Fakta-Fakta IPO RLCO, PT Abadi Lestari Indonesia Tbk Incar Dana Segar Rp 105 Miliar

3 days ago 11

Liputan6.com, Jakarta - PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO), perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan dan pencucian sarang burung walet, resmi melangkah menuju pasar modal melalui penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO). Perseroan akan menggunakan kode saham RLCO saat melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Berikut rangkuman fakta-fakta penting terkait IPO RLCO:

1. Melepas 625 Juta Saham ke Publik

RLCO menawarkan maksimal 625 juta saham dengan nilai nominal Rp 50 per saham. Jumlah tersebut setara 20% dari modal disetor setelah IPO. Harga penawaran berada pada kisaran Rp 150–Rp 168 per saham.

Dengan rentang harga tersebut, perusahaan berpotensi meraup dana segar maksimal Rp 105 miliar dari aksi korporasi ini.

2. Jadwal Lengkap IPO RLCO

Berikut jadwal resmi proses IPO perusahaan:

  • Masa bookbuilding: 24–26 November 2025
  • Tanggal efektif: 28 November 2025
  • Masa penawaran umum: 2–4 Desember 2025
  • Tanggal penjatahan: 4 Desember 2025
  • Distribusi saham elektronik: 5 Desember 2025
  • Pencatatan di BEI: 8 Desember 2025

Untuk aksi korporasi ini, RLCO menunjuk PT Samuel Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

3. Alokasi Dana IPO: Mayoritas untuk Bahan Baku

Dana IPO RLCO memiliki alokasi penggunaan yang telah disusun secara rinci:

  • 56,33% digunakan untuk modal kerja, terutama pembelian bahan baku sarang burung walet.
  • 43,67% akan disetor kepada PT Realfood Winta Asia sebagai penyertaan modal. Dana ini juga dipakai untuk pembelian bahan baku sarang burung walet bagi operasional anak usaha.

4. Kinerja Keuangan Tumbuh Signifikan

Hingga Mei 2025, kinerja keuangan RLCO menunjukkan peningkatan yang kuat:

  • Penjualan: naik dari Rp 156,76 miliar menjadi Rp 231,3 miliar
  • Laba periode berjalan: melesat dari Rp 1,8 miliar menjadi Rp 12,38 miliar
  • Aset: meningkat menjadi Rp 685,77 miliar
  • Liabilitas: turun ke level Rp 509,25 miliar
  • Ekuitas: melonjak signifikan menjadi Rp 176,51 miliar dari Rp 64,9 miliar

Pertumbuhan ini mencerminkan peningkatan efisiensi dan profitabilitas perseroan.

5. Transformasi Bisnis: Dari Ekspor ke Produk Superfood

RLCO tidak hanya menjadi eksportir sarang burung walet, tetapi telah bertransformasi menjadi produsen produk superfood melalui anak usahanya.

Portofolio produk mencakup:

  • Minuman sarang burung walet
  • Kaldu ayam tinggi protein
  • Suplemen kolagen

Produk-produk ini dirancang untuk mendukung energi harian, pemulihan cepat, dan vitalitas jangka panjang.

6. Kebijakan Dividen: Maksimal 25%

Setelah IPO, perseroan menetapkan kebijakan pembagian dividen dengan mempertimbangkan kesehatan keuangan dan proyeksi bisnis.

Mulai tahun buku 2025, RLCO berencana membagikan dividen maksimal 25% dari laba bersih—dengan catatan sesuai keputusan RUPS.

7. Struktur Pemegang Saham Setelah IPO

Setelah resmi melantai di BEI, struktur pemegang saham RLCO adalah sebagai berikut:

  • PT Realco Omega Investama: 77,60%
  • Edwin Pranata: 2,32%
  • Budiono: 0,04%
  • Edi Haryanto: 0,04%
  • Masyarakat: 20%.
Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |