Superbank (SUPA) Himpun Dana IPO Rp 2,7 Triliun, Ini Tujuannya

3 months ago 59

Liputan6.com, Jakarta - PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) atau Superbank telah menetapkan harga penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) sebesar Rp 635 per saham. Dengan demikian perseroan meraup dana IPO sebesar Rp 2,79 triliun. Lalu untuk apa saja dana IPO tersebut?

Mengutip prospektus perseroan di laman e-ipo, ditulis Selasa (16/12/2025), PT Super Bank Indonesia Tbk menawarkan 4,40 miliar saham ke publik dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Jumlah saham yang ditawarkan itu 13% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan setelah IPO. Adapun harga IPO yang ditetapkan sebesar Rp 635 per saham sehingga dana IPO yang diperoleh sebesar Rp 2,79 triliun.

Dana IPO sekitar 70% akan digunakan perseroan untuk modal kerja dalam rangka penyaluran kredit perseroan. Sisanya sekitar 30% akan dipakai untuk belanja modal yang akan dilakukan secara bertahap mulai 2026 hingga lima tahun ke depan.

Belanja modal tersebut untuk pengembangan produk perseroan antara lain pengembangan produk pendanaan, pembiayaan dan sistem pembayaran dengan fokus pada solusi digital bagi retail dan UMKM untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan, dan didukung oleh pengembangan teknologi informasi (IT) yang saling melengkapi melalui investasi pada infrastruktur, sistem operasional, artificial intelligence (AI), dan data analytics, serta peningkatan cybersecurity untuk membangun fondasi digital yang kuat, aman dan efisien.

"Melalui investasi tersebut perseroan memiliki aspirasi untuk meningkatkan kualitas produk, efisiensi operasional, keamanan data dan kualitas layanan kepada nasabah,” demikian seperti dikutip.

IPO, Superbank Tetapkan Harga Rp 635 per Saham

Sebelumnya, PT Super Bank Indonesia Tbk menetapkan harga saham perdana Rp 635 per saham dalam rangka penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO). Sebelumnya pada masa penawaran awal, Perseroan menawarkan harga di kisaran Rp 525-Rp 695 per saham.

Mengutip laman e-ipo, Rabu (10/12/2025), PT Super Bank Indonesia Tbk menawarkan 4,40 miliar saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Jumlah saham yang ditawarkan itu sebesar 13% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah IPO.

Dengan demikian, perseroan akan meraup dana Rp 2,79 triliun dari IPO. Sebelumnya perseroan yang akan memakai kode saham SUPA ini akan memakai dana IPO sekitar 70% untuk modal kerja dalam rangka penyaluran kredit perseroan. Sisanya sekitar 30%, dana hasil IPO akan dialokasikan untuk belanja modal dalam rangka mendukung kegiatan usaha perseroan.

Untuk melakukan penawaran saham perseroan, perseroan telah menunjuk penjamin pelaksana emisi efek antara lain PT Mandiri Sekuritas, PT CLSA Sekuritas Indonesia, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, dan PT Sucor Sekuritas. Sedangkan yang bertindak sebagai penjamin emisi efek yakni PT Bahana Sekuritas dan PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia.

Berikut jadwal IPO:

  • Tanggal efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 8 Desember 2025
  • Masa penawaran umum perdana saham pada 10-15 Desember 2025
  • Tanggal penjatahan pada 15 Desember 2025
  • Tanggal distribusi saham secara elektronik pada 16 Desember 2025
  • Tanggal pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 17 Desember 2025

IPO Superbank

Sebelumnya, PT Super Bank Indonesia Tbk atau superbank akan menggelar penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO). Perseroan akan melepas 4,40 miliar saham ke publik dengan nilai nominal Rp 100 per saham dan akan memakai kode saham SUPA dalam rangka pencatatan saham. Jumlah saham IPO yang ditawarkan maksimal 13% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.

Mengutip prospektus perseroan dari laman e-ipo, Selasa (25/11/2025), PT Super Bank Indonesia Tbk menawarkan harga IPO di kisaran Rp 525-Rp 695 per saham. Dengan demikian, perseroan akan meraup dana IPO maksimal Rp 3,06 triliun. 

Adapun dana IPO akan dipakai perseroan sekitar 70% untuk modal kerja dalam rangka penyaluran kredit. Sisanya sekitar 30% dari dana hasil IPO akan dialokasikan untuk belanja modal untuk mendukung kegiatan usaha perseroan.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |