BNBR Ambil Alih 100% Tol Cimanggis–Cibitung, Targetkan Pendapatan Berkelanjutan

13 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) memperkuat langkah ekspansi bisnis infrastrukturnya dengan menguasai penuh Tol Cimanggis–Cibitung. Aksi korporasi ini dilakukan melalui anak usaha, PT Bakrie Toll Indonesia (BTI), yang resmi menyelesaikan pengambilalihan 100 persen kepemilikan PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT).

Penandatanganan Perjanjian Jual Beli Saham (Sale & Purchase Agreement/SPA) dilakukan antara BTI, PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau SMI, dan PT Waskita Toll Road (WTR) di Jakarta. Direktur Utama & CEO BNBR, Anindya N. Bakrie, menyebut akuisisi ini muncul dari peluang strategis untuk menguasai seluruh saham CCT.

Sebelumnya, BNBR memiliki 10 persen saham CCT, baik langsung maupun melalui BTI. Dengan divestasi SMI dan WTR, perseroan menilai momentum ini ideal untuk melakukan konsolidasi penuh atas aset tol strategis tersebut.

“Pertimbangan utama dilakukannya transaksi ini adalah untuk memperkuat posisi Grup Usaha Perseroan dalam sektor infrastruktur nasional, sejalan dengan strategi bisnis jangka panjang Perseroan,” ujar Anindya dikutip dari Antara, Sabtu (29/11/2025).

Dengan kepemilikan penuh, BNBR optimistis dapat meningkatkan sinergi bisnis, memperkuat kontrol operasional, serta mendorong kontribusi pendapatan berkelanjutan bagi grup.

Pembelian 72 Juta Lembar Saham

Wakil Direktur Utama BNBR, A. Ardiansyah Bakrie, menjelaskan bahwa pengambilalihan CCT dilakukan melalui pembelian 72 juta lembar saham atau setara 90 persen dari total saham yang ditempatkan dan disetor penuh. Rinciannya, 55 persen saham diambil dari SMI dan 35 persen dari WTR, dengan total nilai akuisisi Rp 1 triliun.

Selain saham, BTI juga mengambil alih piutang kepada CCT senilai Rp 2,565 triliun, yang merupakan pinjaman pemegang saham dari SMI dan WTR.

Ardi menegaskan ruas Tol Cimanggis–Cibitung memiliki nilai strategis tinggi sebagai jalur alternatif untuk mengurangi kemacetan, terutama di Tol Jakarta–Cikampek. “Selain itu, menjadi bagian penting dalam meningkatkan konektivitas dan pertumbuhan kawasan industri di Jabodetabek,” ujarnya.

Tol ini berperan mendukung kelancaran lalu lintas sekaligus meningkatkan efisiensi logistik di berbagai kawasan industri utama.

Masa Konsesi 45 Tahun

PT Cimanggis Cibitung Tollways merupakan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yang mengelola ruas sepanjang 26,184 km dengan masa konsesi 45 tahun hingga 10 Agustus 2061. CCT bertanggung jawab atas pendanaan, perencanaan teknis, pembangunan, pengoperasian, hingga pemeliharaan seluruh ruas Tol Cimanggis–Cibitung.

Sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN), jalan tol ini resmi beroperasi penuh sejak diresmikan Wakil Presiden ke-13 RI, Ma’ruf Amin, pada 9 Juli 2024.

Ruas tol ini terintegrasi dalam jaringan Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) 2 yang menghubungkan Kota Depok, Kota Bekasi, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Bekasi. Selain itu, ruas ini terhubung langsung dengan Tol Jagorawi, Tol Trans Jawa Jakarta–Cikampek, Tol Cinere–Jagorawi, dan ke depan akan tersambung dengan Tol Jakarta–Cikampek 2 Selatan.

Kehadiran tol ini diharapkan memperkuat konektivitas antarkawasan, meningkatkan efisiensi transportasi, dan mempercepat distribusi barang di kawasan industri setempat.

Dua Seksi Utama

Tol Cimanggis–Cibitung terdiri atas dua seksi utama. Seksi 1, segmen Cimanggis–Jatikarya sepanjang 2,75 km, mulai beroperasi sejak 26 Oktober 2020. Sementara Seksi 2 mencakup segmen Jatikarya–Cibitung sepanjang 23,43 km yang terbagi dalam dua bagian.

Seksi 2A, yaitu segmen Jatikarya–Cikeas sepanjang 3,78 km, mulai beroperasi pada 16 Juni 2023. Adapun Seksi 2B, segmen terpanjang yakni Cikeas–Cibitung sepanjang 19,657 km, beroperasi penuh sejak 9 Juli 2024.

Dengan beroperasinya seluruh seksi, tol ini kini menjadi tulang punggung konektivitas JORR 2, sekaligus jalur alternatif yang memangkas waktu tempuh dan mengurangi beban lalu lintas di tol utama.

Akuisisi penuh BNBR diharapkan mempercepat optimalisasi operasional dan memastikan keberlanjutan pengembangan infrastruktur strategis tersebut.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |