Bocoran BFI Finance soal Pembagian Dividen Interim 2025

13 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) mengungkapkan akan membagikan dividen interim tahun ini, sementara nilai dividen final dan payout ratio masih menunggu keputusan pemegang saham. Direktur Keuangan BFI Finance Indonesia, Sudjono, mengatakan kebijakan dividen perseroan tetap mengikuti pola beberapa tahun terakhir.

Sudjono menjelaskan penentuan besaran dividen final baru dapat dilakukan setelah proses audit laporan keuangan tahunan rampung dan sebelum RUPS yang lazim digelar pada April atau Mei.

"Tapi kalau mengenai apakah ada dividen interim, jawabannya iya,” kata Sudjono dalam Public Expose, Jumat (28/11/2025).

Ia menambahkan bahwa dalam tiga tahun terakhir, dividen interim BFIN berada di kisaran Rp 28 per saham. Nilai final dividend belum bisa dipastikan hingga audit selesai.

“Kami biasanya dalam beberapa tahun terakhir itu membagikan interim dividend dan, besarnya jumlah interim dividend yang kami bagikan itu sebagai acuan,” ujarnya.

Mengenai dividend payout ratio, Sudjono menyampaikan keputusan akhir tetap berada pada pemegang saham. Ia mengingatkan tahun lalu BFIN telah menaikkan payout ratio hingga mendekati 60% dan berharap level tersebut dapat dipertahankan atau ditingkatkan.

Sebagai panduan, BFIN memiliki batas atas payout ratio hingga 75%, namun tetap menunggu persetujuan pemegang saham.

Pada penutupan perdagangan saham Jumat, 28 November 2025, harga saham BFIN turun 0,66% ke posisi Rp 750 per saham. Harga saham BFIN dibuka naik lima poin ke posisi Rp 760 per saham. Saham BFIN berada di level tertinggi Rp 760 dan terendah Rp 750 per saham. Total frekuensi perdagangan 1.095 kali dengan volume perdagangan 148.711 saham. Nilai transaksi Rp 11,3 miliar.

Presiden Direktur BFI Finance Beli 1 Juta Saham BFIN, Segini Nilainya

Sebelumnya, PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) mengumumkan Presiden Direktur BFI Finance Indonesia Sutadi membeli 1 juta saham BFIN pada 20 November 2005. Tujuan pembelian saham tersebut untuk investasi dengan status kepemilikan langsung.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (25/11/2025), Presiden Direktur PT BFI Finance Indonesia bk Sutadi membeli 1.000.000 saham BFIN dengan harga Rp 772,5 per saham. Ia pun merogoh kocek sekitar Rp 772,50 juta.

“Tujuan dari transaksi investasi, status kepemilikan langsung,” tulis Direktur PT BFI Finance Indonesia Tbk, Sudjono dalam keterbukaan informasi BEI.

Setelah transaksi, Sutadi mengenggam 19.817.000 saham BFIN atau setara 0,13%. Sebelumnya, ia memiliki 18.817.000 saham BFIN.

Pada perdagangan Selasa pekan ini pukul 14.59 WIB, harga saham BFIN melemah 0,66% ke posisi Rp 755 per saham. Harga saham BFIN dibuka stagnan di posisi Rp 760 per saham. Harga saham BFIN berada di level tertinggi Rp 765 dan level terendah Rp 750 per saham. Total frekuensi perdagangan 2.070 kali dengan volume perdagangan 251.699 saham. Nilai transaksi Rp 19 miliar.

BFI Finance Buyback Saham

Sebelumnya, PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) akan melakukan pembelian kembali atau buyback saham senilai Rp 500 miliar.

Perseroan menyatakan buyback saham dilakukan sebagai upaya menjaga stabilitas perdagangan saham di pasar modal dalam kondisi volatilitas tinggi dan meningkatkan kepercayaan investor.Pembelian kembali atau buyback saham tersebut dilakukan selama tiga bulan sejak 4 Agustus-31 Oktober 2025. BFI Finance Indonesia telah menunjuk PT Trimegah Sekuritas untuk melakukan buyback saham di BEI melalui pasar regular.

“Buyback akan dilakukan pada harga yang dianggap baik dan wajar oleh Perseroan dengan memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” demikian seperti dikutip.

Perseroan yakin pelaksanaan buyback yang dilakukan tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap operasional, kinerja keuangan, struktur permodalan, dan tingkat likuiditas Perseroan.

“Perseroan juga dalam posisi likuiditas yang kuat dan memiliki arus kas yang mencukupi untuk mendukung kelangsungan kegiatan operasional,” demikian seperti dikutip.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |