Rekomendasi Saham Hari Ini 6 Januari 2026:MDKA, BBYB, ENRG, PSAB, TPIA, hingga WIFI

2 days ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan saham Selasa (6/1/2026). IHSG hari ini berpotensi naik ke 8.852-8.905. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?

IHSG melanjutkan kenaikan 1,27% ke 8.859 dan disertai denga nada peningkatan volume pembelian, penguatannya membentuk all time high (ATH) baru dan mencapai target minimal.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan,  saat ini posisi IHSG diperkirakan berada pada bagian dari wave (v) dari wave [iii] sehingga IHSG masih berpeluang menguat ke rentang area 8.852-8.905.

Ia mengatakan, IHSG akan berada di level support 8.705,8.584 dan level resistance 8.822,8.870.

Sementara itu, dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi menguat terbatas dengan level support dan level resistance 8.730-8.920.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekurita memilih saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB), dan PT Indokripto Koin SemestaT bk (COIN).

Sedangkan Herditya memilih saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), dan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI).

Rekomendasi Teknikal

Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:

1.PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) - Buy on Weakness

Saham ENRG menguat 3,35% ke 1.695 dan didominasi oleh volume pembelian, meskipun volume cenderung turun. “Kami memperkirakan, posisi ENRG saat ini berada pada bagian dari wave [iv] dari wave 5,” ujar Herditya.

Buy on Weakness: 1.550-1.630

Target Price: 1.800, 1.895

Stoploss: below 1.490

2.PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) - Buy on Weakness

Saham PSAB menguat 5,41% ke 585 dan disertai dengan adanya peningkatan volume pembelian, pergerakannya pun mampu berada di atas MA60. “Kami memperkirakan, posisi PSAB saat ini berada di awal wave [c] dari wave B,” kata dia.

Buy on Weakness: 555-575

Target Price: 605, 645

Stoploss: below 545

Rekomendasi Teknikal Lainnya

3.PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) - Spec Buy

Saham TPIA ditutup flat ke 7.125 dan disertai oleh munculnya tekanan jual. Herditya menuturkan, selama masih mampu berada di atas 6,825 sebagai stoplossnya, posisi TPIA saat ini berada pada bagian akhir dari wave [b] dari wave A.

Spec Buy: 6.900-6.975

Target Price: 7.225, 7.500

Stoploss: below 6.825

4.PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) - Buy on Weakness

Saham WIFI menguat 6,01% ke 3.530 dan disertai dengan adanya peningkatan volume pembelian, tetapi penguatannya belum mampu break MA20. “Saat ini, kami memperkirakan, posisi WIFI berada pada bagian dari wave C dari wave (B),” kata dia.

Buy on Weakness: 3.430-3.500

Target Price: 3.780, 3.930

Stoploss: below 3.310

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Kinerja IHSG 5 Januari 2026

Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Senin sore dan mencatatkan level tertinggi sepanjang masa. Penguatan IHSG didorong sentimen positif dari stabilnya data perekonomian domestik serta pergerakan bursa saham regional Asia.

Pada Senin (5/1/2026), IHSG ditutup naik 111,06 poin atau 1,27 persen ke posisi 8.859,19. Sementara itu, indeks saham unggulan LQ45 turut menguat 7,77 poin atau 0,91 persen ke level 859,77.

“Penguatan IHSG sejalan dengan bursa regional Asia dan juga dukungan katalis positif rilis data ekonomi dalam negeri, dimana posisi neraca perdagangan Indonesia bulan November 2025 mencatatkan surplus dan inflasi terjaga,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus alias Nico, dalam kajiannya di Jakarta, Senin.

Dari dalam negeri, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan Indonesia pada November 2025 mencatatkan surplus sebesar 2,66 miliar dolar Amerika Serikat (AS). Selain itu, inflasi Desember 2025 tercatat sebesar 0,64 persen secara bulanan (mtm) dan 2,92 persen secara tahunan (yoy).

Data Ekonomi Dalam Negeri

Secara keseluruhan, laju inflasi Indonesia sepanjang 2025 dinilai tetap terjaga dan masih berada dalam kisaran target Bank Indonesia (BI) sebesar 1,5 hingga 3,5 persen. Kondisi tersebut memberikan ruang optimisme bagi pelaku pasar terhadap stabilitas ekonomi nasional.

Dari mancanegara, pelaku pasar cenderung mengabaikan kekhawatiran geopolitik menyusul serangan Amerika Serikat terhadap Venezuela. Fokus investor justru beralih ke data ekonomi China yang menunjukkan aktivitas bisnis masih berada di zona ekspansif.

Survei sektor swasta menunjukkan aktivitas bisnis China bertahan ekspansif selama tujuh bulan berturut-turut. Pada Desember 2025, indeks tercatat di level 52,0, sedikit menurun dibandingkan November 2025 yang berada di 52,1. Data tersebut mencerminkan dukungan dari aktivitas sektor jasa yang lebih kuat serta peningkatan kembali produksi pabrik.

Presiden China Xi Jinping juga mengisyaratkan kebijakan makro yang lebih proaktif pada 2026 guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 4.010.984 transaksi dengan volume 70,26 miliar saham dan nilai transaksi mencapai Rp30,32 triliun. Sebanyak 446 saham menguat, 246 saham melemah, dan 114 saham stagnan.

Di kawasan Asia, bursa regional juga bergerak positif. Indeks Nikkei melonjak 2,97 persen, Shanghai Composite naik 1,38 persen, dan Strait Times menguat 0,52 persen.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |