Liputan6.com, Jakarta - Ketegangan geopolitik global meningkat setelah Amerika Serikat (AS) mengambil langkah agresif terhadap Venezuela dan Presiden AS Donald Trump kembali melontarkan ancaman untuk merebut Greenland. Di sisi lain, ekonomi AS justru menghadapi perlambatan, ditandai dengan laporan ketenagakerjaan yang melemah.
Namun, di tengah berbagai sentimen negatif tersebut, Dow Jones Industrial Average justru berpeluang menembus 50.000 poin dalam waktu dekat. Demikian mengutip CNN, Senin (12/1/2026).
Indeks Dow Jones, yang berisi saham-saham perusahaan raksasa AS, kerap dianggap sebagai barometer ekonomi masyarakat Amerika Serikat. Secara historis, gejolak politik dan ketidakpastian global biasanya menekan pasar saham. Akan tetapi, kondisi kali ini menunjukkan arah yang berbeda.
Pasar Lebih Fokus ke Dampak Ekonomi
Pelaku pasar menilai faktor ekonomi jauh lebih menentukan dibandingkan berita politik yang bersifat sensasional. Salah satu perhatian utama Wall Street adalah potensi gangguan pasokan minyak akibat konflik di Venezuela.
Meski demikian, pemerintahan Trump justru membuka peluang investasi AS di sektor infrastruktur minyak Venezuela. Jika terealisasi, langkah ini berpotensi membuka kembali akses ke cadangan minyak mentah Venezuela.CEO Infrastructure Capital Advisors, Jay Hatfield, menilai langkah tersebut tidak cukup ekstrem untuk memicu kepanikan pasar. Menurutnya, investor cenderung mengabaikan isu politik selama tidak berdampak langsung pada fundamental ekonomi.
"Pasar saham digerakkan oleh faktor ekonomi. Isu politik hanya akan berpengaruh jika skalanya benar-benar ekstrem,” ujar dia.
Dow Jones Terus Menguat
Sepanjang pekan lalu, Dow Jones terus mencatatkan penguatan. Pada perdagangan Jumat, indeks ini naik 237 poin, didorong oleh bergesernya ketegangan di Amerika ke dalam negeri.
Beberapa faktor penopang pasar antara lain kebijakan Trump yang memerintahkan pembelian obligasi hipotek senilai USD 200 miliar guna menekan biaya perumahan, optimisme terhadap adopsi kecerdasan buatan (AI), serta belum adanya gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran.
Konsumen Tetap Berbelanja
Di tengah kekhawatiran ekonomi, belanja konsumen AS masih menunjukkan ketahanan. Survei konsumen Universitas Michigan mencatat kenaikan indeks ke level 54 pada Januari, naik dari 52,9 pada Desember.
Data Mastercard SpendingPulse juga menunjukkan penjualan ritel saat Black Friday meningkat 4,1% secara tahunan. Fenomena ini mencerminkan ekonomi berbentuk “K”, di mana kelompok berpenghasilan tinggi tetap aktif berbelanja berkat pasar saham yang kuat dan kenaikan nilai aset, sementara rumah tangga berpenghasilan rendah mulai menahan pengeluaran.
Harapan Pemangkasan Suku Bunga
Investor juga masih menyimpan optimisme terhadap kemungkinan pemangkasan suku bunga lanjutan oleh Federal Reserve, setelah bank sentral AS memangkas suku bunga tiga kali sepanjang 2025.
Meski demikian, Kepala Strategi Investasi Global Wells Fargo Investment Institute, Paul Christopher, memperingatkan bahwa volatilitas pasar dapat meningkat seiring musim laporan keuangan dan rilis data inflasi.
“Pasar cenderung mengabaikan isu politik dan fokus pada prospek ekonomi 2026 yang relatif solid. Apakah Dow Jones menembus 50.000 hari ini atau minggu ini bukanlah poin utamanya,” ujar Christopher.
Penutupan Wall Street pada 9 Januari 2026
Sebelumnya, bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street melesat pada perdagangan Jumat, 9 Januari 2026. Kenaikan wall street terjadi setelah indeks S&P 500 menguat ke level tertinggi baru jelang akhir pekan ini, dan mencatat kenaikan mingguan menyusul rilis laporan pekerjaan terbaru.
Mengutip CNBC, Sabtu (10/1/2026), indeks S&P 500 menguat 0,65% menjadi 6.966,28. Indeks acuan tersebut mencatat rekor baru dan rekor tertinggi intraday dalam sesi perdagangan.
Selain itu, indeks Nasdaq melesat 0,81% menjadi 23.671,35. Indeks Dow Jones melambung 237,96 poin atau 0,48% ke posisi 49.504,07, juga mencatat rekor penutupan baru.
Tiga indeks acuan di wall street mencatat kinerja mingguan yang positif. Indeks S&P 500 menguat lebih dari 1%. Indeks Dow Jones bertambah 2,3% dan inedks Nasdaq terbang 1,9%.
Di sisi lain, laporan pekerjaan Desember menunjukkan peningkatan jumlah pekerjaan di sektor nonpertanian sebesar 50.000 pada bulan lalu, lebih rendah dari perkiraan 73.000 yang diprediksi ekonom yang disurvei Dow Jones.
Data Ekonomi AS
Data tersebut meskipun sedikit lebih lemah dari yang diharapkan menunjukkan perekonomian AS yang masih berjalan lambat dengan investor mengantisipasi pertumbuhan meningkat. Tingkat pengangguran sedikit turun menjadi 4,4%, sedangkan ekonom prediksi 4,5%. Pelaku pasar juga menilai hal itu sebagai tanda kalau perbaikan ekonomi akan segera terjadi.
Mempertimbangkan data penggajian terbaru bersamaan dengan laporan JOLTS dan ADP yang dirilis pekan ini, Anthony Saglimbene dari Ameriprise Financial percaya konsensus seputar latar belakang ketenagakerjaan AS adalah kondisi itu telah "melunak” tetapi juga tetap stabil. “Hal ini mencerminkan lingkungan perekrutan rendah, pemecatan rendah,” ia menambahkan.
Ia menambahkan, risiko yang mungkin terjadi adalah penurunan lapangan kerja yang sedikit lebih besar dari yang diperkirakan. “Saya pikir itu mungkin akan membuat investor khawatir. Kita melewati minggu ini dengan angka-angka yang sebagian besar sesuai dengan perkiraan,yang menurut saya merupakan hal positif,” ia menambahkan.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3020527/original/046868200_1578913888-20200113-Rupiah-Perkasa_-IHSG-Ditutup-Cerah--ANGGA-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3020524/original/019309700_1578913886-20200113-Rupiah-Perkasa_-IHSG-Ditutup-Cerah--ANGGA-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3893145/original/056566800_1641196873-20220103-Pembukaan_Awal_Tahun_2022_IHSG_Menguat-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4822447/original/031589300_1714908541-fotor-ai-20240505174529.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3512415/original/039668300_1626406622-wall_street_1patrick-weissenberger-uJhgEXPqSPk-unsplash__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3356525/original/071853900_1611299590-20210122-IHSG-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4277616/original/049381900_1672400412-Penutupan_Perdagangan_Bursa_Efek_Indonesia_2022-Angga-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5225850/original/059281600_1747719402-Intel.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5184178/original/018769500_1744269681-20250410-IHSG-AFP_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2970775/original/051574800_1574070741-20191118-Perdagangan-Awal-Pekan-IHSG-Ditutup-di-Zona-Merah-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2408411/original/021376800_1542192171-Pasar-saham-Indonesia1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4883223/original/030233500_1720093649-20240704-IHSG-ANG_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5452402/original/093925300_1766398403-Kepala_Eksekutif_Pengawas_Pasar_Modal__Keuangan_Derivatif__dan_Bursa_Karbon_OJK_Inarno_Djajadi-1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4112072/original/006568500_1659528503-IHSG_Ditutup_Menguat-Angga-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1817917/original/058473800_1514865745-20180102-IHSG-FF3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3267160/original/026445700_1602658743-20201014-IHSG-Dibuka-di-Zona-Merah-angga-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3893148/original/019406200_1641196875-20220103-Pembukaan_Awal_Tahun_2022_IHSG_Menguat-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4822445/original/055067300_1714908469-fotor-ai-20240505174622.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467360/original/066858300_1767875826-RUPSLB_RISE_2026.jpeg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363858/original/020456500_1758978429-00004XTR_01383_BURST20250927170746.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5365227/original/069533300_1759147359-WhatsApp_Image_2025-09-29_at_18.52.10.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362984/original/084412600_1758878600-IMG_20250926_133459.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5377989/original/083133800_1760174471-Mobil_Sultan_HB_X_berhenti_di_lampu_merah_tanpa_pengawalan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5349019/original/049891800_1757909694-honda-recalls-2025-acura-rdx-for-potential-loss-of-power-steering-assist_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1817919/original/067515000_1514865746-20180102-IHSG-FF5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1503744/original/055901900_1486724745-20170210--IHSG-Ditutup-Stagnan--Bursa-Efek-Indonesia-Jakarta--Angga-Yuniar-01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3417790/original/054559700_1617321679-lo-lo-CeVj8lPBJSc-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364295/original/033013800_1759056277-IMG-20250927-WA0064.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5366029/original/021275400_1759214006-Daihatsu-Copen-Variants_edit_129823537549460.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5349646/original/086551500_1757925976-20250915_152748.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5368063/original/066099000_1759334436-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4883222/original/037561100_1720093648-20240704-IHSG-ANG_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5383151/original/070161900_1760626344-Pembunuh_Wanita_Hamil_di_Kamar_Hotel_Palembang_Tertangkap.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5373081/original/056862400_1759811879-Mercedes-Benz-CLA-Hot-Wheels-art-car-14-e1759739946207-1260x714.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5316114/original/045112100_1755225811-BYD_ATTO_1_Semarang-Solo-Jogja__16_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3046088/original/077180100_1581323846-20200210-Pasar-Saham-di-Asia-Turun-Imbas-Wabah-Virus-Corona-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364977/original/081726500_1759132594-WhatsApp_Image_2025-09-26_at_9.36.47_AM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5182433/original/045323000_1744088913-20250408-Perdagangan_Saham-AFP_5.jpg)