BCA Tebar Dividen Interim Rp 55 per Saham, Cek Jadwalnya

4 days ago 11

Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) akan membagikan dividen interim untuk tahun buku 2025 sebesar Rp 6,77 triliun. BCA membagikan dividen interim sesuai keputusan direksi yang telah disetujui dewan komisaris pada 24 November 2025.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (24/11/2025), dividen interim yang akan dibagikan BCA sebesar Rp 55 per saham.

BCA membagikan dividen interim sesuai data keuangan per 30 September 2025 antara lain laba bersih yang didapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 43,39 triliun, saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar Rp 252,04 triliun dan total ekuitas sebesar Rp 276,63 triliun.

Berikut jadwal pembagian dividen interim 2025 BCA:

  • Tanggal cum dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 2 Desember 2025
  • Tanggal ex dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 3 Desember 2025
  • Tanggal cum dividen di pasar tunai pada 4 Desember 2025
  • Tanggal ex dividen di pasar tunai pada 5 Desember 2025
  • Tanggal daftar pemegang saham (DPS) yang berhak atas dividen tunai pada 4 Desember 2025 waktu 16:00.
  • Tanggal pembayaran dividen pada 22 Desember 2025

Perseroan melakukan pembelian kembali saham Perseroan yang telah dikeluarkan dan tercatat di Bursa Efek Indonesia (buyback) pada 2  periode, yaitu:

1. 26 Maret 2025-15 Mei 2025;

2. 22 Oktober 2025-19 Januari 2026 (kecuali diakhiri lebih cepat oleh Perseroan sebelum 19 Januari 2026 dengan memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku).

Realisasi jumlah saham yang akan mendapatkan dividen interim dapat lebih rendah sesuai dengan akumulasi buyback sampai dengan tanggal pencatatan (record date) pembagian dividen interim.  

Pada penutupan perdagangan saham Senin, 24 November 2025, harga saham BBCA naik 0,89% ke posisi Rp 8.475 per saham. Harga saham BBCA dibuka stagnan di posisi Rp 8.400 per saham. Saham BBCA berada di level tertinggi Rp 8.475 dan terendah Rp 8.350 per saham. Total frekuensi perdagangan 29.439 saham. Total volume perdagangan 3.215.997 saham. Nilai transaksi Rp 2,7 triliun.

Kinerja Kuartal III 2025

Sebelumnya, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) bersama entitas anak mencatat pertumbuhan kredit sebesar 7,6% secara tahunan (YoY) menjadi Rp 944 triliun hingga akhir September 2025.

Kinerja ini ditopang oleh ekspansi kredit yang tetap berkualitas serta likuiditas yang terjaga. Sementara itu, total dana pihak ketiga (DPK) meningkat 7,0% YoY, dengan CASA menjadi sumber pendanaan utama. Sepanjang sembilan bulan pertama 2025, laba bersih BCA dan entitas anak naik 5,7% YoY menjadi Rp 43,4 triliun.

Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk, Hendra Lembong, mengatakan terjaganya penyaluran kredit di berbagai sektor mencerminkan komitmen BCA dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Ia menambahkan pelaksanaan BCA Expo 2025 yang diperpanjang hingga 31 Oktober menjadi salah satu upaya mendorong pembiayaan sekaligus memberi nilai tambah bagi masyarakat.

Kredit korporasi tercatat menjadi penyumbang terbesar dengan kenaikan 10,4% YoY menjadi Rp 436,9 triliun per September 2025. Kredit komersial naik 5,7% YoY menjadi Rp 142,9 triliun, sedangkan kredit UKM tumbuh 7,7% YoY mencapai Rp 129,3 triliun.

Untuk kredit konsumer, pertumbuhannya sebesar 3,3% YoY menjadi Rp223,6 triliun, dipicu oleh peningkatan KPR 6,4% YoY menjadi Rp 138,8 triliun. Pinjaman konsumer lain, terutama kartu kredit, tumbuh 6,9% YoY ke Rp 23,5 triliun.

Kualitas Pembiayaan

CASA masih menjadi pilar utama pendanaan dengan porsi 83,8% dari total DPK dan tumbuh 9,1% YoY menjadi Rp 999 triliun. Peningkatan ini sejalan dengan frekuensi transaksi BCA yang melonjak 78% dalam tiga tahun terakhir.

Kualitas pembiayaan BCA tetap terjaga dengan rasio loan at risk (LAR) berada di level 5,5% pada kuartal III 2025, lebih baik dibanding 6,1% pada periode yang sama tahun lalu. Non-performing loan (NPL) terkendali di angka 2,1%. Cadangan untuk NPL dan LAR masing-masing berada di tingkat 166,6% dan 69,5%.

Kredit yang disalurkan ke sektor berkelanjutan meningkat 12,7% YoY mencapai Rp241 triliun atau 25,5% dari total portofolio pembiayaan.

Penerapan nilai-nilai Environmental, Social, and Governance (ESG) juga diwujudkan melalui pengelolaan sampah berkelanjutan di BCA Expo 2025 dengan menghadirkan Mesin Daur Ulang Bakti BCA, Waste Educator, dan Waste Station. Inisiatif tersebut diperkirakan mampu menekan potensi emisi karbon hingga 18,1 ton CO2.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |