Liputan6.com, Lampung - Peluncuran sekaligus dimulainya kegiatan belajar mengajar (KBM) Sekolah Rakyat di Provinsi Lampung yang semula direncanakan pada 14 Juli 2025, dipastikan mengalami penundaan. Program pendidikan alternatif besutan Presiden Prabowo Subianto itu kini dijadwalkan baru akan efektif berjalan pada akhir Juli 2025.
Pantauan Liputan6.com di lokasi sementara Sekolah Rakyat yang berada di kompleks Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Lampung, Senin (14/7/2025), para siswa tahun ajaran 2025/2026 tampak masih menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan dan kebugaran.
Pemeriksaan dilakukan di aula Gedung G, dengan sistem pemanggilan satu per satu. Para siswa diperiksa mulai dari tekanan darah, tinggi dan berat badan, hingga tes mata.
Di sisi lain, tampak wali murid dan guru ikut mendampingi para siswa dengan seksama. Mereka juga mengikuti pengarahan yang disampaikan langsung oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf secara daring.
Gedung Belum Siap, Renovasi Masih Berlangsung
Penundaan operasional Sekolah Rakyat tak lepas dari kondisi gedung yang belum siap digunakan. Berdasarkan pengamatan di lapangan, renovasi masih berlangsung di sejumlah bangunan yang rencananya akan digunakan sebagai ruang belajar.
Sejumlah pekerja terlihat sibuk menata batu bata, merapikan material, dan membersihkan puing-puing bangunan.
Mereka tampak mengenakan perlengkapan keselamatan seperti helm kuning, rompi oranye, dan sepatu boots.
Beberapa pekerja tampak membongkar bagian atap bangunan, memperjelas bahwa proses renovasi belum tuntas.
Di salah satu sisi area, terlihat dua bangunan; satu bangunan tua yang sebagian sudah dihancurkan, dan satu lagi berupa bangunan memanjang yang sedang dalam tahap pembongkaran atap.
Aktivitas para tukang di antara puing bata dan pasir mengindikasikan adanya renovasi besar-besaran, kemungkinan untuk pembangunan ulang fasilitas pendidikan.
Belum Masuk Asrama, MPLS di Sekolah Rakyat Bisa Sampai 3 Bulan
Kepala Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 32 Lampung Selatan, Asis Prasetyo menyampaikan bahwa para siswa saat ini belum memulai kegiatan belajar formal. Mereka masih berada dalam fase pengenalan lingkungan sekolah sembari menunggu kesiapan fasilitas.
"KBM belum bisa dimulai karena renovasi belum rampung. Target kami, akhir Juli sudah mulai berjalan," ujar Asis.
Dia menjelaskan bahwa sistem asrama untuk saat ini belum diberlakukan karena kondisi tempat tinggal siswa belum memenuhi standar kelayakan.
“Anak-anak masih akan dipulangkan dulu setelah pemeriksaan kesehatan. Kami belum berani asramakan karena belum siap secara infrastruktur,” ungkapnya.
Setelah seluruh fasilitas siap, para siswa akan menjalani Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang cukup panjang, berbeda dari sekolah formal biasa.
"Kalau MPLS di sekolah umum hanya 3-5 hari, di Sekolah Rakyat bisa berlangsung 2 hingga 3 bulan. Ada tes DNA, asesmen kesiapan belajar, dan pemetaan potensi minat serta bakat masing-masing siswa," tutup Asis.