Emiten TOBA Terbitkan Sukuk Wakalah Rp 448,50 Miliar

5 days ago 15

Liputan6.com, Jakarta - PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) menerbitkan sukuk wakalah jangka panjang yang dilakukan tanpa melalui penawaran umum II TBS Energi Utama Tahun 2025 senilai Rp 448,50 miliar.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Senin (24/11/2025), Perseroan telah menandatangani perjanjian penerbitan sukuk wakalah dengan dana modal investasi sukuk wakalah sebesar Rp 448,50 miliar pada 21 November 2025. Sukuk wakalah itu bertenor sembilan tahun sejak tanggal penerbitan pada 25 November 2025.

Pembayaran kembali dana modal investasi sukuk wakalah dan imbal hasil akhir dilakukan pada tanggal jatuh tempo dna pembayaran hasil imbal hasil berkala akan dibayarkan setiap tiga bulan dengan pembayaran pertama pada 21 Februari 2026.

“Kejadian, informasi atau fakta material tersebut tidak berdampak secara negatif terhadap kegiatan operasiona, hukum, kondisi keuangan atau kelangsungan usaha perseroan,” demikian seperti dikutip.

Pada penutupan perdagangan saham Jumat, 21 November 2025, saham PT TBS Energi Utama Tbk naik 4,27% ke posisi Rp 855 per saham. Harga saham TOBA berada di level tertinggi Rp 915 dan terendah Rp 815 per saham. Kapitalisasi pasar sebesar Rp 7,06 triliun.

TOBA Kantongi Pinjaman USD 15 Juta dari Bank DBS dan ADB

Sebelumnya, PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) atau disebut TBS meresmikan kemitraan strategis dengan Asian Development Bank (ADB) dan Bank DBS Indonesia untuk mempercepat penggunaan sepeda motor listrik di Indonesia.

Melalui paket pembiayaan USD 15 juta antara lain dari USD 5 juta  dari Asian Development Bank (ADB), USD 5 juta dari Bank DBS Indonesia, dan USD 5 juta dari Australian Climate Finance Partnership (ACFP) yang dikelola ADB, investasi ini akan memperkuat prakarsa TBS melalui PT Energi Kreasi Bersama (Electrum), usaha patungannya dengan PT Gojek Tokopedia Tbk (GoTo).

Pendanaan  USD 15 juta tersebut akan digunakan untuk pengadaan sepeda motor listrik dan pengembangan stasiun penukaran baterai atau battery swapping station (BSS) di seluruh Indonesia.

Kurangi Emisi Gas Kaca

Inisiatif ini diharapkan mengurangi emisi gas rumah kaca hingga 123.000 ton per tahun sekaligus memberikan solusi mobilitas lebih ramah lingkungan, terjangkau, dan mudah diakses oleh masyarakat.

"Kami sangat senang bisa menjadi bagian dari upaya percepatan penggunaan kendaraan listrik di Indonesia,” ujar Executive Director, Institutional Banking Group PT Bank DBS Indonesia, Heru Hatman seperti dikutip dari keterangan resmi, Kamis (19/12/2024).

Ia menuturkan, mengatasi tantangan perubahan iklim tidak dapat dilakukan sendiri; membangun ekosistem solid melalui kerja sama antara berbagai pemangku kepentingan diperlukan dalam mempercepat transisi menuju ekonomi rendah karbon.

"Sebagai koordinator pinjaman hijau dan mitra tepercaya untuk solusi pendanaan berkelanjutan, program ini sejalan dengan Green Loan Principles dan bukti komitmen Bank DBS Indonesia untuk menjadi lembaga keuangan yang mendukung transisi Asia menuju masa depan rendah karbon,” ujar dia.

Dukungan Mitra

Kemitraan dengan TBS Energi bukanlah yang pertama. Sebelumnya, Bank DBS Indonesia bersama PT Bank Mandiri (Persero) menjadi book runner dan lead arrangers untuk perjanjian kredit senilai 33 juta dolar AS untuk PT TBS Energi Utama Tbk (TBS) dalam sebuah club deal. 

Dana tersebut digunakan untuk mengakuisisi Asia Medical Enviro Services (“AMES”), sebuah perusahaan pionir dan terbesar yang berfokus pada penyediaan layanan limbah medis di Singapura. 

"TBS sangat menghargai kepercayaan yang diberikan oleh ADB, ACFP, dan Bank DBS Indonesia kepada Electrum, yang menegaskan potensi besar di sektor kendaraan listrik dan transisi energi di Indonesia,” kata Co-CEO TBS, Pandu Sjahrir.

Ia menambahkan, pihaknya semua sepakat bahwa transisi energi adalah langkah kunci untuk membangun masyarakat yang lebih baik. Pembiayaan ini tidak hanya memperkuat komitmen perseroan, tetapi juga memberikan sumber daya dan dukungan yang kami butuhkan untuk mewujudkan visi tersebut.

"Melalui Electrum, kami ingin mengatasi hambatan utama yang selama ini menghalangi adopsi kendaraan listrik, seperti biaya awal yang tinggi dan kekhawatiran akan jarak tempuh,” kata Pandu.

Ia menambahkan, dengan menyediakan motor listrik berkualitas tinggi yang didukung jaringan penukaran baterai yang luas, perseroan ingin memberikan solusi yang benar-benar relevan bagi kebutuhan masyarakat.

"Dukungan para mitra ini juga menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa dampak lingkungan, sosial, dan kesetaraan gender dari inisiatif ini dapat dirasakan oleh semua kalangan,” ungkap Pandu.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |