Saham WIFI Hari Ini 24 Desember 2025 Tergelincir 4,3%

3 months ago 60

Liputan6.com, Jakarta - Harga saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) bergerak di zona merah pada perdagangan saham Rabu, (24/12/2025). Koreksi harga saham WIFI terjadi di tengah laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menguat terbatas.

Harga saham WIFI melemah 4,3% ke posisi Rp 3.340 per saham. Harga saham WIFI dibuka turun 100 poin ke posisi Rp 3.390 per saham. Saham WIFI berada di level tertinggi Rp 3.400 dan level terendah Rp 3.220 per saham. Total frekuensi perdagangan 16.975 kali dengan volume perdagangan saham 544.006 saham. Nilai transaksi Rp 181,2 miliar.

Berdasarkan data Google Finance, harga saham WIFI melemah 4,57% dalam lima hari terakhir. Selama sebulan terakhir, saham WIFI susut 10,46%. Secara year to date, harga saham WIFI meroket 719, 15%.

Sementara itu, pada sesi pertama perdagangan saham Rabu pekan ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik tipis 0,03% ke posisi 8.587,49. IHSG berada di level tertinggi 8.611,33 dan level terendah 8.553,70. Sebanyak 343 saham melemah sehingga bebani IHSG. 289 saham menguat dan 170 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 1.528.909 kali dengan volume perdagangan 19,1 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 13,9 triliun.

Secara sektoral, sektor saham energi melemah 0,12%, sektor saham consumer siklikal terpangkas 0,48%, sektor saham keuangan melemah 0,25%. Sementara itu, sektor saham basic naik 0,05%, sektor saham industri bertambah 0,415, sektor saham consumer nonsiklikal menanjak 0,25%. Lalu sektor saham properti menanjak 0,70% dan sektor saham teknologi bertambah 0,13%.

Saham WIFI Merosot, Ini Tanggapan Manajemen

Sebelumnya, harga saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) cenderung koreksi pada perdagangan saham Senin, (15/12/2025). Hal itu menambah tekanan terhadap harga saham WIFI dalam lima hari terakhir.

Mengutip data RTI, harga saham WIFI merosot 1,66% ke posisi Rp 3.560 pr saham pada perdagangan saham Senin, 15 Desember 2025 pukul 14.32 WIB. Harga saham WIFI dibuka naik 80 poin ke posisi Rp 3.700 per saham. Harga saham WIFI berada di level tertinggi Rp 3.740 dan level terendah Rp 3.610 per saham. Total frekuensi perdagangan 33.317 kali dengan volume perdagangan saham 1.165.468 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 422,9 miliar.

Berdasarkan data Google Finance, harga saham WIFI susut 9,41% dalam lima hari terakhir.  Namun, harga saham WIFI masih naik 3,79% selama sebulan terakhir. Secara year to date (ytd), harga saham WIFI bertambah 773,11%.

Terkait tekanan pada harga saham WIFI, manajemen WIFI menyebutkan, koreksi harga saham WIFI bukan cerminan melemahnya fundamental. Hal itu imbas sementara dari penyesuaian pasar terhadap perubahan struktur modal untuk mendukung fase ekspansi agresif perusahaan.

Faktor Utama

“Salah satu faktor utama adalah kenaikan signifikan utang obligasi dari Rp 600 miliar menjadi Rp 2,5 triliun, yang seluruhnya digunakan untuk pembiayaan ekspansi dan mendorong aset hingga Rp 12,5 triliun,” demikian seperti dikutip dari keterangan resmi.

Direktur WIFI, Shannedy Ong menjelaskan meningkatnya beban bunga yang tercermin dalam laporan laba rugi kuartal ketiga 2025 memang menekan laba bersih dalam jangka pendek. 

“Namun, perlu ditekankan bahwa ini adalah 'Biaya Pertumbuhan' (Cost of Growth), bukan kerugian. Dana Rp 2,5 triliun ini adalah modal kerja produktif yang kami tanamkan di depan untuk mematangkan infrastruktur jaringan baru. Pasar bereaksi terhadap tekanan laba sesaat ini, tetapi kami yakin investasi ini adalah pondasi untuk 'panen raya' pendapatan di kuartal-kuartal mendatang," ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (12/12/2025).

Masuknya NTT East sebagai pemegang saham di anak usaha IJE pada Juli 2025 juga menjadi validasi bagi prospek jangka panjang perusahaan.

Kemitraan Strategis

Shannedy menuturkan, kemitraan strategis dengan NTT East adalah validasi jangka panjang terhadap potensi dan kualitas aset WIFI. Ia menambahkan, masuknya NTT East baru terjadi pada awal kuartal III.

Sinergi operasional, transfer teknologi, dan efisiensi jaringan tidak terjadi dalam semalam. Pasar belum sepenuhnya menghargai valuasi dari kemitraan ini karena dampaknya ke bottom line membutuhkan waktu inkubasi 6 hingga 12 bulan. Ini adalah katalisator pertumbuhan masa depan, bukan sekadar suntikan dana sesaat.

Manajemen pun mengajak investor untuk melihat kondisi secara menyeluruh, terutama menyangkut prospek jangka panjang perusahaan.

Ia mengatakan, koreksi saham WIFI saat ini adalah fenomena yang wajar dan jangka pendek, karena perseroan sedang berada di 'fase menanam' yang sangat agresif.

“Kami telah mengamankan pendanaan besar, aset kami tumbuh 4x lipat, dan kami didukung mitra global sekelas NTT East. Wajar jika profitabilitas sedikit tertekan beban bunga sebelum 'panen raya' dari kapasitas jaringan baru ini dimulai. Kami meminta investor untuk fokus pada fundamental yang semakin kuat dan prospek jangka panjang perusahaan,” pungkasnya.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |