024 sebesar Rp 14,75 triliun.

Perseroan berhasil melampaui pedoman EBITDA Grup yang disesuaikan3 tahun 2025 sebesar Rp 1,8-1,9 triliun, dan menetapkan pedoman untuk tahun buku 2026 naik 59-69% menjadi Rp 3,2-3,4 triliun.

“Kami mencatatkan kinerja yang kuat di kuartal keempat dan selama tahun 2025, dengan GTV inti1 meningkat 49% secara tahunan dan EBITDA yang disesuaikan3 mencapai Rp 2 triliun, melampaui pedoman yang telah kami tetapkan. Seiring berlanjutnya momentum ini, kami menetapkan pedoman EBITDA yang disesuaikan3 untuk 2026 di kisaran Rp 3,2–3,4 triliun," kata Direktur Utama Grup GoTo, Hans Patuwo, dalam Laporan Kinerja Keuangan GoTo Tahun 2025, di Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Hans mengatakan pertumbuhan laba diperkirakan akan terus berlanjut di seluruh lini bisnis Financial Technology dan On-Demand Services sepanjang 2026.

Untuk unit usaha On-Demand Services, pihaknya memperkirakan pertumbuhan pendapatan yang lebih kuat pada paruh kedua tahun ini seiring peningkatan kemampuan kami dalam melayani segmen mass market dengan lebih baik.”

“Untuk mewujudkannya, kami akan tetap fokus memberikan solusi nyata sesuai kebutuhan konsumen, baik di segmen affluent maupun mass market, sembari terus berinvestasi pada kapabilitas utama yang memungkinkan kami menghadirkan solusi tersebut," ujarnya.

Arus Kas

Direktur Keuangan Grup GoTo, Simon Ho, menambahkan bahwa kinerja GoTo mencerminkan keberhasilan yang terus berlanjut dalam upaya mencetak pertumbuhan pendapatan (top-line) dan meningkatkan profitabilitas (bottom-line).

"Kami kembali mencetak rekor EBITDA Grup yang disesuaikan3, ditopang oleh peningkatan pendapatan bersih, disiplin biaya, dan operating leverage yang positif," ujar Simon.

Simon juga mengatakan bahwa GoTo mencatatkan peningkatan arus kas bebas yang disesuaikan positif, sebuah indikasi yang jelas dari penguatan fundamental bisnis dan alokasi modal yang efektif.

"Kinerja setahun penuh ini juga menjadi fondasi solid untuk pertumbuhan yang berkelanjutan dan profitabilitas seiring fokus kami menjalankan strategi di tahun 2026," ujar Simon.

Kinerja Kuartal IV 2025

Selain itu, GoTo mencatat GTV Inti Grup tumbuh 57% YoY menjadi Rp 124 triliun pada Kuartal IV dan meningkat 49% YoY menjadi Rp 400 triliun untuk setahun penuh, total GTV naik menjadi Rp 212 triliun, atau tumbuh 47% YoY pada Kuartal IV, dan meningkat 32% menjadi R p686 triliun untuk setahun penuh.

Selain itu, pendapatan bersih naik 19% YoY menjadi Rp 5 triliun pada Kuartal IV, dan naik 24% YoY menjadi Rp 18,3 triliun untuk setahun penuh. Sejalan dengan meningkatnya jumlah Pengguna yang Bertransaksi Tahunan (ATU) Grup sebesar 24% YoY menjadi 66 juta pengguna.

EBITDA Grup yang disesuaikan mencapai Rp 672 miliar pada Kuartal IV, meningkat 106% YoY, dan Rp 2 triliun untuk tahun buku 2025, mencerminkan peningkatan 544% YoY, melampaui pedoman Perseroan sebesar Rp 1,8-1,9 triliun.

Arus Kas Bebas

Perseroan juga membukukan arus kas bebas yang disesuaikan positif sebesar Rp748 miliar pada Kuartal 4, atau Rp 966 miliar untuk tahun penuh yang menunjukkan perbaikan fundamental bisnis dan alokasi modal yang efektif.

Adapun imbalan jasa e-commerce dari PT Tokopedia mencapai Rp 193 miliar pada kuartal keempat, atau mencapai Rp 820 miliar untuk setahun penuh.

Selain itu, GoTo mencatat pengguna yang Bertransaksi Bulanan (MTU) naik 30% YoY menjadi 26,2 juta pada Kuartal IV dan mencapai rekor 27,3 juta pengguna pada akhir tahun 2025.

"Pengguna yang Bertransaksi Tahunan (ATU) tumbuh 36% menjadi 57 juta seiring langkah Perseroan yang terus meningkatkan interaksi pengguna di dalam aplikasi dan monetisasi," pungkas Hans.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |