BEI Masuk 20 Bursa Terbesar Dunia, Kapitalisasi Pasar Sentuh Rp 15.300 Triliun

6 days ago 18

Liputan6.com, Jakarta - Direktur PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik menyampaikan bahwa pasar modal Indonesia kini berada dalam jajaran 20 bursa dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia. Tak hanya itu, BEI juga menjadi yang terbesar di kawasan ASEAN.

“Nilai kapitalisasi pasar kita sudah mencapai Rp15.300 triliun, nilai transaksi harian sudah mencapai Rp16,9 triliun, jumlah investor kita sudah mencapai Rp19,5 juta,” ujarnya dikutip dari Antara, Sabtu (22/11/2025). 

Capaian tersebut turut tercermin dari kinerja berbagai indikator utama. Sepanjang 2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tumbuh hampir 19 persen secara year-to-date (ytd). Pada penutupan perdagangan Jumat sore, IHSG berada di level 8.414,35. Sementara indeks LQ45 tercatat pada posisi 845,68.

Pada awal tahun, tepatnya 2 Januari 2025, IHSG dibuka pada level 7.103,14, sehingga lonjakan kinerja terlihat cukup signifikan.

Jeffrey menambahkan, performa positif pasar modal Indonesia tak lepas dari peran besar pasar modal syariah. Sektor ini dinilai berkontribusi penting dalam memperluas inklusi keuangan dan menarik minat investor ritel di Tanah Air.

Pasar Modal Syariah Dorong Kinerja BEI, Prinsip Universal Menarik Banyak Investor

Menurut Jeffrey, penguatan kinerja BEI salah satunya didorong oleh ekosistem pasar modal syariah yang terus berkembang. Ia menekankan bahwa prinsip syariah tidak hanya relevan bagi umat Muslim, tetapi juga untuk seluruh masyarakat yang ingin berinvestasi dengan manajemen risiko yang baik.

"Prinsip-prinsip berinvestasi secara syariah itu nilainya universal," ujarnya.

Ia menjelaskan, ekosistem syariah di Indonesia saat ini telah memiliki infrastruktur dan regulasi yang lengkap. Setidaknya terdapat lebih dari 11 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) dan lebih dari 26 fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) yang mengatur praktik investasi syariah secara menyeluruh.

Regulasi tersebut mencakup pembukaan rekening, proses transaksi, kliring, penyimpanan, hingga mekanisme dana jaminan investor. Kesiapan ekosistem inilah yang membuat pasar modal syariah Indonesia mendapatkan pengakuan internasional.

BEI Raih Penghargaan Global, Kapitalisasi ISSI Tembus Rp 9,32 Kuadriliun

Jeffrey menyampaikan bahwa komitmen untuk memperkuat pasar modal syariah membuat Indonesia berulang kali mendapat apresiasi internasional. “Paling tidak, sudah lima kali Bursa Efek Indonesia mendapatkan penghargaan sebagai The Best Islamic Capital Market,” tuturnya.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan perkembangan signifikan pada indeks syariah nasional. Hingga Oktober 2025, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) berada di level 282,10 dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp9,32 kuadriliun.

Total saham yang tergabung dalam ISSI mencapai 618 saham, menunjukkan cakupan pasar syariah yang semakin luas. Selain itu, ISSI juga mencatat pertumbuhan kuat sebesar 30,81 persen year-to-date, jauh melampaui pertumbuhan sejumlah indeks global.

Dengan kinerja tersebut, pasar modal syariah semakin memperkukuh perannya sebagai motor pendukung perkembangan BEI sekaligus mendorong peningkatan jumlah investor domestik.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |