Saham RLCO Menguat 20% Hari Ini 20 Januari 2026

2 weeks ago 31

Liputan6.com, Jakarta - Saham PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO)  melanjutkan kenaikan pada perdagangan saham Selasa (20/1/2026). Kenaikan harga saham RLCO ini terjadi di tengah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menghijau.

Mengutip data RTI, harga saham RLCO melonjak 20% pada penutupan perdagangan saham sesi pertama. Harga saham RLCO dibuka naik 1.300 poin ke posisi Rp 8.550 per saham. Saham RLCO berada di level tertinggi Rp 8.700 dan level terendah Rp 7.450 per saham. Total frekuensi perdagangan 8.628 kali dengan volume perdagangan 101.846 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 87,4 miliar. Kapitalisasi pasar saham RLCO mencapai Rp 27,19 triliun.

Berdasarkan data google finance, selama lima hari terakhir, harga saham RLCO meroket 102,33%. Pada 2025, perseroan sebagai emiten pendatang baru mencatatkan kenaikan saham sebesar 3.749,56%.

Sementara itu, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan kenaikan pada sesi pertama. IHSG ditutup naik 0,24% ke posisi 9.155,40 yang merupakan level tertinggi dalam sejarah pada sesi perdagangan saham.

Sesi pertama, IHSG berada di level tertinggi 9.174,47 dan level terendah 9.126,84. Sebanyak 382 saham menguat sehingga mengangkat IHSG. 287 saham melemah dan 131 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 2.336.785 kali dengan volume perdagangan saham 46,6 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 16,1 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.960.

RLCO Bakal Ekspor Produk Sarang Walet ke Thailand dan AS

Sebelumnya, PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) membidik pasar ekspor baru dari produk olahan sarang burung waletnya. Thailand dan Amerika Serikat (AS) akan dilakukan pada 2026, tahun depan.

Direktur Utama RLCO, Edwin Pranata mengatakan ada 4 negara yang memang dibidiknya. Vietnam menjadi negara pertama yang jadi tujuan ekspor dan dilakukan pada akhir 2025 ini.

"Nanti Thailand akan menyusul tahun depan dan ke Amerika," kata Edwin, di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (8/12/2025).

Adapun, ekspor ke Thailand akan direalisasikan pada kuartal II-2026, sedangkan pengiriman ke AS akan dilakukan di kuartal IV-2026 nanti. Pengirimannya merupakan produk olahan sarang burung walet atas penjualan secara online.

Edwin juga memberikan bocoran, perseroan membidik negara di kawasan Asia Tenggara. Filipina menjadi satu negara yang dinilainya potensial sebagai tujuan ekspor sarang burung walet.

"Mungkin Asia Tenggara ya, negara Asia Tenggara seperti Filipina itu salah satu yang kita sasar sebenarnya di tahun depan juga. Saat ini belum (ada negara di luar Asia), Amerika yang akan jadi salah satu pasar yang non-Asia yang akan kita sasar. Karena Amerika sendiri kan punya komunitas penduduk Asia yang sangat besar juga," jelas Edwin.

Resmi IPO

Sebelumnya, PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) resmi tercatat di bursa efek Indonesia. Saham yang ditawarkan perusahaan melonjak hingga 34 persen di awal pembukaan perdagangan.

RLCO sendiri menetapkan harga penawaran di angka Rp 168 per saham. Saat pencatatan perdana saham atau initial public offering (IPO), saham RLCO melonjak 34,52% menjadi Rp 226 per saham.

Direktur Utama RLCO, Edwin Pranata menyampaikan ini menjadi babak baru bagi perseroan. Namun, tak hanya itu, IPO RLCO menjadi tonggak sejarah baru industri pengolahan sarang walet di Indonesia.

Babak Baru

"Pencatatan saham di BEI bukan hanya menandai babak baru bagi perudahaan tapi juga babak baru bagi masyarakat indonesia. Karena mulai hari ini kita tidak lagi hamya berbicara tentang prestasi sebuah perusahaan semata," kata Edwin dalam seremoni IPO PT Abadi Lestari Indonesia Tbk, di Main Hall BEI, Jakarta, Senin (8/12/2025).

BEI mencatat, saham RLCO diserbu oleh 520.000 ribu pada proses penawaran umum. Sehingga menjadikan RLCO mencatatkan oversubcribed terbesar sepanjang sejarah.

"Kami ucapkan selamat atas IPO yang menjadi perusahaan tercatat ke 25 di tahun 2025. Menjadikan total perusahaan tercatat menjadi 955," kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |