Direktur Chandra Asri Beli 136.200 Saham TPIA, Segini Nilainya

1 week ago 23

Liputan6.com, Jakarta - Direktur PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Andre Khor Kah Hin menambah kepemilikan saham TPIA pada 18 November 2025.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (20/11/2025), Direktur Chandra Asri Pacific Andre Khor Kah Hin menambah 136.200 saham TPIA pada 18 November 2025 dengan harga pembelian Rp 7.450 per saham.Dengan demikian, nilai pembelian saham TPIA sebesar Rp 1,01 miliar.

"Tujuan transaksi investasi, status kepemilikan langsung,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

Dengan demikian setelah transaksi, Andre Khor Kah Hin mengenggam 432.000 saham TPIA. Sebelumnya, ia memiliki 295.800 saham TPIA.

Pada penutupan perdagangan sesi pertama, Kamis, 20 November 2025, harga saham TPIA naik 0,69% ke posisi Rp 7.250 pper saham. Harga saham TPIA dibuka naik 25 poin ke posisi R 7.225 per saham. Saham TPIA berada di level tertinggi Rp 7.300 dan level terendah Rp 7.200 per saham. Total frekuensi perdagangan 2.277 kali dengan volume perdagangan 22.936 saham. Nilai transaksi Rp 16,6 miliar.

Sementara itu, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat signifikan hingga penutuan perdagangan sesi pertama Kamis pekan ini. IHSG ditutup naik 0,81% ke posisi 8.474,39. Indeks saham LQ45 bertambah 0,95% ke posisi 857,02. Sebagian besar indeks saham acuan melesat.

Pada sesi pertama, IHSG berada di level tertinggi 8.491,42 dan level terendah 8.439,64. Sebanyak 358 saham menguat sehingga angkat IHSG. 240 saham melemah dan 210 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 1.341.375 kali dengan volume perdagangan saham 19,4 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 10,3 triliun.

Akuisisi SPBU di Singapura, Chandra Asri (TPIA) Kantongi Kredit USD 750 Juta

Sebelumnya, KKR dan Chandra Asri Group mengumumkan penyediaan pembiayaan khusus sebesar USD 750 juta untuk mendukung ekspansi perusahaan, termasuk akuisisi jaringan SPBU Esso milik ExxonMobil di Singapura. Pendanaan ini berasal dari KKR Capital Markets dan didukung oleh platform kredit privat serta asuransi KKR.

Sejak berdiri pada 1992, Chandra Asri Group tumbuh menjadi penyedia solusi energi, kimia, dan infrastruktur dengan jangkauan operasi di Indonesia dan Singapura. 

Chief Financial Officer Chandra Asri Group, Andre Khor mengatakan transformasi strategis yang dimulai pada 2024 dirancang untuk membangun ekosistem energi terintegrasi di kawasan, yang salah satunya diperkuat melalui akuisisi jaringan ritel bahan bakar Esso.

“Kami senang dapat bermitra secara strategis dengan KKR dalam mendukung akuisisi kami atas jaringan ritel bermerek Esso milik ExxonMobil di Singapura,” ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (18/11/2025).

Hadirkan Solusi Energi Berkelanjutan

Ia menegaskan kolaborasi tersebut mencerminkan keyakinan kuat terhadap transformasi perusahaan serta kualitas platform energi hilir yang terus berkembang. 

Khor juga menambahkan kemitraan dengan KKR memungkinkan perusahaan mengejar pertumbuhan dengan disiplin finansial sembari menghadirkan solusi energi berkelanjutan.

Managing Director dan Head of Asia Private Credit di KKR, SJ Lim mengatakan transaksi tersebut selaras dengan fokus KKR dalam menyediakan pendanaan yang disesuaikan bagi perusahaan-perusahaan terkemuka di Asia Pasifik, serta menjadi bagian dari komitmen untuk mendukung ekspansi Chandra Asri Group di sektor energi hilir dan ritel.

KKR menyalurkan investasinya melalui strategi Kredit Asia Pasifik serta platform asuransi. Sejak 2019, perusahaan ini telah mengalokasikan lebih dari USD 8 miliar untuk sekitar 60 transaksi kredit dengan total volume melebihi USD 21 miliar. 

Chandra Asri Bakal Akuisisi Jaringan SPBU Esso Milik ExxonMobil Singapura

Sebelumnya, PT Chandra Asri Pacific Tbk(TPIA), perusahaan solusi energi, kimia dan infrastruktur telah menandatangani perjanjian jual beli (sale and purchase agreement) untuk mengakuisisi jaringan stasiun pengisian bahan bakar ritel bermerek Esso milik ExxonMobil di Singapura. Hal ini melalui sebuah special purpose vehicle di bawah anak usaha yang dimiliki sepenuhnya oleh grup. Transaksi ini diharapkan selesai akhir 2025.

Akuisisi jaringan ritel Esso oleh Chandra Asri Group sejalan dengan strategi pertumbuhan jangka panjang Perusahaan, yang berfokus pada pengembangan infrastruktur energi terintegrasi untuk pasar solusi energi dan mobilitas.

Presiden Direktur & CEO Chandra Asri Group, Erwin Ciputra, mengatakan, ekspansi perseroan ke ekosistem bahan bakar retail di Singapura merupakan langkah strategis dalam membangun platform terintegrasi untuk pertumbuhan regional.

Jaringan ritel bahan bakar dan iklim usaha yang kuat di Singapura memberikan fondasi yang solid bagi Chandra Asri Group untuk terus berkembang sebagai pemimpin solusi energi, manufaktur dan infrastruktur di Indonesia dan juga Asia Tenggara.

"Bersama Aster, melalui infrastruktur terintegrasi yang mencakup kilang minyak dan fasilitas manufaktur hilir berteknologi tinggi, kami bertujuan memperkuat kelincahan operasional serta ketahanan energi,” ujar dia seperti dikutip dari keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Jumat (24/10/2025).

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |