Transaksi Saham DSSA Tembus Rp 16,7 Triliun di Pasar Negosiasi

3 months ago 60

Liputan6.com, Jakarta - Transaksi  harian saham mencapai Rp 47,1 triliun pada perdagangan saham Jumat, 19 Desember 2025. Salah satu kontribusinya dari transaksi saham PT Dian Swastika Sentosa Tbk (DSSA) di pasar negosiasi.

Mengutip data RTI, Senin (22/12/2025), transaksi saham DSSA mencapai Rp 16,7 triliun di pasar negosiasi. Saham DSSA ditransaksikan satu kali dengan nilai Rp 16,7 tirliun dan volume perdagangan saham 1.550.000 saham. Harga saham DSSA naik 0,90% ke posisi Rp 108.000 di pasar negosiasi. Saham DSSA berada di level tertinggi dan terendah Rp 108.000 per saham.

Sementara itu, di pasar regular, saham DSSA naik 3,34% ke posisi Rp 109.125 per saham. Harga saham DSSA dibuka turun 800 poin ke posisi Rp 104.800 dari penutupan sebelumnya Rp 105.600. Harga saham DSSA berada di level tertinggi Rp 110.125 dan level terendah Rp 109.125 per saham. Total frekuensi perdagangan 3.443 kali dengan volume perdagangan saham 1.698.931 saham. Nilai transaksi Rp 18,4 triliun.

Di sisi lain, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tipis 0,10% ke posisi 8.609,55.Indeks saham LQ45 naik 0,21% ke posisi 853,53. IHSG berada di level tertinggi 8.671,76 dan level terendah 8.562,88.

Sebanyak 473 saham melemah sehingga bebani IHSG. 197 saham menguat dan 133 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham 2.300.154 kali dengan volume perdagangan saham 40,8 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 47,1 triliun.

DSSA Umumkan Rencana Merger MyRepublic dengan MORA

Sebelumnya, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menyampaikan adanya rencana penggabungan usaha yang melibatkan entitas anak tidak langsungnya, PT Eka Mas Republik (EMR) atau MyRepublic, dengan PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA). Rencana ini telah mencapai kesepakatan definitif untuk melakukan penggabungan usaha.

Dalam rencana tersebut, Moratelindo akan menjadi entitas yang bertahan dan selanjutnya menggunakan nama PT Ekamas Mora Republik Tbk. Melalui penggabungan ini, entitas hasil merger diharapkan memiliki skala usaha dan kapasitas yang lebih besar dibandingkan apabila masing-masing perusahaan beroperasi secara terpisah.

Langkah ini juga dinilai berpotensi memperkuat struktur industri telekomunikasi nasional serta mendukung pengembangan ekosistem digital di Indonesia.

Presiden Direktur PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), Krisnan Cahya, menjelaskan bahwa merger tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam mendukung agenda transformasi digital di Indonesia.

“Untuk itu, saya percaya merger ini merupakan langkah untuk mendukung agenda digital Indonesia dalam percepatan dan pemerataan ekosistem digital di tanah air. Melalui penguatan jangkauan jaringan dan peluncuran berkelanjutan, kita bisa mendorong ekosistem digital lokal yang inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya dikutip Jumat (19/12/2025).

Karakter Bisnis Saling Melengkapi

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para pemangku kepentingan, termasuk pelanggan, karyawan, regulator, dan pemegang saham, atas kerja sama dan kepercayaan yang telah terjalin.

Kedua perusahaan memiliki karakteristik bisnis dan jaringan yang saling melengkapi. Moratelindo merupakan Penyedia Akses Jaringan (NAP) dan Penyedia Layanan Internet (ISP) yang telah beroperasi sejak tahun 2000, serta tercatat sebagai salah satu penyedia jaringan tulang punggung serat optik terbesar di Indonesia.

Hingga September 2025, Moratelindo memiliki lebih dari 57 ribu km jaringan serat optik, enam pusat data dengan kapasitas 3,3 megawatt, melayani lebih dari 16,8 ribu pelanggan enterprise, hampir 1 juta homepass, serta lebih dari 296 ribu pelanggan ritel.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |