Liputan6.com, Jakarta - Saham Intel Corp mengalami kenaikan terbesar sejak September 2025. Saham Intel melesat setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memuji kemajuan teknologi dan kinerja pasar saham dari produsen chip tersebut.
Mengutip Yahoo Finance, Sabtu (10/1/2026), Trump bertemu dengan CEO Intel, Lip-Bu Tan, pada Kamis di Gedung Putih, di mana kedua tokoh tersebut membahas lini prosesor baru perusahaan setelah pemerintah AS membeli saham di perusahaan pembuat chip tersebut.
Dalam unggahan di jaringan Truth Social miliknya, Trump memuji kemajuan terbaru di Intel yang berbasis di Santa Clara, California, yang sahamnya naik sekitar 90% sejak rencana muncul tahun lalu bagi pemerintah federal untuk membeli hingga 10% saham perusahaan. Sejauh ini, AS telah mengumpulkan sekitar 5,5% saham, dan lebih banyak lagi yang akan diakuisisi.
"Saya baru saja menyelesaikan pertemuan yang hebat dengan CEO Intel yang sangat sukses, Lip-Bu Tan,” tulis Trump.
"Kami membuat Kesepakatan HEBAT, dan begitu juga Intel. Negara kita bertekad untuk membawa kembali manufaktur chip terdepan ke Amerika, dan itulah yang sedang terjadi!!!”
Saham Intel melonjak 11% menjadi USD 45,55 di New York pada Jumat setelah pernyataan tersebut, kenaikan harian terbesar sejak 18 September. Setelah kenaikan 84% pada 2025, saham Intel kini naik sekitar 23% sepanjang tahun ini.
Sejak menjabat sebagai CEO pada Maret, Tan telah bergerak cepat untuk mencoba memperbaiki bisnis pembuat chip yang sedang bermasalah ini. Selain investasi AS, Nvidia Corp. dan SoftBank Group Corp. juga telah mengakuisisi saham senilai miliaran dolar AS.
Meskipun kesepakatan tersebut telah menaikkan harga saham Intel, perusahaan masih perlu menunjukkan produk baru akan merebut kembali pangsa pasar yang hilang.
Tan mengatakan, pada konferensi industri minggu ini Intel mulai mengirimkan produk 18A sub-2-nanometer pertamanya sesuai jadwal pada akhir tahun 2025. Perusahaan itu sendiri terus bergantung pada Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. untuk beberapa fabrikasi chip.
Aksi Pembelian Saham Intel oleh Pemerintah AS
Dalam unggahannya, Trump mengatakan pemerintah telah menghasilkan "Puluhan Miliar Dolar untuk Rakyat Amerika," meskipun keuntungan sebenarnya bagi AS dari kepemilikannya sejauh ini kurang dari itu.
Saat dibeli pada Agustus, saham AS bernilai USD 5,7 miliar atau Rp 96 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.840). Hingga saat ini, sebagian besar kepemilikan pemerintah masih bergantung pada perkembangan di masa mendatang.
Jika wajib pajak saat ini memiliki semua saham yang tersedia dalam pengaturan yang rumit, saham tersebut akan bernilai USD 27,7 miliar atau Rp 466,55 triliun. Saat ini, kepemilikan publik berada sedikit di atas USD 11 miliar atau Rp 185,27 triliun.
Juru bicara Intel merujuk pada pengajuan publik untuk saham AS. Gedung Putih tidak memberikan komentar segera.
Nvidia Resmi Beli Saham Intel Rp 82,82 Triliun
Sebelumnya, Nvidia telah membeli saham Intel senilai USD 5 miliar atau Rp 83,82 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.760).Transaksi itu disampaikan Nvidia dalam pengajuan dokumen pada Senin, 29 Desember 2025.
Perancang chip artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan ini pernah mengatakan pada September 2025 akan membayar USD 23,28 per saham untuk saham biasa Intel. Transaksi itu terkait kesepakatan yang dipandang sebagai penyelamat keuangan utama bagi produsen chip. Hal ini setelah bertahun-tahun mengalami kesalahan dan ekspansi kapasitas produksi yang membutuhkan modal besar yang menguras keuangannya.
Perusahaan paling berharga di dunia ini telah membeli lebih dari 214,7 juta saham Intel dengan harga yang ditetapkan dalam perjanjian September, dalam penempatan pribadi, menurut pengajuan dokumen.
Badan antimonopoli AS telah menyetujui investasi Nvidia di Intel, menurut pemberitahuan yang diposting oleh Komisi Perdagangan Federal AS pada awal Desember. Saham Nvidia turun 1,3 persen dalam perdagangan prapasar sementara saham Intel hampir tidak berubah.
Pengumuman Pembelian Saham
Sebelumnya, Nvdia menyebutkan akan membeli saham biasa Intel senilai USD 5 miliar atau Rp 82,69 triliun (asumsi dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.539).
Dengan demikian, hal itu akan mendorong Nvidia menjadi pemegang saham utama lainnya di Intel. Hal tersebut terjadi beberapa minggu setelah pemerintah Amerika Serikat (AS) mengambil sekitar 10% saham Intel.
Mengutip CNN, Minggu, 21 September 2025, raksasa teknologi yang memproduksi cip kecerdasan buatan ini akan membayar USD 23,28 per saham. Pembelian ini akan membei Nvidia sekitar 4% atau lebih saham Intel setelah saham baru diterbitkan untuk menyelesaikan transaksi, demikian laporan Reuters.
Bulan lalu, Presiden AS Donald Trump dan Intel mengumumkan pemerintah melakukan investasi sebesar USD 8,9 miliar atau Rp 147,20 triliun pada saham biasa Intel, dengan Trump menyebutnya sebagai "Perusahaan Amerika Hebat yang memiliki masa depan yang lebih luar biasa." "Ini adalah Kesepakatan yang hebat untuk Amerika dan, juga, Kesepakatan yang hebat untuk INTEL," tulis Trump di Truth Social saat itu.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4277616/original/049381900_1672400412-Penutupan_Perdagangan_Bursa_Efek_Indonesia_2022-Angga-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5184178/original/018769500_1744269681-20250410-IHSG-AFP_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2970775/original/051574800_1574070741-20191118-Perdagangan-Awal-Pekan-IHSG-Ditutup-di-Zona-Merah-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2408411/original/021376800_1542192171-Pasar-saham-Indonesia1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4883223/original/030233500_1720093649-20240704-IHSG-ANG_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5452402/original/093925300_1766398403-Kepala_Eksekutif_Pengawas_Pasar_Modal__Keuangan_Derivatif__dan_Bursa_Karbon_OJK_Inarno_Djajadi-1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4112072/original/006568500_1659528503-IHSG_Ditutup_Menguat-Angga-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1817917/original/058473800_1514865745-20180102-IHSG-FF3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3267160/original/026445700_1602658743-20201014-IHSG-Dibuka-di-Zona-Merah-angga-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3893148/original/019406200_1641196875-20220103-Pembukaan_Awal_Tahun_2022_IHSG_Menguat-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4822445/original/055067300_1714908469-fotor-ai-20240505174622.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467360/original/066858300_1767875826-RUPSLB_RISE_2026.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1503744/original/055901900_1486724745-20170210--IHSG-Ditutup-Stagnan--Bursa-Efek-Indonesia-Jakarta--Angga-Yuniar-01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3146517/original/073532100_1591597610-20200608-Pagi-Ini-IHSG-Menguat--ANGGA-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4768885/original/023099200_1710144866-fotor-ai-20240311151250.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466008/original/069480300_1767787753-Baja.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363858/original/020456500_1758978429-00004XTR_01383_BURST20250927170746.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5365227/original/069533300_1759147359-WhatsApp_Image_2025-09-29_at_18.52.10.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362984/original/084412600_1758878600-IMG_20250926_133459.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5377989/original/083133800_1760174471-Mobil_Sultan_HB_X_berhenti_di_lampu_merah_tanpa_pengawalan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5349019/original/049891800_1757909694-honda-recalls-2025-acura-rdx-for-potential-loss-of-power-steering-assist_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1817919/original/067515000_1514865746-20180102-IHSG-FF5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3417790/original/054559700_1617321679-lo-lo-CeVj8lPBJSc-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3356525/original/071853900_1611299590-20210122-IHSG-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364295/original/033013800_1759056277-IMG-20250927-WA0064.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5366029/original/021275400_1759214006-Daihatsu-Copen-Variants_edit_129823537549460.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5349646/original/086551500_1757925976-20250915_152748.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5368063/original/066099000_1759334436-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4883222/original/037561100_1720093648-20240704-IHSG-ANG_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5373081/original/056862400_1759811879-Mercedes-Benz-CLA-Hot-Wheels-art-car-14-e1759739946207-1260x714.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5383151/original/070161900_1760626344-Pembunuh_Wanita_Hamil_di_Kamar_Hotel_Palembang_Tertangkap.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5316114/original/045112100_1755225811-BYD_ATTO_1_Semarang-Solo-Jogja__16_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3046088/original/077180100_1581323846-20200210-Pasar-Saham-di-Asia-Turun-Imbas-Wabah-Virus-Corona-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364977/original/081726500_1759132594-WhatsApp_Image_2025-09-26_at_9.36.47_AM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4337401/original/045360700_1677308325-IMG-20230225-WA0024.jpg)