Akses Investasi Makin Mudah, Atasi Kesenjangan Partisipasi Investor Saham

14 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - PT OCBC Sekuritas Indonesia (OCBC Sekuritas) dan PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) resmi menjalin kemitraan strategis untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur. Melalui kerja sama ini, pengguna Makmur kini dapat mengakses investasi saham sekaligus reksa dana dalam satu platform, memperluas pilihan instrumen sekaligus mendorong kemudahan berinvestasi di pasar modal.

Kemitraan ini menggabungkan kapabilitas OCBC Sekuritas sebagai institusi pasar modal yang telah lama berkiprah di Indonesia dengan pendekatan business-to-business (B2B) yang terintegrasi bersama mitra kelembagaan.

Di sisi lain, Makmur menghadirkan kekuatan sebagai platform investasi digital yang berfokus pada kemudahan akses, keamanan, dan transparansi bagi pengguna. Sinergi tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan investasi saham ke segmen masyarakat yang lebih luas.

Sejalan dengan komitmen untuk mendorong pertumbuhan ekosistem investasi yang inovatif dan efisien, OCBC Sekuritas mengedepankan pendekatan bisnis yang kolaboratif dan berorientasi kemitraan.

Sebagai anak perusahaan dari OCBC Bank Singapura OCBC Sekuritas telah berpengalaman menyediakan berbagai solusi investasi pasar modal yang aman dan inovatif bagi nasabah individu, korporasi, maupun institusi.

Direktur Utama PT OCBC Sekuritas Indonesia, Betty Goenawan, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah nyata untuk memperluas akses pasar modal secara inklusif.

“Kami senantiasa bersinergi dengan berbagai pelaku industri agar pasar modal Indonesia semakin maju dan berkembang, sekaligus membuka peluang partisipasi yang lebih luas bagi investor,” ujarnya, Sabtu (17/1/2026).

Kesenjangan Partisipasi Investor Saham

Sementara itu, Direktur Utama PT Inovasi Finansial Teknologi, Sander Parawira, menyoroti masih besarnya kesenjangan partisipasi investor saham di Indonesia. Hingga November 2025, jumlah investor pasar modal tercatat sekitar 19,67 juta, namun investor saham dan surat berharga lainnya baru mencapai 8,31 juta. 

“Artinya, kurang dari separuh investor pasar modal aktif berinvestasi di saham. Dengan jumlah penduduk usia dewasa Indonesia yang jauh lebih besar, ruang pertumbuhan investor saham masih sangat luas,” jelas Sander.

Ia menambahkan bahwa meskipun jumlah investor saham dan surat berharga lainnya tumbuh 32,46 persen secara tahunan (year-on-year) pada November 2025, tingkat penetrasinya masih relatif rendah dan masih terpusat di Pulau Jawa. Oleh karena itu, integrasi fitur saham di platform Makmur diharapkan dapat memperluas akses sekaligus mendorong peningkatan partisipasi investor saham secara bertahap dan berkelanjutan, sejalan dengan upaya pendalaman pasar modal nasional.

Dari sisi pengembangan produk, Chief Investment Officer Makmur, Stefanus Dennis Winarto, menyampaikan bahwa penambahan fitur saham sejalan dengan komitmen Makmur untuk terus berinovasi dalam menyediakan pilihan instrumen investasi yang lebih lengkap.

Perluas Pilihan Instrumen Investasi

Sebagai perusahaan jasa keuangan yang berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Makmur selama ini dikenal sebagai platform yang menyediakan akses ke berbagai produk reksa dana terkurasi serta instrumen pasar modal lainnya.

Selain memperluas pilihan instrumen, Makmur juga menegaskan komitmennya dalam meningkatkan literasi keuangan investor melalui penyediaan data dan informasi yang komprehensif. 

“Penyediaan data laporan keuangan emiten, ringkasan broker flow, hingga broker distribution diharapkan dapat membantu investor memahami dinamika pasar secara lebih mendalam dan mengambil keputusan investasi yang lebih terukur dan rasional,” ungkap Stefanus.

Melalui kemitraan strategis ini, OCBC Sekuritas dan Makmur berharap dapat berkontribusi dalam membangun ekosistem investasi yang lebih inklusif, transparan, dan berkelanjutan, sekaligus membuka jalan bagi peningkatan partisipasi investor saham di Indonesia.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |