Eli Lily, Perusahaan Perawatan Kesehatan Pertama yang Masuk Kapitalisasi Pasar USD 1 Triliun

6 days ago 16

Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan perawatan kesehatan Eli Lily and Co atau Eli Lily mencatat kapitalisasi pasar saham USD 1 triliun atau Rp 16.666 triliun (asumsi kurs dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.666) pada Jumat, 21 November 2025.Dengan demikian, Eli Lily menjadi perusahaan perawatan kesehatan di dunia yang bergabung dengan klub eksklusif USD 1 triliun yang didominasi oleh perusahaan teknologi.

Mengutip CNBC, Sabtu (22/11/2025), Eli Lily and Co sempat mencapao USD 1 triliun pada perdagangan Jumat pagi. Namun, kenaikan saham Eli Lily berkurang hingga akhirnya ditutup naik 1,6% ke posisi USD 1.059,70.

Eli Lily adalah perusahaan nonteknologi kedua yang mencapai kapitalisasi pasar USD 1 triliun setelah Berkshire Hathaway milik miliarder Warren Buffett.

Saham perusahaan farmasi ini telah melonjak lebih dari 36% tahun ini karena investor memuji keuntungan yang telah diraihnya atas pesaing utamanya, Novo Nordisk, di pasar obat GLP-1. Saham perusahaan yang berbasis di Indianapolis ini telah ditopang oleh meroketnya popularitas suntikan penurun berat badan Zepbound dan obat diabetes Mounjaro.

Kedua obat tersebut telah mendorong pertumbuhan penjualan yang luar biasa bagi Eli Lilly. Bulan lalu, perusahaan tersebut menyatakan bahwa Mounjaro meraup pendapatan sebesar USD 6,52 miliar atau Rp 108,66 triliun pada kuartal ketiga, meningkat 109% dari tahun sebelumnya. Sementara itu, Zepbound membukukan penjualan sebesar USD 3,59 miliar atau Rp 59,8 triliun selama periode tersebut, melonjak 184% dibandingkan periode tahun sebelumnya.

Permintaan untuk perawatan ini akan terus meningkat seiring dengan perluasan persetujuan penggunaan dan cakupan asuransi. Selain itu, Eli Lilly memperkirakan versi oral dari obat-obatan populernya akan memasuki pasar tahun depan, yang dapat memberikan pasien pilihan yang lebih praktis daripada suntikan yang lebih mudah diproduksi oleh perusahaan.

Eli Lily Bakal Mendominasi di Pasar Obat Penurun Badan

Eli Lilly kemungkinan akan tetap menjadi pemain dominan di pasar obat penurun berat badan, yang menurut beberapa analis dapat bernilai lebih dari USD 150 miliar atau Rp 2.499 triliun pada awal tahun 2030-an.

Namun, terlepas dari kesulitan dan perombakan kepemimpinannya baru-baru ini, Novo Nordisk tetap menjadi pesaing tangguh bagi Eli Lilly di pasar ini. Pfizer juga membuat kemajuan pesat di pasar, ketika memenangkan perang penawaran senilai USD 10 miliar atau Rp 166,66 triliun dengan Novo Nordisk untuk produsen obat obesitas Metsera awal bulan ini.

Kesuksesan Zepbound, Mounjaro Eli Lilly, seorang ahli kimia farmasi dan veteran Union dari Perang Saudara AS, mendirikan perusahaan dengan nama yang sama pada 1876. Perusahaan ini telah lama menjadi yang terdepan dalam bidang pengobatan diabetes, memperkenalkan insulin komersial pertama di dunia pada 1923.

Eli Lily jadi Perusahaan Publik pada 1952

Eli Lilly menjadi perusahaan publik di Bursa Efek New York pada 1952, dan selama beberapa dekade mengandalkan serangkaian produk yang sangat sukses untuk mendorong sebagian besar laba dan pendapatannya. Produk-produk tersebut termasuk insulin, pil antidepresan Prozac, dan vaksin polio pertama.

Eli Lilly meraih sukses besar dengan disetujuinya tirzepatide untuk diabetes pada Mei 2022, yang dijual dengan nama Mounjaro. Perusahaan ini mulai bersaing dengan suntikan diabetes Ozempic dari Novo Nordisk, yang telah memasuki pasar beberapa tahun sebelumnya.

Namun, Eli Lilly membawa cara baru untuk mengobati diabetes dan akhirnya, obesitas. Tirzepatide bekerja dengan meniru dua hormon yang diproduksi di usus, yaitu GLP-1 dan GIP. GLP-1 membantu mengurangi asupan makanan dan nafsu makan. GIP, yang juga menekan nafsu makan, juga dapat meningkatkan cara tubuh memecah gula dan lemak.

Sementara itu, semaglutide dari Novo Nordisk, bahan aktif dalam Ozempic dan obat penurun berat badannya, Wegovy, hanya menargetkan GLP-1.

Kontributor Perseroan

Mounjaro mencapai status "blockbuster",  yang berarti menghasilkan penjualan tahunan lebih dari USD 1 miliar atau Rp 16,6 triliun selama tahun pertamanya di pasaran.

Eli Lilly kemudian mendapatkan persetujuan pada akhir 2023 untuk tirzepatide sebagai pengobatan obesitas, yang dijual dengan merek Zepbound dan sekarang bersaing dengan Wegovy dari Novo Nordisk.

Pada 2024, Mounjaro menghasilkan penjualan sebesar USD 11,54 miliar, sementara Zepbound membukukan pendapatan sebesar USD 4,93 miliar.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |