Rekomendasi Saham Hari Ini 5 Januari 2026: ARCI, EMAS, CMRY, GOTO, hingga MYOR

3 days ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan saham Senin, (5/1/2026). IHSG hari ini akan menguji posisi 8.775-8.905. Bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?

IHSG naik 1,17% ke 8.748 dan masih didominasi oleh volume pembelian pada perdagangan saham Jumat, 2 Januari 2026.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan,pihaknya prediksi sejumlah skenario yang memungkinkan terjadi untuk IHSG, di mana pada best case (biru), IHSG sudah menyelesaikan wave [iv] dari wave 5 sehingga IHSG berpeluang melanjutkan penguatannya untuk menguji rentang 8.776-8.905.

“Namun, pada dua skenario lain (hitam dan merah), IHSG masih rawan terkoreksi dahulu,” ujar dia dalam catatannya.

Ia menuturkan, IHSG akan bergerak di level support 8.584,8.525 dan level resistance 8.776,8.822.

Sementara itu, dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi melemah terbatas dengan level support dan level resistance 8.645-8.775 pada perdagangan saham awal pekan ini.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Mayora Indah Tbk (MYOR), dan PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA).

Sementara itu, Herditya memilih saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY), dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).

Rekomendasi Teknikal

Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:

1.PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) - Buy on Weakness

Saham ARCI menguat 1,54% ke 1.645 dan masih didominasi oleh volume pembelian. “Kami memperkirakan, posisi ARCI masih berada pada bagian dari wave 4 dari wave (C),” ujar Herditya.

Buy on Weakness: 1.490-1.575

Target Price: 1.775, 1.950

Stoploss: below 1.380

2.PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) - Buy on Weakness

Saham EMAS menguat 1,35% ke 5.625 dan masih didominasi oleh volume pembelian. “Selama masih mampu berada di atas 5,275 sebagai stoplossnya, posisi EMAS diperkirakan sedang berada di awal wave [5] dari {C},” kata Herditya.

Buy on Weakness: 5.475-5.600

Target Price: 6.100, 6.400

Stoploss: below 5.275

Rekomendasi Teknikal Lainnya

3.PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) - Spec Buy

Saham CMRY terkoreksi 1,77% ke 5.550 dan disertai dengan munculnya tekanan jual. “Kami perkirakan, CMRY saat ini berada di awal wave 5,” kata dia.

Spec Buy: 5.425-5.525

Target Price: 5.925, 6.300

Stoploss: below 5.325

4.PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) - Buy on Weakness

Saham GOTO menguat 7,81% ke 69 dan disertai dengan adanya peningkatan volume pembelian, penguatannya pun mampu menembus MA20.

“Selama masih mampu berada di atas 64 sebagai stoplossnya, kami perkirakan GOTO diperkirakan sedang membentuk awal wave [iii] dari wave C pada label hitam,” ujar dia.

Buy on Weakness: 65-68

Target Price: 71, 73

Stoploss: below 64

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Penutupan IHSG pada 2 Januari 2026

Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Jumat (2/1/2026) sore, seiring meningkatnya optimisme pelaku pasar di awal tahun 2026. IHSG mengakhiri perdagangan dengan kenaikan 101,19 poin atau 1,17 persen ke posisi 8.748,13.

Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan turut naik 5,42 poin atau 0,64 persen ke level 852,00.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menilai, penguatan IHSG didukung oleh sentimen positif dari sektor manufaktur domestik.

“Meskipun mengalami perlambatan, posisi indeks manufaktur masih di zona ekspansi yang mencerminkan pertumbuhan aktivitas manufaktur secara stabil,” ujar Nico dikutip dari Antara.

S&P Global melaporkan Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia periode Desember 2025 berada di level 51,2, meski turun dibandingkan November 2025 yang tercatat 53,3. Kendati melambat, capaian tersebut masih menunjukkan ekspansi.

Pada hari yang sama, BEI juga menggelar seremoni Pembukaan Perdagangan Tahun 2026 di Gedung BEI, Jakarta, yang turut memperkuat sentimen positif di pasar saham.

Yakin IHSG Tembus 10.000

Dalam acara tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan optimisme bahwa berbagai sentimen positif dapat mendorong IHSG menembus level 10.000 pada tahun ini.

Di sisi lain, pelaku pasar mulai mencermati sejumlah agenda ekonomi penting pada pekan depan, antara lain rilis data inflasi dan neraca perdagangan Indonesia periode Desember 2025 yang dinilai dapat memengaruhi pergerakan pasar.

Dari eksternal, perhatian investor tertuju pada risalah rapat bank sentral Amerika Serikat (The Fed). Risalah tersebut mengungkap adanya perbedaan pandangan di antara pembuat kebijakan terkait waktu pemangkasan suku bunga pada 2026.

Meski demikian, The Fed masih mempertahankan bias pelonggaran kebijakan. Sejumlah pelaku pasar menilai risalah tersebut menunjukkan keterbukaan yang lebih besar terhadap pemotongan suku bunga, terutama jika inflasi AS terus mereda, meski belum ada kesepakatan soal waktu dan besaran pemangkasan.

Sektor Saham

Sepanjang perdagangan, IHSG dibuka menguat dan bertahan di zona hijau hingga penutupan sesi pertama. Pada sesi kedua, pergerakan positif masih berlanjut hingga akhir perdagangan.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sebanyak sembilan sektor mencatatkan penguatan. Sektor transportasi dan logistik memimpin kenaikan dengan lonjakan 6,37 persen, disusul sektor teknologi serta barang konsumen primer yang masing-masing naik 3,61 persen.

Adapun dua sektor mengalami pelemahan, yakni sektor keuangan dan kesehatan, yang masing-masing turun 1,14 persen.

Saham-saham dengan penguatan terbesar antara lain LEAD, PJHB, HUMI, TRUE, dan TMAS. Sementara saham yang mencatatkan pelemahan terdalam meliputi GMFI, LMAX, CINT, PUDP, dan AWAN.

Frekuensi perdagangan mencapai 3,12 juta transaksi dengan volume 51,14 miliar saham senilai Rp22,26 triliun. Sebanyak 479 saham menguat, 200 saham melemah, dan 131 saham stagnan. Di kawasan Asia, indeks Hang Seng melonjak 2,76 persen, sementara Straits Times naik 0,21 persen.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |