Saham BUMI Melemah Hari Ini 22 Januari 2026

3 days ago 23

Liputan6.com, Jakarta - Harga saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) melemah hingga sesi pertama perdagangan saham, Kamis (22/1/2026). Koreksi harga saham BUMI terjadi di tengah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menghijau.

Mengutip data RTI, harga saham BUMI melemah 4,66% ke posisi Rp 368 per saham pada sesi pertama. Harga saham BUMI ditutup naik empat poin ke posisi Rp 390 per saham. Saham BUMI berada di level tertinggi Rp 396 dan level terendah Rp 258 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 170.872 kali dengan volume perdagangan saham 54.637.856 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 2,1 triliun. Sementara itu, kapitalisasi pasar saham BUMI tercatat Rp 136,65 triliun.

Koreksi harga saham BUMI terjadi di tengah salah satu pemegang saham Treasure Global Investment Limited mengumumkan telah menjual 18,1 miliar saham BUMI pada 19 Januari 2026.

Berdasarkan data google finance, harga saham BUMI turun 13,62% selama lima hari terakhir.Namun, sepanjang 2025, harga saham BUMI melesat 196,77%.

Di sisi lain, laju IHSG bertahan di zona hijau hingga penutupan sesi pertama. Pada sesi pertama, IHSG dibuka naik 42 poin ke posisi 9.052 dari penutupan sebelumnya 9.010. Selama sesi pertama,  IHSG berada di level tertinggi 9.109,71 dan level terendah 9.016,12. Sebanyak 423 saham menguat sehingga mengangkat IHSG. 260 saham melemah dan 118 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 2.396.283 kali dengan volume perdagangan saham 41,2 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 19,3 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.893.

Mayoritas sektor saham menghijau hingga sesi pertama. Sektor saham consumer nonsiklikal bertambah 1,59%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham infrastruktur naik 1,55%, sektor saham energi bertambah 0,32%, sektor saham basic naik tipis 0,05%.

Selain itu, sektor saham consumer siklikal mendaki 0,78%, sektor saham kesehatan menguat 0,67%, sektor saham properti bertambah 0,66% dan sektor saham transportasi bertambah 0,44%.

UBS Lepas 769 Juta Saham Bumi Resources

Sebelumnya, UBS Group AG melaporkan perubahan kepemilikan sahamnya di PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perwakilan UBS, Dominic Eichrodt dan Ruby Ko, perusahaan menyatakan telah menjual sebagian kepemilikannya pada emiten pertambangan tersebut.

Melansir keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (28/11/2025) UBS menyebutkan jumlah saham BUMI yang dimiliki turun dari 26,38 miliar saham (7,11%) menjadi 25,61 miliar saham (6,90%). Penurunan terjadi setelah UBS melepas 769.454.100 saham pada transaksi terakhir tanggal 20 November 2025, dengan harga Rp 228,994 per saham.

UBS menjelaskan aksi penjualan saham tersebut dilakukan untuk kebutuhan lindung nilai derivatif klien.

Kepemilikan saham UBS di BUMI terdiri dari kepemilikan langsung dan tidak langsung melalui beberapa entitas dan cabang UBS, termasuk UBS AG London Branch sebagai pemilik manfaat langsung, serta aset-aset yang tercatat atas nama klien Wealth Management melalui cabang UBS di Singapura, Hong Kong, dan Swiss. 

Selain itu, MultiConcept Fund Management S.A. dan UBS Fund Management (Switzerland) AG juga tercatat sebagai manajer dana terkait kepemilikan tersebut.

Sebelumnya, UBS Group AG menambah kepemilikan saham BUMI pada pertengahan November 2025.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Minggu (23/11/2025), UBS Group AG membeli 2.921.668.200 saham BUMI pada 14 November 2025 dengan harga pembelian Rp 197,72.  Jumlah saham yang dibeli itu setara 0,78%. Dengan demikian, nilai pembelian saham BUMI oleh UBS Group AG sekitar Rp 577,67 miliar.

BRMS Kantongi Pinjaman Sindikasi Bank USD 625 Juta, Ini Tujuannya

Sebelumnya, emiten PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) dan anak usahanya PT Citra Palu Minerals (CPM) telah menandatangani fasilitas pinjaman jangka panjang dengan sindikasi perbankan. Sindikasi bank tersebut antara lain Bangkok Bank Public Company Limited, Bank Permata, Bank Mega dan BCA pada Senin, (24/11/2025).

Total pinjaman yang didapatkan sekitar USD 625 juta yang masing-masing sekitar USD 425 juta atau sekitar Rp 7,09 triliun (asumsi kurs dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.688) untuk PT Citra Palu Minerals (CPM) dan USD 200 juta atau sekitar Rp 3,33 triliun untuk PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS).

"Fasilitas pinjaman tersebut memiliki jangka waktu enam tahun termasuk grace periode sekitar 10 bulan. Pinjaman itu akan jatuh tempo pada 31 Desember 2031,” ujar Chief Financial Officer & Direktur Bumi Resources Minerals, Charles Gobel seperti dikutip dari keterangan resmi, Senin, (24/11/2025).

Fasilitas Pinjaman

Fasilitas pinjaman USD 425 juta untuk CPM yang digunakan dengan tujuan sebagai berikut:

1. Menyelesaikan konstruksi tambang emas bawah tanah pada kuartal ketiga 2027, dan meningkatkan kapasitas pemrosesan pabrik emas Carbon In Leach (CIL) yang pertama dari 500 ton ke 2.000 ton bijih per hari pada kuartal keempat 2026.

2. Mendanai keperluan modal kerja dan belanja modal dari CPM.

3. Melunasi pinjaman USD 120 juta dari Bank Mega.

Fasilitas pinjaman USD 200 juta untuk BRMS yang digunakan dengan tujuan sebagai berikut:

1. Melakukan aktifitas pengeboran dan eksplorasi oleh PT Gorontalo Minerals (GM) demi meningkatkan sumber daya dan cadangan mineral tembaga di Gorontalo.

2. Melanjutkan aktifitas eksplorasi oleh PT Linge Mineral Resources (LMR) demi meningkatkan sumber daya & cadangan mineral emas & perak di Linge, Aceh.

3. Melanjutkan aktifitas eksplorasi oleh PT Suma Heksa Sinergi (SHS) demi meningkatkan sumber daya & cadangan mineral emas & perak di Lebak, Banten.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |