Simak Libur Bursa Desember 2025 Sambut Natal dan Tahun Baru

3 months ago 61

Liputan6.com, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menetapkan kalender libur bursa 2025 termasuk pada Desember 2025. Sepanjang Desember 2025, ada 20 hari bursa seiring ada libur Natal dan akhir pekan.

Penetapan kalender libur bursa ini jadwal yang menerangkan waktu (hari dan tanggal) peniadaan kegiatan pelaksanaan perdagangan dan penyelesaian transaksi efek di bursa. Hal ini merujuk pada Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 1017 Tahun 2024, Nomor 2 Tahun 2024 dan Nomor 2 Tahun 2024 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2025.

Adapun pada Desember 2025, ada libur bursa untuk memperingati Kelahiran Yesus Kristus, Cuti Bersama Kelahiran Yesus Kristus dan libur bursa. Ini belum termasuk libur Sabtu dan Minggu. Dengan demikian, sepanjang Desember 2025 ada 20 hari bursa.

Berikut jadwal libur bursa pada Desember 2025:

  • Kamis, 25 Desember 2025: Kelahiran Yesus Kristus
  • Jumat, 26 Desember 2025: Cuti Bersama Kelahiran Yesus Kristus
  • Rabu, 31 Desember 2025: Libur Bursa

BEI juga telah menetapkan kalender libur bursa 2026. Pada Januari 2025, ada libur Tahun Baru 2026 Masehi pada Kamis, 1 Januari 2025 dan libur Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW pada Jumat, 16 Januari 2025. Dengan demikian, sepanjang Januari 2025 ada 20 hari bursa.

Kinerja IHSG pada 15-19 Desember 2025

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada perdagangan 15-19 Desember 2025. Pergerakan IHSG sepekan ini dinilai dipengaruhi kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserve (the fed) dan Bank Indonesia (BI) soal suku bunga.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Sabtu, (20/12/2025), IHSG merosot 0,59% ke posisi 8.609,55. Pada pekan lalu, IHSG naik terbatas 0,32% ke posisi 8.660,49. Kapitalisasi pasar juga merosot 0,59% menjadi Rp 15.788 triliun dari pekan sebelumnya Rp 15.882 triliun.

Senior Market Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta menuturkan, pergerakan IHSG dipengaruhi prospek penurunan suku bunga the Fed pada 2026. "Prospek penurunan suku bunga tahun depan hanya satu kali. Namun, ada peluang the Fed menurunkan suku bunga bisa dua kali,” kata dia saat dihubungi Liputan6.com.

Selain itu, Nafan menambahkan, Bank Indonesia (BI) yang mempertahankan suku bunga 4,75% seiring langkah BI yang pro stabilitas juga mempengaruhi IHSG. “BI cenderung pro stability ketimbang growth dengan menahan BI Rate membuat market kita relatif mengalami koreksi,” kata dia.

Investor Asing Beli Saham

BEI juga mencatat rata-rata frekuensi transaksi harian merosot 12,59% menjadi 2,80 juta kali transaksi dari 3,20 juta kali transaksi pada pekan lalu.

Sementara itu, rata-rata volume transaksi harian bursa anjlok 20,80% menjadi 47 miliar saham dari 59,35 miliar saham pada pekan lalu. Investor asing membeli saham Rp 3,27 triliun selama sepekan. Aksi beli saham oleh investor asing ini lebih besar dari pekan lalu sebesar Rp 1,42 triliun. Seiring hal itu, sepanjang 2025, investor asing lepas saham Rp 22,39 triliun.

Adapun peningkatan tercatat pada rata-rata nilai transaksi harian BEI sebesar 13,23% menjadi Rp 34,29 triliun dari pekan lalu Rp 30,29 triliun.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |